>Subject: Fw: [tk97] TIPS MENGHINDARI PERAMPOKAN DI JAKARTA
>
>Dear all ,E-mail ini saya kirim dengan harapan agar yang lain tidak menjadi
korban perampokan dengan modus menabrakkan diri ke mobil korbannya.
>Peristiwa saya alami sendiri 2 hari yang lalu.Ceritanya begini :Pada hari
Rabu tgl. 06 Nopember 2002, yang adalah hari pertama masa puasa bagi kaum
Muslim. Jalanan Jakarta agak sepi dan lalu lintas cukup lancar pada hari
itu. Karena ada suatu keperluan saya dengan berkendaraan mobil seorang diri
pergi ke Mangga Dua Electronic Centre, kira-kira 1 jam saya disana,pada
jam14.30 saya keluar menuju arah Pangeran Jayakarta, terus ke Gunung Sahari,
lalu masuk ke Jl. Industri. Nah, di sisi kiri jalan ini sudah sejak lama ada
perbaikan gorong2 yang nggak selesai2, jalan agak sedikit tersendat. Pada
saat itulah tiba-tiba seseorang menggebrak sisi kiri mobil saya, dengan
bunyi"duk"lalu se-olah2 terjatuh, sementara seorang lain menyeret "korban"
ke tepijalan. Saya pikir ini pasti cara pemerasan yang sering saya dengar
selama ini.Makanya saya tidak mau berhenti, pikir saya nggak mungkin mereka
mengejar. Laludengan santai saya meneruskan perjalanan. Sesampai di depan
pasar mobilKemayoran, tiba2 mobil saya disuruh minggir oleh seseorang yang
membawawalkie-talkie dengan kendaraan sejenis Kijang warna gelap, lalu
menyetop mobilsaya, dengan gaya seorang  polantas dia memberi salam, lalu
mengatakan bahwasaya baru saja menabrak
>seseorang, dan meminta saya kembali ke lokasi kejadian untuk
>"mempertanggung jawabkan" yang katanya "korban" dalam keadaan sekarat.Saya
menolak, lalu mereka mengajak damai dengan meminta saya membuka pintumobil,
pada saat  itulah muncul 2 orang lain, yang serta merta seorang memasukijok
di belakang, sedang seorang lagi berdiri di luar di sisi kanan pintu depan
yang bertugas menghalangi agar saya tetap berada di dalam
kendaraan.Demikianlah drama pemerasan mulai mereka jalankan, semua isi
dompet saya sejumlah Rp.550.000,- mereka minta dan saya terpaksa merelakan",
hanya dompetyang tidak saya serahkan, walaupun berkali-kali rampok yang di
depan mengancam mau menembak saya sembari memukul dada saya
berkali-kali.Saya tetap mempertahankan dopet agar tidak mereka rampok.

>Entah bagaimana tiba2 tombol alarm pada kunci mobil saya tersenggol,
>sehingga alarm mobil berbunyi nyaring,pada saat itu mereka tampak agak
>panik, dan dengan sigapnya mempereteli arloji,cincin dan HP saya, lalu
>langsung keluar ngeloyor pergi sambil menghardik agar saya segera tancap
gas.Demikianlah perampokan  yang saya alami sendiri, ternyata setelah saya
ceritakan pada teman2, ada 2 rekan saya mengalami hal yang sama, hanya
berbedalokasi, 1 kejadian di  daerah Bungur dan 1 lagi di Jatinegara. Tapi
ciri2 orangyang membawa walkie talkie dengan mobil sejenis kijang warna
gelap adalah sama,demikian juga pelakunya seorang tinggi besar dengan warna
kulit hitam (dipanggil letnan oleh rekannya ), seorang yang lain
berperawakan agak pendek,kulit coklat,
>muka bulat dan yang seorang berperawakan sedang. Menurut saya komplotan ini
beranggotakan sedikitnya 5 orang, yaitu 1 orang melakonkan diri sebagai
korban tabrakan, seorang yang membantu "korban" ke tepi, seorangsebagai
sopir, 2 orang berlagak sebagai "petugas intel".Saran saya bilamana  Anda
mengalami hal ini, lakukanlah hal2 sebagai berikut :
1). Usahakan segera mencari Pos Polisi terdekat atau segera menghubungi
No.Polisi dengan memberitahukan lokasi Anda.
2). Bila tidak ada Pos Polisi, masuklah ke tempat yang ramai atau kantoryang
memiliki security.
3). Nyalakan lampu hazar atau bunyikan alarm dan tetap di tengah jalan untuk
menarik perhatian masyarakat.
4). Atau pinggirkan mobil, keluar dari mobil dan kunci, segera
>meminta bantuan masyarakat sekitar lokasi.
5). Siap2 menghadapi segala kemungkinan dengan menyembunyikan
barang2berharga yang Anda kenakan.
6). Kontaklah dengan radio Elshinta atau Radio Polisi
>119.
Inilah cara2 yang  terpikirkan oleh saya, mungkin diantara Anda yang
membacae-mail ini pernah  juga mengalami hal yang sama, dan ada saran2 lain
yang lebihefektif,  terutama kalau bisa ada taktik untuk menangkap pelaku2
ini agar  tidakberaksi lebih jauh dengan korban2 lain yang semakin
bertambah.Sebarkanlah info ini, agar paling tidak kita dapat berusaha
mencegah kejahatanini semakin merajalela dan terhindar untuk menjadi korban
berikutnya.

>Semoga bermanfaat. - Foni
>



_______________________________________________
Envorum mailing list
[EMAIL PROTECTED]
http://lists.lead.or.id/mailman/listinfo/envorum

Kirim email ke