Dear Trini, saya setuju dengan Trini.

lereng hutan di sekitar PPLH Seloliman juga banyak yang ditebangi, ditanami
lombok dan jagung.

waktu ngobrol dengan temen PPLH mereka bilang sebenarnya masyarakat juga
sudah tahu dampaknya, pentingnya pelestarian hutan, dll. Tapi tetap menebang
dan menanaminya dengan tanaman produktif jangka pendek

Pendampingan yang dilakukan PPLH adalah pendampingan, keputusan tetap berada
pada musyawarah dan keputusan masyarakat sendiri...

Kadang kadang, bila berbenturan dengan perut, kepentingan jangka pendeklah
yang menang...

Naik sedikit ke jolotundo, situs pemandian yang berisi banyak sekali ikan
(mas atau gurami ya? pokoknya yang besar-besar dan berwarna), dulu ada
banyak sekali, sekarang tinggal beberapa juga...

banyak faktor yang jadi penyebab, dan banyak hal terintegrasi yang
dibutuhkan untuk mengatasi itu semua, tapi mari kita lakukan yang dapat kita
lakukan, misal hidup hemat energi, coba 'mempengaruhi' orang di sekitar
yang --maaf-- relatif miskin dan kurang berpendidikan, supaya kalau sudah
punya anak 2 ikut KB... saya menjumpai banyak orang yang demikian tapi masih
kepingin nambah anak ke 3, ke 4, ke 5... supaya dapat anak laki, bisa
bantuin kerja kalau sudah agak besar, atau siapa tahu nanti ada yang jadi
orang berpangkat dan mengangkat harkat hidup keluarga... setelah anaknya
banyak, pendidikan dan kasih sayang kurang, mereka jadi terlantar...
kasihan, dan menjadi beban lingkungan...

untuk yang kaya atau berpendidikanpun demikian, sebaiknya ikut KB...
pertumbuhan tinggi penduduk menguras tidak seimbang sumber daya alam

dan banyak lagi yang bisa kita lakukan, untuk diri sendiri dulu baru
meneladani orang lain

mari lebih peduli dan lebih arif menikmati SDA

salam, linda

_______________________________________________
Envorum mailing list
[EMAIL PROTECTED]
http://lists.lead.or.id/mailman/listinfo/envorum

Kirim email ke