2002 CERMIN KETIDAK MAMPUAN GUBERNUR DALAM PENGELOLAAN KALI SURABAYA Ketiga faktor diperparah dengan ketidak mampuan pengelolaan kali Surabaya oleh Gubernur dan jajarannya (Perum Jasa Tirta, sebagai pengelolah badan air Kali Surabaya , Dinas PU Pengairan Jawa Timur yang mengelolah kawasan bantaran, dan Bapedal Jatim yang memiliki kewenangan dalam penerbitan ijin pembuangan Limbah cair dan badan pengawasan terhadap tindak pencemaran). <br> d. Tumpukkan sampah rumah tangga yang ternyata juga menyumbangkan bahaya pencemaran organik seperti batu batere, Plastic, Sisa Accu dan Lampu neon yang merupakan sumber pencemaran Logam berat Mercury dan Cadmium.Mercuri adalah unsur B3 yang dampaknya sangat mengerikan bagi tubuh manusia, Minamata adalah sinetron perih bagi contoh ganasnya bahaya mercuri. DiKali Surabaya sumber pencemarannya berasal dari Pabrik Pulp dan kertas (PT SAK), industri kertas yang memakai bahan Kertas bekas (PT Adiprima), industri batu bateri dan sampah rumah tangga berupa bateri, lampu neon, dan accu. <br> Penelitianyang dilakukan ecoton pada tahun 2002, menunjukkan bahwa kandungan Hg di air Kali Surabaya telah melebihi ambang baku mutu, dan konsentrasinya terus meningkat bilan dibandinkan dengan kandungan Hg di air pada tahun 2001. <br>
Tulisan lengkap dapat dilihat di http://www.terranet.or.id/masukandetil.php?id=1384 TerraNet Gapura Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan http://www.terranet.or.id _______________________________________________ Envorum mailing list [EMAIL PROTECTED] http://lists.lead.or.id/mailman/listinfo/envorum
