Daftar berita terlampir:
* Penanggulangan Kebakaran Hutan Terhambat Birokrasi 
* Aparat Kecamatan dan Kelurahan di Jakpus Tidak Peduli Lingkungan
* Produsen Minyak Perlu Bantu Riset Energi Terbarukan 
* Berjualan dan Buang Sampah Sembarangan Didenda Rp 20.000
* Lingkungan Hidup dan Kebangkitan Masyarakat Madani 
* Jangan Abaikan Lingkungan Demi Bisnis
* Polemik Taman Nasional Komodo: Menimbang Untung Rugi Kolaborasi
* Menneg LH Bantah Telah Setuju Reklamasi Pantura
* KLH Tidak Konsisten Soal Reklamasi Pantura
* Sutiyoso: Menneg LH Setuju Reklamasi Pantura Jakarta
* Polemik Taman Nasional Komodo: Ditembak karena Melawan?
* Meneg LH Setuju Reklamasi Pantura Jakarta Dilanjutkan 
* Polemik Taman Nasional Komodo: Dililit Konflik Berkepanjangan
* Gawenya Anak Lapan 


Kliping tematik lainnya dapat diperoleh di
http://www.terranet.or.id/terramilis.php
http://www.terranet.or.id/berita.php

TerraNet: Portal Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan
http://www.terranet.or.id
================================================================



Penanggulangan Kebakaran Hutan Terhambat Birokrasi 
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=6278
Menteri Negara Lingkungan Hidup Nabiel Makarim menyayangkan soal terhambatnya 
penanggulangan kebakaran hutan hanya karena dana dari pemerintah daerah belum cair ke 
beberapa kabupaten di Riau dan Kalimantan Barat.

"Saat terjadi api dana belum cair. Ironis betul dan saya sama sekali tidak menyangka 
hal seperti itu harus terjadi. Padahal, sistem sudah siap," kata Makarim di sela-sela 
acara pembukaan Pekan Lingkungan Hidup di Jakarta, Kamis (19/6).
(Kompas, 2003-06-20)



Aparat Kecamatan dan Kelurahan di Jakpus Tidak Peduli Lingkungan
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=6284
Aparat Kecamatan dan Kelurahan di Jakarta Pusat (Jakpus) dianggap tidak peduli 
terhadap lingkungan, sehingga banyak wilayah yang saluran airnya tersumbat dan kotor. 
Hal itu dikatakan Wakil Wali Kota Jakpus, Sabungan Panjaitan, Selasa (17/6).

Akibatnya, kini sering terjadi sengketa antar masyarakat yang disebabkan pencemaran 
itu. "Pencemaran yang paling mudah dilihat sehari-hari, contohnya air tanah dangkal 
yang kian tercemar bakteri coli yang tidak menutup kemungkinan meresap ke sumur 
warga," katanya.
(Suara Pembaruan, 2003-06-19)



Produsen Minyak Perlu Bantu Riset Energi Terbarukan 
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=6267
 Sejak 1970an sektor minyak dan gas telah digunakan menopang sebagian besar 
pembangunan nasional, namun sangat sedikit yang dikembalikan untuk mengembangkan 
penelitian energi itu sendiri, terutama energi terbarukan. Dengan semakin habisnya 
sumber daya minyak, inilah saatnya bagi sektor-sektor itu menyisihkan dana untuk 
meneliti energi terbarukan.

Demikian penegasan Menristek M Hatta Rajasa dalam Seminar Prospek Energi Alternatif 
Ramah Lingkungan, di Jakarta, Selasa (17/6).
(Kompas, 2003-06-18)



Berjualan dan Buang Sampah Sembarangan Didenda Rp 20.000
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=6291
Sebanyak 54 orang dihukum membayar denda sebesar Rp 20.000 dan Rp 25.000 karena 
dinilai melanggar Peraturan Daerah (Perda) No 11/1988 tentang Ketertiban Umum, dan 
Perda No 5/1988 tentang Kebersihan.

Mereka yang dihukum tersebut terdiri dari para pedagang kaki lima, pedagang asongan 
dan warga yang membuang sampah sembarangan di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. 
Petugas dari satuan Polisi Pamong Praja memangkap mereka dan kemudian menggiring ke 
Auditorium Kebon Jahe, Jakpus, untuk diadili, Selasa (17/6). Vonis dijatuhkan oleh 
Hakim Sunaryo.
(Suara Pembaruan, 2003-06-18)



Lingkungan Hidup dan Kebangkitan Masyarakat Madani 
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=6147
Telah lima tahun (1998-2003) kita hirup udara reformasi. Beberapa kemajuan bisa 
dicatat dalam indikator ekonomi makro, seperti laju inflasi mengecil, suku bunga 
menurun, nilai tukar rupiah menguat dan seterusnya. Namun kemajuan ekonomi makro ini 
belum berhasil mendongkrak kegiatan bidang lain. Bahkan ada yang sama sekali tidak 
menunjukkan kemajuan.
(Suara Pembaruan, 2003-06-05)



Jangan Abaikan Lingkungan Demi Bisnis
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=6164
NIAT Pemprov DKI Jakarta tetap ngotot mereklamasi pantai utara (pantura) Jakarta 
kembali muncul. Walaupun sebelumnya Menteri Negara Lingkungan Hidup (Menneg LH) 
melalui Keputusan No 14 Tahun 2003 pernah mengeluarkan keputusan menolak rencana 
menguruk 2.700 hektar kawasan pantura Jakarta, karena dianggap tidak layak.

Selain menimbulkan dampak lingkungan, reklamasi yang dilakukan mulai perbatasan 
Tangerang sampai perbatasan Bekasi sepanjang 32 kilometer serta membutuhkan bahan 
urukan 330 juta meter kubik pasir itu dikhawatirkan menimbulkan dampak sosial yang 
sangat besar.
(Kompas, 2003-06-05)



Polemik Taman Nasional Komodo: Menimbang Untung Rugi Kolaborasi
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=6128
PENGEMBANGAN ekowisata (eco-tourism) menjadi salah satu strategi pengembangan Taman 
Nasional Komodo (TNK), Flores, Nusa Tenggara Timur. Strategi disusun sesuai rencana 
pengelolaan 25 tahun kawasan konservasi tersebut.

Selain biawak komodo (Varanus komodoensis), kadal terbesar di dunia, kawasan Taman 
Nasional Komodo menyimpan berbagai potensi lain yang bisa menarik minat wisatawan. 
Terumbu karang di perairan Taman Nasional Komodo dianggap termasuk yang terindah di 
dunia. Di situ juga terdapat 729 jenis ikan, 260 jenis karang, dan 70 jenis bunga 
karang (sponge). Perairan di situ juga merupakan jalur migrasi lima jenis paus, 
sepuluh lumba-lumba, dan duyung. 
(Suara Pembaruan, 2003-06-04)



Menneg LH Bantah Telah Setuju Reklamasi Pantura
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=6130
Gubernur DKI Salah Pengertian, Pemprov DKI Harus Hormati Keputusan Menteri

Menteri Negara Lingkungan Hidup (Menneg LH) menegaskan tidak ada perubahan keputusan 
berkaitan dengan rencana megaproyek reklamasi pantai utara (pantura) Jakarta.

Penolakan terhadap reklamasi yang dituangkan dalam Keputusan Menteri (Kepmen) No 14 
Tahun 2003 merupakan keputusan final yang dilandasi hasil kajian dan rekomendai komisi 
penilai amdal. 
(Suara Pembaruan, 2003-06-04)



KLH Tidak Konsisten Soal Reklamasi Pantura
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=6100
Sarapan Pagi Bersama : Ahmad Safrudin

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dinilai tidak konsisten dalam menyikapi rencana 
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang hendak mereklamasi pantai utara 
(Pantura).

Aneh bahwa KLH akhirnya sepakat dengan Pemprov DKI untuk melanjutkan proyek tersebut 
padahal sebelumnya menyatakan menolak dengan alasan dinilai sangat masuk akal.
(Kompas, 2003-06-03)



Sutiyoso: Menneg LH Setuju Reklamasi Pantura Jakarta
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=6112
Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso mengklaim bahwa Menteri Negara Lingkungan Hidup Nabiel 
Makarim telah menyetujui mega proyek reklamasi Pantai Utara (Pantura) Jakarta.

"Saya baru pulang bertemu dengan Pak Nabiel dan akhirnya ia sepakat untuk melanjutkan 
reklamasi itu,'' kata Sutiyoso, Senin (2/6).

Sutiyoso menyatakan, ia berhasil meyakinan Menneg LH tentang manfaat reklamasi dan 
langkah-langkah antisipasi Pemprov DKI terhadap dampak-dampak yang mungkin timbul. 
(Suara Pembaruan, 2003-06-03)



Polemik Taman Nasional Komodo: Ditembak karena Melawan?
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=6114
 TRAUMA para nelayan Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat, hingga sekarang belum sepenuhnya 
pulih. Peristiwa pahit 10 November 2002 masih terbayang dan memicu rasa takut untuk 
kembali melaut. Peristiwa itu terjadi ketika kapal nelayan Sape yang sedang melaut 
mencari ikan, lobster, dan cumi-cumi ditembak patroli tim operasi gabungan Taman 
Nasional Komodo. 
(Suara Pembaruan, 2003-06-03)



Meneg LH Setuju Reklamasi Pantura Jakarta Dilanjutkan 
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=6105
Menteri Negara Lingkungan Hidup (Meneg LH) Nabiel Makarim akhirnya setuju dengan 
reklamasi pantai utara (Pantura) Jakarta. Namun Meneg LH mengingatkan Gubernur DKI 
Sutiyoso agar reklamasi tersebut dikaitkan dengan rencana makro penanggulangan banjir.

Demikian disampaikan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso di Balaikota, Jl. Medan Merdeka 
Selatan, Jakarta Pusat, Senin (2/6/2003). Sutiyoso mengaku dirinya baru saja kembali 
dari makan siang bersama Meneg LH.
(Detik, 2003-06-02)



Polemik Taman Nasional Komodo: Dililit Konflik Berkepanjangan
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=6115
 PENGELOLAAN Taman Nasional Komodo, Flores, oleh The Nature Conservancy (TNC), LSM 
raksasa yang berpusat di Arlington, Amerika Serikat, sedang disoroti publik. Hal itu 
terkait dengan kekerasan dan penembakan sewenang-wenang terhadap nelayan yang 
menggantungkan hidup dari kekayaan laut di kawasan itu. Intimidasi dan penembakan, 
meminjam catatan Kontras (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan), 
telah merenggut 15 nyawa nelayan di wilayah perairan Komodo sejak 1980-an. 
(Suara Pembaruan, 2003-06-02)



Gawenya Anak Lapan 
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=6116
PELAJAR Sekolah Menengah Umum Negeri (SMUN) 8 Jakarta menggelar pertunjukan hiburan 
musik pada 26 April 2003 dengan judul GALA, Gawenya Anak (de)Lapan. Dana hasil 
pertunjukan digunakan untuk menggalakkan program penanaman hutan bakau dan 
penyelamatan terumbu karang Teluk Jakarta.

Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri menganjurkan agar rencana penanaman 
hutan bakau di kawasan pesisir Jakarta Utara juga diikuti sekolah-sekolah menengah 
umum lainnya untuk bersama-sama dengan Presiden Megawati Soekarnoputri tanggal 4 Mei 
2003 menggugah minat masyarakat menyelamatkan wilayah pesisir beserta hutan bakau dan 
terumbu karangnya.
(Kompas, 2003-05-31)



_______________________________________________
Envorum mailing list
[EMAIL PROTECTED]
http://lists.lead.or.id/mailman/listinfo/envorum

Kirim email ke