|
SEMINAR DAN LOKAKARYA
PENGEMBANGAN
INTERPRETASI WISATA
ALAM DAN EKOWISATA Ruang
Sidang Sylva Fakultas Kehutanan, 9 Desember 2003
STUDIO
REKREASI ALAM DEPARTEMEN
KONSERVASI SUMBERDAYA HUTAN FAKULTAS
KEHUTANAN
Latar Belakang Pada
saat ini terdapat kecenderungan yang menunjukkan bahwa jumlah wisatawan yang
melakukan perjalanan untuk mendapatkan pengalaman dan pengetahuan bersama alam
(dan budaya masyarakat) menjadi semakin meningkat. Oleh
karena itu, pengelola suatu kawasan wisata, baik kawasan wisata alam maupun
kawasan ekowisata, dituntut untuk tidak hanya sekedar mengembangkan kawasan
untuk berwisata alam dan rekreasi, tetapi juga harus dapat menata, merencanakan,
merancang, mengelola dan mengembangkan suatu kawasan wisata alam dan ekowisata
yang mampu memenuhi keinginan para wisatawan tadi, yaitu untuk mendapatkan
pengalaman dan pengetahuan mengenai keadaan alam dan budaya masyarakat kawasan
yang dikunjunginya sehingga lebih mengerti dan memahami. Selain
itu, setiap pengelola kawasan wisata alam dan ekowisata diharapkan memperhatikan
adanya dampak yang ditimbulkan dari adanya interaksi pengunjung dengan
sumberdaya yang ada yang dipengaruhi oleh ketidaktahuan pengunjung akan arti
penting sumberdaya tersebut. Salah
satu upaya untuk memenuhi keinginan dari para pengunjung dan mengurangi dampak
yang ditimbulkan adalah dengan melaksanakan suatu
kegiatan yang disebut dengan Interpretasi. Interpretasi
adalah suatu jembatan atau mata rantai komunikasi yang menghubungkan antara
sumberdaya alam yang ada di suatu kawasan (baik hayati, non hayati maupun budaya
masyarakat) dengan pengunjung yang datang ke kawasan tersebut sehingga
diharapkan mereka bisa mendapatkan pengetahuan dan pengalaman yang baru mengenai
kawasan tersebut. Selain
mendapatkan suatu pengetahuan dan pengalaman baru, adanya kegiatan interpretasi
diharapkan dapat menggugah pemikiran pengunjung untuk lebih mengetahui,
menyadari dan apabila mungkin dapat menarik minatnya untuk bisa ikut serta dalam
menjaga, melindungi dan melestarikan sumberdaya tersebut. Peranan
interpretasi dalam pelayanan pengunjung juga sangat menentukan misi yang akan
dicapai dalam pengembangan wisata alam dan ekowisata, sebab dengan adanya
interpretasi di suatu kawasan wisata alam dan ekowisata maka setiap potensi dan
proses ekologis yang terdapat di kawasan tersebut dapat diungkapkan secara jelas
dan mudah dipahami oleh para pengunjung dan kemudian menghargainya. Melalui kegiatan interpretasi tersebut,
pengelola suatu kawasan juga dapat menyampaikan pesan – pesan atau mempromosikan
apa yang menjadi tujuan dari pengelolaan kawasan tersebut. Di
Indonesia, pengertian dan pelaksanaan kegiatan Interpretasi baru akhir – akhir
ini mulai dipahami dan dipelajari oleh berbagai pihak. Itu pun belum semua pihak memahami
secara keseluruhan. Oleh karena
itu, Studio Rekreasi Alam Jurusan Konservasi Sumberdaya Hutan Fakultas Kehutanan
IPB bermaksud mengadakan Seminar dan Lokakarya dengan tema "Pengembangan
Interpretasi dalam Wisata Alam dan Ekowisata" yang dapat menjadi sarana untuk
saling berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam pelaksanaan kegiatan
Interpretasi serta mendiskusikan langkah lanjut untuk kegiatan
pengembangannya. Tujuan
umum dari pelaksanaan Seminar dan Lokakarya (Semiloka) "Pengembangan
Interpretasi dalam Wisata Alam dan Ekowisata adalah menjadi media saling berbagi
pengetahuan dan pengalaman antar peserta mengenai kegiatan interpretasi untuk
lebih meningkatkan pengetahuan dan pemahaman dalam kegiatan
interpretasi. Sedangkan
tujuan khususnya adalah untuk merumuskan langkah lanjut dari pengembangan
interpretasi dalam kegiatan rekreasi, wisata alam dan ekowisata. Keluaran yang Diharapkan 1.
Terbentuknya
suatu jaringan kerjasama dalam bidang
interpretasi 2.
Tersusunnya
suatu rencana kegiatan dalam pengembangan interpretasi kegiatan wisata alam dan
Ekowisata di Indonesia Waktu dan Tempat Seminar dan Lokakarya ini akan dilaksanakan di Ruang Sidang Sylva Fakultas Kehutanan IPB pada hari Selasa tanggal 9 Desember 2003.
� Materi Seminar 1.
Key
Note
: Policy Pemerintah tentang
Interpretasi, Wisata Alam dan Ekowisata (Deputi Pariwisata - Kementrian
Kebudayaan dan Pariwisata) 2.
Perkembangan
Kegiatan Interpretasi di Indonesia (Dr. E.K.S. Harini Muntasib -
IPB) 3.
Interpretasi
dan Ekowisata (Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi
Alam)* 4.
Interpretasi
di Taman Nasional (Taman Nasional Gunung Halimun) 5. Interpreter Wisata yang dikembangkan oleh Biro – Biro Perjalanan Wisata (Assosiasi Pemandu Indonesia)* 6. Interpretasi yang dikembangkan oleh LSM (INDECON/Indonesian Ecotourism Network) *
Dalam konfirmasi �
Materi
Lokakarya 1.
Bentuk
– bentuk pelatihan Interpretasi yang dikembangkan 2.
Materi
– materi interpretasi yang perlu dikembangkan 3. Kiat – kiat mengembangkan interpretasi dalam rekreasi, wisata alam dan ekowisata Peserta
seminar terdiri atas : 1.
Pengelola
Kawasan Wisata Alam dan Ekowisata 2.
Pengusaha
dalam Wisata Alam dan Ekowisata (Biro Tour & Travel) 3.
LSM
yang bergerak dalam bidang wisata 4.
Interpreter 5.
Mahasiswa/perguruan
tinggi swasta 6. Umum Waktu pendaftaran peserta : 10 November – 05 Desember 2003] Tempat Pendaftaran : Studio Rekreasi Alam JKSH – FAHUTAN – IPB, Telp/Fax. 0251 – 624887, email [EMAIL PROTECTED] Untuk
penggantian seminar kit, konsumsi, dan sertifikat, maka peserta dikenakan biaya
pendaftaran sebagai berikut: � Pelajar
dan Mahasiswa (D3,
S1)
Rp
25.000,- � Mahasiswa
S2, S3 Rp 50.000,- � Umum
Rp
100.000,- Pameran
Pameran
yang ditampilkan bersifat mendukung tema seminar, yaitu berupa makalah poster
hasil penelitian atau hasil kegiatan Interpretasi, wisata/ekowisata,
dokumentasi, buku – buku, poster dan
produk
yang disajikan oleh peserta di ruang pameran. Bagi yang akan mengikuti pameran,
biaya pendaftarannya : Rp 100.000,-
Hasil
seminar dan lokakarya akan didokumentasikan dan dipublikasikan dalam bentuk
prosiding. Bagi yang berminat untuk
mempresentasikan hasil penelitian atau hasil kegiatan yang berkaitan dengan
Interpretasi, Rekreasi, Wisata Alam, Ekowisata, dan lain – lain, dalam bentuk
makalah poster, akan dipublikasikan dalam bentuk prosiding. Bagi peserta yang akan menyajikan
Makalah poster, biaya pendaftarannya
Rp 100.000,-, sedangkan yang
ingin mendapatkan prosiding seminar, biaya penggantiannya Rp
50.000,-.
|
