Edisi : Januari 2004
Pemilih
Cerdas : “Tidak Pilih Politisi Busuk”
“Ini
gerakan moral. Pemilu 1999 terbukti telah melahirkan banyak politisi-politisi
yang secara sangat jelas berkontribusi atas terjadinya penindasan dan pelecehan
hak-hak rakyat. Kalau pada Pemilu kali ini orang seperti itu lagi yang kita
pilih, maka penindasan terhadap hak-hak rakyat akan terus
terjadi,”
Begitu antara lain pengantarnya dalam diskusi itu. Tanggal
9 dan 10 Januari 2004, diskusi yang dimulai senja hari, jam 15.30 – 22.00 WIB di
halaman sebuah sekolah SD Inti yang tak terawat di Dusun Taiwan Desa Sialang
Buah kecamatan Teluk Mengkudu itu, memberi gambaran kepada peserta bahwa gerakan
untuk tidak memilih politisi busuk ternyata cukup menyebar
secara luas. “Kita
sudah sangat terlambat. Bukankah seharusnya dilakukan pengorganisasian rakyat
lebih awal sebelum menggulirkan ide gerakan ini,?”
Komentar salah seorang mahasiswa dari PDS Medan. Mungkin,
kalau yang dilakukan hanya wacana, ini bisa terlambat. Tetapi, ketika yang
diorganisir adalah kesadaran kritis rakyat yang sebenarnya sudah capek ditipu
oleh para politisi setiap kali menjelang Pemilu, maka tidak ada istilah
terlambat. Kali ini suara rakyat akan benar-benar sangat berguna, sebab dengan
sistim pemilihan langsung dan terbuka dimana kita mencoblos nama sang caleg,
rakyat punya peluang untuk memilih wakil yang dikenal dan bisa dipercaya.
Mestinya memang bukan cuma wacana,
mari mengorganisir diri bersama rakyat. “Aku
tak ondak pilih caleg yang punya trawl,” salah seorang nelayan
setengah berikrar. Menurut Teten Masduki, yang juga menjadi narasumber dalam
diskusi itu, caleg yang punya trawl adalah politisi busuk,
menurut kriteria nelayan. Silakan para pemilih untuk menentukan kriterinya
sendiri. Dan yang paling penting adalah : Kenali siapa caleg di wilayah kita
nanti! kata Teten lagi. Masih
menurut Teten, Politisi Busuk (baik di legislatif maupun
eksekutif) adalah orang dengan beberapa ukuran antara lain : terlibat
pelanggaran HAM, KKN, perusak lingkungan, pelaku kekerasan terhadap istri, dan
dapat ditambahkan lagi sesuai dengan ukuran yang dibuat oleh pemilih. Selain
itu, kriterinya juga boleh ditentukan sendiri oleh calon pemilih nanti.
Substansi dari mendukung Gerakan untuk Tidak Pilih Politisi Busuk adalah
menumbuhkan kecerdasan pemilih, untuk memilih secara rasional, tidak memilih
yang busuk. i
Kalau
semua busuk ? i
Terserah
rakyat, mau pilih yang busuk atau tidak ? i
Kalau
tidak mau pilih karena busuk semua ? i
Itu
rasional, itu PEMILIH CERDAS ! Begitu
tegas Teten Masduki, koordinator
Gerakan Jangan Pilih Politisi Busuk, yang berbagi banyak informasi dalam diskusi
tersebut, pada sessi kedua, di bawah sinar
bulan.***(Ning) Yahoo! Groups Links
|
<<attachment: image001.gif>>
<<attachment: Ivy.gif>>
