SapasimboK                                              Media Informasi dan Komunikasi

                                                                          Serikat Perempuan Independen (SPI)

                                                                                      Deli Serdang Sumatera Utara

 

 Edisi : Januari 2004 


Pemilih Cerdas :

 “Tidak Pilih Politisi Busuk”


32 orang peserta, laki-laki dan perempuan dari organisasi-organisasi masyarakat seperti nelayan, buruh perkebunan, petani, perempuan, pemuda, PKK berkumpul dan ada juga dari BPD, mendengarkan dengan tenang, ketika Elfanda (FITRA Sumut) berbagi informasi bahwa di Medan, kalangan LSM baru saja mendeklarasikan Gerakan : Jangan Pilih Politisi Busuk.

 

“Ini gerakan moral. Pemilu 1999 terbukti telah melahirkan banyak politisi-politisi yang secara sangat jelas berkontribusi atas terjadinya penindasan dan pelecehan hak-hak rakyat. Kalau pada Pemilu kali ini orang seperti itu lagi yang kita pilih, maka penindasan terhadap hak-hak rakyat akan terus terjadi,” Begitu antara lain pengantarnya dalam diskusi itu.

 

Tanggal 9 dan 10 Januari 2004, diskusi yang dimulai senja hari, jam 15.30 – 22.00 WIB di halaman sebuah sekolah SD Inti yang tak terawat di Dusun Taiwan Desa Sialang Buah kecamatan Teluk Mengkudu itu, memberi gambaran kepada peserta bahwa gerakan untuk tidak memilih politisi busuk ternyata cukup menyebar secara luas.

 

“Kita sudah sangat terlambat. Bukankah seharusnya dilakukan pengorganisasian rakyat lebih awal sebelum menggulirkan ide gerakan ini,?” Komentar salah seorang mahasiswa dari PDS Medan.

 

Mungkin, kalau yang dilakukan hanya wacana, ini bisa terlambat. Tetapi, ketika yang diorganisir adalah kesadaran kritis rakyat yang sebenarnya sudah capek ditipu oleh para politisi setiap kali menjelang Pemilu, maka tidak ada istilah terlambat. Kali ini suara rakyat akan benar-benar sangat berguna, sebab dengan sistim pemilihan langsung dan terbuka dimana kita mencoblos nama sang caleg, rakyat punya peluang untuk memilih wakil yang dikenal dan bisa dipercaya. Mestinya memang bukan cuma  wacana, mari mengorganisir diri bersama rakyat. “Aku tak ondak pilih caleg yang punya trawl,” salah seorang nelayan setengah berikrar. Menurut Teten Masduki, yang juga menjadi narasumber dalam diskusi itu, caleg yang punya trawl adalah politisi busuk, menurut kriteria nelayan. Silakan para pemilih untuk menentukan kriterinya sendiri. Dan yang paling penting adalah : Kenali siapa caleg di wilayah kita nanti! kata Teten lagi.

 

Masih menurut Teten, Politisi Busuk (baik di legislatif maupun eksekutif) adalah orang dengan beberapa ukuran antara lain : terlibat pelanggaran HAM, KKN, perusak lingkungan, pelaku kekerasan terhadap istri, dan dapat ditambahkan lagi sesuai dengan ukuran yang dibuat oleh pemilih. Selain itu, kriterinya juga boleh ditentukan sendiri oleh calon pemilih nanti. Substansi dari mendukung Gerakan untuk Tidak Pilih Politisi Busuk adalah menumbuhkan kecerdasan pemilih, untuk memilih secara rasional, tidak memilih yang busuk.

i          Kalau semua busuk ?

i          Terserah rakyat, mau pilih yang busuk atau tidak ?

i          Kalau tidak mau pilih karena busuk semua ?

i          Itu rasional, itu PEMILIH CERDAS !

Begitu tegas Teten Masduki, koordinator Gerakan Jangan Pilih Politisi Busuk, yang berbagi banyak informasi dalam diskusi tersebut, pada sessi kedua, di bawah sinar bulan.***(Ning)



Yahoo! Groups Links

<<attachment: image001.gif>>

<<attachment: Ivy.gif>>

Kirim email ke