Kantor Berita Radio 68h
Bekerjasama dengan  Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KONTRAS)  Kembali menggelar diskusi  Kamisan bertajuk:

 �Quo Vadis HAM dan Demokrasi Pasca Pemilu 2004�
 
Pembicara: 
1.
       William Liddle, Guru besar politik dari Ohio University AS
2.       Ifdal Kasim, ELSAM
3.       M. Qodari, Lembaga Survey Indonesia 
4.       Esther Jusuf, Solidaritas Nusa Bangsa
 
           
Diskusi akan digelar pada :
Hari/tanggal       : Kamis, 15  April 2004
Pukul                 : 13.00 hingga 14.30 WIB
Bertempat di      : MINA Seafood Restauran, Lobby depan, Hotel Sahid Jaya, Jl. Jend. Sudirman  Jakarta Pusat.
 
Di Jakarta, diskusi akan  disiarkan langsung lewat gelombang 89.35 FM dan 603 AMStereo
Acara ini gratis, terbuka untuk umum,
didukung oleh KORAN TEMPO dan Hotel Sahid Jaya Jakarta
 
Kami mengajak Pendengar di rumah untuk ikut  berpartisipasi,
dengan menelpon telepon bebas pulsa: 0800 140 3131.
Bagi pengguna HP (atau telepon genggam), anda bisa menghubungi nomor: 021-85909946 atau 47.
 
 
Fokus Diskusi: �Quo Vadis HAM dan Demokrasi Pasca Pemilu 2004�
 
Hasil perhitungan sementara Pemilu 2004 menunjukkan, partai-partai mapan masih mendominasi perolehan suara. Setidaknya PDI-P, Golkar, PKB, dan PPP masih memimpin. Di luar itu, dua partai baru yakni Partai Demokrat PD dan Partai Keadilan Sosi
al PKS juga memperoleh suara yang cukup signifikan. Hasil perhitungan akhir memang belum final, tapi kita mulai menimbang-nimbang, bagaimana prospek demokrasi dan penegakan hak asasi manusia setelah pemilu 2004 ?
 
Partai-partai lama seperti PDI-P, Golkar, PKB, dan PPP sejauh ini, tidak mampu menunjukkan kinerja yang cukup baik d
alam menyelesaikan berbagai persoalan ham di tanah air. Sementara dua partai baru yang memperoleh suara cukup signifikan yakni PD dan PKS pun meragukan. Sebagai partai berbasis Islam, banyak kalangan mempertanyakan komitmen PKS dalam soal penegakan demokrasi dan HAM. Sementara Partai Demokrat yang kental diwarnai oleh para pensiunan tentara, diragukan akan mampu mengelola persoalan demokrasi dan HAM secara baik. Bagaimana analisis penegakan demokrasi dan HAM di masa depan, dan bagaimana pandangan partai baru soal kedua isu ini ?
 
 

Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
click here


Yahoo! Groups Links


Kirim email ke