Kompas On Line, Rabu, 13 Januari 1999
Menneg LH Copot Tiga "Pendekar" Lingkungan
Jakarta, Kompas
Suasana antireformasi mewarnai Kantor Menteri Negara Lingkungan
Hidup setelah Menneg Panangian Siregar secara resmi hari Selasa
(12/1) mencopot tiga "pendekar" lingkungannya.
Ketiga reformis Kantor Menneg LH dan Badan Pengendalian Dampak
Lingkungan (Bapedal), Nabiel Makarim (Deputi Pengendalian
Pencemaran Bapedal), Surna T Djajadiningrat (Deputi Amdal dan
Pembinaan Teknis Bapedal), dan RTM Sutamihardja (Staf Ahli
Lingkungan Global Kantor Menneg LH), diberhentikan saat proses
reformasi sedang berjalan.
Pemberhentian ketiga tokoh ini dinilai para pengamat lingkungan
tidak tepat dan tidak wajar. Justru mereka sangat dibutuhkan
sekarang, saat lingkungan hidup cenderung akan dikorbankan untuk
menanggulangi krisis ekonomi. Mereka diberhentikan berdasarkan
Keppres tertanggal 7 Januari 1999.
"Kita sedih, hanya kurang dari setahun semua berubah sama sekali.
Katanya reformasi, tetapi orang-orang yang lebih dahulu melakukan
reformasi saat KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme) masih subur,
malah digusur," kata Sarwono Kusumaatmadja, mantan Menteri
Lingkungan Hidup yang hadir dalam acara perpisahan, sekaligus
buka puasa bersama dengan mantan anak buahnya, Senin (11/1)
sore.
"Jangan tanya alasannya. Sebab-sebab diberhentikan saya tidak
tahu, karena saya tidak pernah dipanggil," kata Nabiel dalam acara
perpisahan Senin. Sampai sore itu ia masih belum tahu nasib dirinya
selanjutnya.
Sementara -meski belum pasti- Surna T Djajadiningrat kemungkinan
akan direkrut Deptamben. "Profesor saya di ITB di bidang
manajemen lingkungan, jadi sampai mati saya tetap di lingkungan,"
katanya.
Menneg LH melantik para pengganti itu Selasa, tanpa dihadiri ketiga
orang yang diberhentikan. Prof dr Haryoto Kusnoputranto jadi
Asmenneg LH Bidang Lingkungan Buatan sekaligus Deputi Bidang
Pengendalian Pencemaran.
Aca Sugandhy Apandi sebagai Deputi Bidang Pengendalian
Lingkungan sekaligus Asmenneg LH Pengelolaan Lingkungan Alam.
Effendi Achmad Sumardja sebagai Deputi Penegakan Hukum dan
Amdal. Sedangkan Prof Dr Kasumbogo Untung menjabat sebagai
Staf Ahli Bidang Lingkungan Hidup Global.
Pejabat lain, Sudarsono SH, Sekmenneg LH merangkap Sekretaris
Utama Bapedal, Sidik Poernomo (Asmenneg Pengelolaan
Lingkungan Hidup Sosial merangkap Deputi Peningkatan Kapasitas
Kelembagaan dan SDM), Adam Ibrahim Indrawidjaja (Staf Ahli
Ekonomi Lingkungan Hidup), Prof Dr Hadi S Alikodra (Staf Ahli
Teknologi Lingkungan), Hambar Martono (Staf Ahli Hukum
Lingkungan).
Disayangkan
"Saya merasa kehilangan. Mereka itu orang-orang lingkungan yang
sudah saya kenal puluhan tahun dan sangat vokal. Kalau pencopotan
ini tidak diwarnai dengan kontroversi, sebenarnya juga masalah,"
kata Emmy Hafild, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup
Indonesia (Walhi) yang hadir dalam perpisahan itu.
"Mereka ini pemikir-pemikir lingkungan, namun mereka ini harus
digeser dalam keadaan krisis ekonomi seperti sekarang. Mungkin
benar kalau lingkungan akan dikorbankan demi ekonomi," kata
Masnellyarti Hilman, Direktur Pengendalian Limbah B-3 (bahan
beracun berbahaya) yang menyampaikan kesan-kesan para staf
Deputi Pengendalian Pencemaran Bapedal.
"Ketika saya masih baru memimpin Bapedal, Nabiel menjadi guru
saya dalam bidang lingkungan yang dengan sabar dan tekun
memberi penerangan di bidang terkait. Namun, rupanya sekarang ia
mempunyai atasan yang sulit mendapat penjelasan," kata Sarwono.
(awe)
___________________________________________________________________
Mulai langganan envorum: "subscribe envorum" ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan envorum: "unsubscribe envorum" ke [EMAIL PROTECTED]
Arsip envorum di http://www.egroups.com/list/envorum