Salam Lestari,
Menyambung diskusi tentang wetland technology, selama ini yang kita
bicarakan adalah penggunaan mikroflora dll pada lahan basah sebagai
sarana pendegradasi limbah. Sebenarnya dari awal (posting saya
"indikator biologis") saya ingin mengetahui juga organisme yang
digunakan sebagai pendeteksi kualitas air jadi tidak hanya organisme yang
dapat mendegradasi limbah.
Dulu saya pernah membantu mengadakan seminar tentang pemberdayaan warga
dalam pelestarian lingkungan hidup di sepanjang DAS Brantas Malang, di
dalamnya membahas juga tentang indikator biologis air sungai. Oleh
pemateri kalo nggak salah seorang peneliti dari Jerman diberikan cara
cara yang sangat mudah untuk dilakukan orang awam dalam melakukan
pendektesian kualitas air sungai dengan memanfaatkan organisme bentos
yang ada di perairan itu (Brantas) mengingat peserta seminar adalah warga
masyarakat di sepanjang DAS Brantas yang banyak menggunakan air sungai
untuk keperluan hidupnya, Selain dari kelompok bentos juga dengan melihat
adanya spesies semisal Tubifex sp.
�
Mungkin rekan-rekan mempunyai juga literatur juga tentang organisme yang
dapat dipergunakan untuk indikator biologis (mungkin di perairan sungai
di daerah anda) saya sangat senang sekali bila dapat mengetahuinya.
Salam Hangat,
Avian W
At 14:51 13/01/99 -0800, you wrote:
>Rekan-rekan peminat lahan basah,
>
>Menyambung komentar rekan-rekan Misri Gozan, Avian Wicaksono dll.
tentang lahan
>basah sebagai lahan penyaring limbah, memang teknologi ini adalah
salah satu
>teknologi yang sudah dikembangkan, a.l., di A.S.� Teknologi ini
merupakan bagian
>dari "Phytoremediation" suatu cara pemulihan/penyembuhan
("remediation") dengan
>menggunakan tumbuh-tumbuhan sebagai penyerap limbah (terutama logam
dan senyawa
>organik). Macam-macam cara, ada yang memakai pohon (di A.S. salah
satu pohonnya
>adalah jenis "Poplar", saya tidak tahu di Indonesia macam
pohon apa; ada juga
>yang menggunakan jenis "Linacea", ganggang, alang-alang
dsb., terutama untuk air
>terbuka ("open-water environment").
>
>Teknik "phytoremediation" ini seperti yang dikatakan oleh
rekan Avian Wicaksono
>dari UNBRA, Malang, mudah ditrapkan, terutama dengan adanya
pencemaran air,
>airtanah dan tanah oleh limbah bahan-bakar, seperti bensin (berapa
banyak tangki
>bawah-tanah dipompa bensin yang bocor?).
>
>Kebetulan saat ini saya bekerja sebagai konsultan mandiri menangani
pencemaran
>airtanah dan tanah (mulanya lulusan ITB jurusan teknik Pertambangan
tahun 1961,
>nyasar keteknologi lingkungan selama 24 tahun terakhir di A.S.)
>
>Kalau ada rekan-rekan yang ingin meneruskan diskusi ini dan kalau
saya bisa
>membantu mencarikan literatur yang berkaitan dengan
"phytoremediation", walaupun
>ini mungkin bukan arena diskusi lahan basah, harap kontak.
>
>Salam dari A.S.
>
>J. Sumartojo
>Environmental Management Associates
>2236 Carlyle Drive, Marietta, Georgia 30062, USA
>Tel: 770 321 8321
>Fax: 770 971 6376
>e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
Avian Wicaksono
BIOLOGI/FMIPA UNIBRAW MALANG
Residence:
Jl. Raya Candi III/65, Malang 65146
Phone: +62 0341-580334
Mailto: [EMAIL PROTECTED]
___________________________________________________________________
Mulai langganan envorum: "subscribe envorum" ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan envorum: "unsubscribe envorum" ke [EMAIL PROTECTED]
Arsip envorum di http://www.egroups.com/list/envorum
BARU!! Arsip di http://www.mail-archive.com/[email protected]
[envorum] Organisme Pendeteksi Re: "Wetland Technology dan Ecoengineering"
Avian W (IhdInAsSyIrOotOl mUstaqIim2) Thu, 14 Jan 1999 03:51:29 -0500
- Re: [envorum] Organisme Pendeteksi R... Avian W (IhdInAsSyIrOotOl mUstaqIim2)
- Re: [envorum] Organisme Pendete... Jojok Sumartojo
- Re: [envorum] Organisme Pendete... Eriyawan
