Salam Hijau,
Wah, ternyata orang kita sekarang udah terpengaruh film Hollywood
ya...saya pernah mengalami sendiri mas peristiwa kaya gini, selama saya
penelitian di TN Alas Purwo Banyuwangi hampir tiap hari saya dapat ikan
gratis dipinggir pantai, tapi ada yang kepalanya udah hilang, separo
badan, atau tinggal ekornya saja...saya sendiri tahu siapa yang melakukan
pengeboman, tapi apa daya dari saya ini mas yang seorang diri...sedangkan
pengamanan dari pihak taman nasional juga tidak memiliki fasilitas yang
memadai untuk melakukan pengamanan dikawasan laut...padahal laut di sana
cukup berbahaya lo mas...
Bagaimana mas seharusnya saya menghadapi yang seperti ini
Salam Lestari,
Avian W
At 21:01 14/01/99 +0700, you wrote:
>Republika Online edisi: 14 Jan 1999
>
>Pemboman Ikan Disesalkan
>
>BANDAR LAMPUNG -- Balai Konservasi Sumberdaya Alam
>(BKSDA) II Tanjungkarang memprihatinkan masih terus
>terjadinya pemboman ikan oleh sejumlah nelayan di areal
>penangkapan ikan di hampir seluruh perairan Lampung,
>termasuk di sekitar Anak Krakatau Selat Sunda.
>
>Menurut Kepala BKSDA II Tanjungkarang, Ir Harjanto WS,
>MSc, kepada ANTARA di Bandar Lampung, Senin, di
>kawasan laut di sekitar Kodya Bandar Lampung yang
relatif
>mudah terlihat, pemboman ikan liar itu masih terus terjadi
seperti
>tanpa kendali. ''Memang pemboman ikan sudah seperti
aktivitas
>harian para nelayan agar hasil tangkapannya lebih
banyak,
>namun karena dampaknya terhadap kerusakan laut dan
>pantai/terumbu karang cukup serius, kalau dibiarkan justru
akan
>merugikan banyak pihak termasuk nelayan sendiri,'' kata
>Harjanto.
>
>Diperoleh keterangan, beberapa pekan terakhir, petugas
>pengamanan laut dari unsur TNI-AL Pangkalan Panjang,
>Lampung berhasil memergoki dan menangkap sejumlah
nelayan
>yang sedang melakukan pemboman ikan, di antaranya
terdapat
>pula nelayan yang menggunakan racun kimia. Jika dengan
>pemboman (bom ikan menggunakan dinamit/mesiu peledak
>mercon) terumbu karang ikut hancur, dengan racun kimia
yang
>diceburkan ke laut, dipastikan ikut mematikan semua
hewan
>laut, termasuk yang bukan menjadi sasaran penangkapan.
>
>Kepala BKSDA II Tanjungkarang, Harjanto WS mengatakan,
>pemboman ikan di sekitar laut dekat beberapa pulau di
Teluk
>Lampung dan di kepulauan di Selat Sunda termasuk di
dekat
>kawasan cagar alam laut Anak Gunung Krakatau sampai saat
ini
>masih terus terjadi. Di Pulau Condong, Sebuku, Sebesi
dan
>beberapa pulau di sekitarnya, pengeboman ikan juga terjadi.
>
>Beberapa aktivis LSM lingkungan hidup di Lampung pun
sangat
>mengkhawatirkan dampak jangka panjang aktivitas
pengeboman
>ikan dan penggunaan racun kimia di laut untuk menangkap
ikan
>itu. Dalam waktu singkat, dipastikan menimbulkan
kerusakan
>ekosistem terumbu karang dan mematikan biota laut serta
>mengurangi populasi ikan.
>
>Nelayan yang menggunakan bom ikan maupun bahan kimia itu
>pun sewaktu-waktu bisa terancam nasibnya. Beberapa kali
>timbul korban jiwa nelayan yang terkena ledakan bom ikan
yang
>mereka pasang sendiri. Umumnya bom ikan itu diracik dan
>dibuat oleh nelayan sendiri. ''Tanpa pengamanan dan
>pengawasan intensif dan ketat disertai penyuluhan bagi
para
>nelayan, aktivitas pengeboman ikan di laut cenderung akan
terus
>terjadi,'' ujar Harjanto WS mengingatkan. n ant
>
>
>
>___________________________________________________________________
>Mulai langganan envorum: "subscribe envorum" ke
[EMAIL PROTECTED]
>Stop langganan envorum: "unsubscribe envorum" ke
[EMAIL PROTECTED]
>Arsip envorum di
http://www.egroups.com/list/envorum
>
>BARU!! Arsip di
http://www.mail-archive.com/[email protected]
>
Avian Wicaksono
BIOLOGI/FMIPA UNIBRAW MALANG
Residence:
Jl. Raya Candi III/65, Malang 65146
Phone: +62 0341-580334
Mailto: [EMAIL PROTECTED]
___________________________________________________________________ Mulai langganan envorum: "subscribe envorum" ke [EMAIL PROTECTED] Stop langganan envorum: "unsubscribe envorum" ke [EMAIL PROTECTED] Arsip envorum di http://www.egroups.com/list/envorum BARU!! Arsip di http://www.mail-archive.com/[email protected]
