Republika Online edisi: 24 Jan 1999 Millenium Bug Tak terasa kita telah berada di tahun 1999, tahun terakhir dari millenium kedua pada penanggalan masehi. Tahun ini merupakan tahun terakhir yang dapat kita nikmati sebelum terjadinya ''bencana'' yang diakibatkan oleh millenium bug. Begitu besar, katanya, bencana yang akan kita alami ini, sehingga peristiwa itu sering disebut sebagai ''kiamat komputer'' di dalam media massa kita. Suatu ungkapan yang mungkin ada benarnya, hanya saja komputernya sendiri sebetulnya akan baik-baik saja, tapi kehidupan manusialah yang akan menjadi ''kiamat'' karenanya. Media massa sering memberitakan tentang bencana besar yang diakibatkan oleh kekacauan pada sistem komputer berskala besar, seperti pada jaringan perbankan, perusahaan penerbangan, dan lain-lain. Tetapi sedikit sekali perhatian yang telah diberikan kepada komputer-komputer PC yang jumlahnya di seluruh dunia telah mencapai sekitar 250 juta unit. Untuk negara kita, dimana sebagian besar perusahaan menggunakan PC untuk berbagai aplikasi bisnis yang penting, hal ini tentunya harus mendapatkan perhatian yang lebih serius. Menurut survey yang telah dilakukan oleh Gartner group, 64% perusahaan di seluruh dunia menggunakan PC untuk seluruh aplikasi bisnis mereka. Sebanyak 90% dari jumlah tersebut akan mengalami masalah serius dengan millenium bug. Angka tersebut bisa lebih tinggi lagi untuk Indonesia, mengingat hanya beberapa perusahaan besarlah yang telah menggunakan komputer mainframe untuk operasi bisnisnya, selebihnya masih menggunakan PC. Akar masalah dan akibatnya Sebelum kita membahas tentang tindakan apa saja yang dapat ditempuh untuk mengatasi dampak millenium bug ini, sebaiknya kita mengetahui bagaimana masalah ini bisa terjadi, serta sebesar apa dampak yang bisa ditimbulkannya. Millenium bug sebetulnya disebabkan oleh hal yang bisa dibilang sepele. Pada awal perkembangan komputer, di pertengahan tahun 1960-an, harga komputer masih sangat mahal, walaupun kemampuan komputer tersebut tidak lebih hebat dari kalkulator saku yang ada sekarang. Media penyimpan data yang ada pada saat itu, di samping mahal, juga hanya dapat menyimpan data dalam jumlah yang sangat terbatas. Untuk menghemat tempat pada media penyimpanan ini, maka informasi yang disimpan harus dapat disimpan dalam bentuk yang sesingkat mungkin. Salah satu metoda penyingkatan tersebut yaitu dengan menuliskan angka tahun dengan dua digit terakhir saja. Sebagai contoh tahun 1960 cukup dituliskan dengan angka 60. Hal ini dilakukan dengan asumsi bahwa semua tahun selalu dimulai dengan angka 19. Dengan cara ini bisa didapat penghematan sebanyak 2 karakter untuk setiap penulisan tanggal. Bagi kita, penghematan tersebut mungkin sama sekali tidak ada artinya. Namun untuk saat itu, penghematan tersebut, untuk volume data yang besar, terbukti mampu menghasilkan penghematan sampai puluhan ribu dollar untuk media penyimpanan. Hal yang bagi kita mungkin kedengaran aneh, karena pada saat ini media penyimpanan komputer telah menjadi sangat murah. Para pencipta cara ini tentu menyadari bahwa sistem ini tidak akan bisa dipakai sampi tahun 2000. Namun mereka tidak mengira bahwa cara ini masih akan dipakai pada tahun 2000, lebih dari 30 tahun jika dihitung dari saat itu. Sayangnya perkiraan mereka ternyata meleset. Sampai saat inipun ternyata cara penulisan tahun dengan dua digit ini masih tetap dipakai. Karena sekarang kita masi menggunakan sistem penanggalan dua digit, maka tahun 2000 akan kita tuliskan dengan angka 00, yang oleh komputer akan diartikan sebagai tahun 1900. Pemilu yang dilaksanakan di Indonesia tahun 2004 (kalau ada) akan diartikan oleh komputer sebagai pemilu tahun 1904, yang tentu saja mustahil karena pada saat itu Indonesia masih dibawah penjajahan belanda. Sebagai akibat dari masih dipakainya cara penanggalan ini, maka semua sistem komputer yang melibatkan penanggalan akan menjadi kacau begitu terjadi peralihan dari tahun 1999 menjadi tahun 2000. Perusahaan-perusahaan asuransi, perbankan, transportasi, perdagangan, dan lain-lain akan menderita secara langsung karenanya. Setiap orang juga akan terkena dampaknya baik langsung ataupun tidak langsung. Berita buruknya ternyata belum cukup sampai disini, karena disamping perangkat lunaknya, perangkat keras komputer juga dirancang untuk efisiensi yang sama dalam hal penanggalan. Jaringan komputer, peralatan telekomunikasi, lampu lalulintas, lift, dan semua peralatan yang dikontrol dengan komputer akan mengalami kegagalan pada tingkat yang berbeda-beda. Perpindahan dari tanggal 31 Desember 1999 ke tanggal 1 Januari 2000 merupakan juga perpindahan dari ribuan tahun atau millenium kedua ke millenium ketiga. Sehingga kesalahan pada penanggalan komputer yang akan terjadi pada saat itu dinamakan millenium bug Akibat millenium bug pada PC Masalah yang mungkin ditimbulkan oleh millenium bug pada PC meliputi empat hal, yaitu perangkat keras, sistem operasi, program aplikasi, serta database. Masalah pada perangkat keras Perangkat keras PC yang akan mengalami masalah adalah BIOS dan RTC(real time clock). Survey yang dilakukan oleh Gartner group menunjukkan bahwa sebanyak 85% dari BIOS pada PC yang diproduksi sebelum tahun 1997 akan mengalami masalah dengan adanya millenium bug. BIOS adalah komponen komputer yang mengatur sistem penanggalan pada PC. BIOS yang ''tidak bermasalah'' memiliki sistem penanggalan internal 19xx, dan secara otomatis akan berubah menjadi 20xx begitu memasuki tahun 2000. BIOS yang ''bermasalah'' juga memiliki sistem penanggalan internal 19xx , tetapi begitu memasuki tahun 2000, tanggalnya akan kembali menunjukkan 1900. Sebagian BIOS bermasalah lainnya akan kembali ke angka tahun 1980, yaitu tahun yang dianggap dimulainya jaman komputer menurut versi Microsoft. Kesalahan pada BIOS ini akan berakibat langsung pada sistem operasi yang digunakan serta program aplikasi yang melibatkan penanggalan. Sebagian aplikasi akan menjadi kacau, sebagian lagi kemungkinan tidak jalan sama sekali. Kegagalan pada BIOS ini relatif mudah untuk dideteksi dan diperbaiki. Perbaikan pada BIOS dapat dilakukan secara software atau hardware. Masalah pada sistem operasi Sistem operasi dapat dikatakan merupakan nyawa dari komputer. Sebagian sistem operasi akan ''mati'' begitu memasuki tahun 2000, karena memiliki sistem penanggalan yang hanya dimulai dengan angka tahun 19xx. Sistem operasi berhubungan dengan program komputer dan juga BIOS. Kegagalan pada sistem operasi akan mengakibatkan kegagalan program aplikasi yang dijalankan diatas sistem operasi tersebut tidak dapat dijalankan. Masalah pada program aplikasi Program aplikasi yang akan mengalami masalah, terutama adalah program yang berhubungan dengan penanggalan. Program aplikasi yang memiliki lisensi atau masa pakai yang terbatas akan langsung habis masa pakainya dan tidak dapat dipergunakan lagi begitu memasuki tahun 2000. Contoh dari program aplikasi semacam ini adalah program-program shareware yang biasa kita dapat melalui Internet. Masalah pada database Masalah yang akan dialami terdapat baik pada program aplikasi database yang digunakan maupun pada datanya sendiri. Program aplikasi database dan spreadsheet biasanya memiliki sitem penanggalan internal yang dapat menyingkat penulisan tanggal. Pada masa lalu, hal ini tentu sangat membantu, tapi sekarang terbukti menjadi sumber masalah karena program database tersebut hanya dapat menyimpan tahun yang berawalan dengan angka 19. Masalah yang berkaitan dengan data yang terjadi yaitu pada presentasi dan transfer data. Sudah umum digunakan pada berbagai aplikasi pengisian formulir, bahwa untuk penulisan tahun hanya disediakan tempat untuk menuliskan dua digit terakhir. Akibatnya, untuk dapat menampung angka empat digit, tampilan dari program aplikasi tersebut harus diubah. Transfer data dari satu versi perogram ke versi lainnya atau ke program lain, juga berpotensi untuk menghasilkan kesalahan. Tipe dari data yang ditransfer tersebut biasanya mengikuti tipe pada format sebelumnya, sehingga kesalahan yang ada akan tetap tinggal, walaupun digunakan program aplikasi baru yang bebas dari masalah millenium bug. Itulah beberapa potensi masalah pada PC yang mungkin timbul begitu kita memasuki angka tahun 2000. Banyaknya masalah yang akan dihadapi tergantung kepada perangkat keras, sistem operasi, serta program aplikasi yang kita gunakan. Sedangkan besarnya kerugian yang ditimbulkan tergantung kepada berapa penting PC, program aplikasi, serta data yang terdapat didalamnya bagi kita. Sebagian orang mungkin tidak merasakan kerugian apa-apa, tapi sebagian yang lain mungkin akan kehilangan segala-galanya. Kerugian terbesar tentu akan dialami oleh perusahaan-perusahaan yang selama ini menggantungkan kelancaran operasi perusahaannya pada PC tersebut. Pada perusahaan, kerugian tersebut bisa berupa kegagalan memproses pesanan, pengiriman barang, pembayaran atau penagihan, pelayanan pada konsumen dan lain-lain. Akibat dari kegagalan-kegagalan diatas bisa berupa berhentinya produksi, keterlambatan pengiriman barang, kehilangan konsumen, rusaknya citra perusahaan, bahkan tuntutan hukum dari pemasok ataupun konsumen. Langkah-langkah penyelamatan< Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Ungkapan ini sekali lagi berlaku dalam hal penyelamatan perusahaan dari bencana yang akan ditimbulkan ''kutu millenium'' ini. Kesempatan yang kita miliki untuk memperbaiki sistem komputer kita sudah berada dalam hitungan hari, bukan lagi tahun. Karena itu kesempatan ini tidak boleh di sia-siakan satu haripun, sebab keterlambatan satu hari ini siapa tahu bisa menghancurkan perusahaan yang sudah dirintis selama bertahun-tahun. ___________________________________________________________________ Mulai langganan envorum: "subscribe envorum" ke [EMAIL PROTECTED] Stop langganan envorum: "unsubscribe envorum" ke [EMAIL PROTECTED] Arsip envorum di http://www.egroups.com/list/envorum BARU!! Arsip di http://www.mail-archive.com/[email protected]
