Terima kasih atas tanggapannya Mas Djuni dan juga Pak Kresna,
Sebenarnya, saya menghargai niat baik Anda untuk membantu rekan-rekan lain agar tidak
perlu bersusah payah melihat site-site on line tersebut. Saya amat sangat berterima
kasih tetapi tolong liat juga dari segi pemilik copy right-nya yaitu yang menyajikan
berita-berita itu. Mungkin Anda bisa belajar dari bagaimana radio atau televisi di
dalam menginformasikan berita-berita yang dimuat oleh surat kabar atau majalah pada
hari itu. Biasanya mereka hanya mengulas sedikit, mungkin LEAD beritanya saja
sedangkan berita lengkapnya yach tetap harus dicari oleh si pembaca tersebut. Dengan
demikian mereka membantu para pembaca untuk memilih suratkabar apa yang bakal dibaca
dan membantu para penerbit suratkabar untuk menjual surat kabarnya sehingga tidak ada
yang merasa dirugikan. Usaha Anda dengan hanya menyajikan sedikit isi berita surat
kabar mungkin akan menarik minat para netter lain untuk berkunjung ke site tersebut
sepanjang berita yang anda infokan itu menarik atau menjadi perhati!
an mereka sehingga dari info itu pembaca sendirilah yang akan menentukan perlu atau
tidaknya berkunjung ke site itu guna membaca berita yang Anda infokan secara lengkap.
Menurut saya, usaha Anda seolah-olah memaksa orang lain untuk memperhatikan hal yang
mungkin tidak sesuai dengan interest-nya. Selain itu, Anda mungkin bisa juga belajar
bagaimana seseorang membuat suatu resensi buku atau film. Tokh tidak seluruh dari isi
buku atau film diuraikan.
Saya setuju dengan pendapat Pak Kresna, meskipun kita berada dalam satu milis envorum,
belum tentu semuanya memiliki perhatian yang sama. Hal inilah yang seharusnya menjadi
pertimbangan setiap orang yang mengirim posting. Apalagi untuk hal-hal yang sudah bisa
kita peroleh melalui media lain. Kita tokh tidak akan senang apabila kita melihat
berita yang sama disiarkan oleh lebih dari satu stasiun televisi. Apakah tidak ada
topik lain yang bisa disajikan? Karena dengan banyaknya media, kita tokh berharap bisa
memperoleh berbagai macam berita/informasi yang memang kita butuhkan.
Yang jelas, hari ini, saya sempet kesel gara-gara check email yang isinya posting
mengenai berita-berita itu setelah sebelumnya coba saya diamkan untuk melihat respon
dari yang lain. Karena nggak ada, yach terpaksa saya yang mulai. Tetapi mungkin juga,
pendapat saya ini salah. Silahkan komentar yang lain. Kalau mayoritas menganggap
posting tersebut positif, silahkan teruskan dan yang saya bisa lakukan paling tinggal
tekan tombol delete. Akan tetapi bagaimana dengan waktu saya dan pulsa telepon saya.
Apalagi kalau tarif telepon jadi naik. Dalam sehari, coba bayangkan kalau seluruh
netter di milis Envorum ini punya pikiran dan pertimbangan yang sama seperti Anda, apa
yang bakal terjadi. Jadilah milis envorum sebagai wadah penyalin berita-berita di
suratkabar. Masih beruntung, baru Anda yang berpikiran seperti itu. Ok demikian,
tanggapan saya. Silahkan teman-teman untuk juga menanggapi hal ini karena saya pikir
hal ini tergantung sidang pembaca.
salam
Diah
___________________________________________________________________
Mulai langganan envorum: "subscribe envorum" ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan envorum: "unsubscribe envorum" ke [EMAIL PROTECTED]
Arsip envorum di http://www.egroups.com/list/envorum
BARU!! Arsip di http://www.mail-archive.com/[email protected]