BERITA LINGKUNGAN 06/02/99

http://www.suarapembaruan.com/News/1999/02/060299/index.html


UARA PEMBARUAN DAILY

Kemiskinan Dan Keanekaragaman Hayati

Oleh: Hyronimus Rhiti

Ada berita yang menyebut, akibat dari berbagai jenis krisis ditambah
beberapa kerusuhan berkesinambungan selama ini menambah jumlah orang miskin
absolut di Indonesia, yang diperkirakan sudah mencapai sekitar 40% (lebih
dari 80 juta orang). Karena itu tajuk rencana harian Suara Pembaruan
(25/1/1999) berpendapat, sebaiknya fokus perhatian kita ialah mengatasi
masalah kemiskinan absolut itu. Pendapat ini masuk akal, karena dengan cara
ini masalah lingkungan hidup diharapkan dapat ikut berkurang.

Namun belum jelas benar, apakah 80 juta orang miskin absolut itu sebagian
besar
terdapat di perdesaan atau di perkotaan. Karakter kemiskinan di desa dan di
kota dari aspek masalah lingkungan hidup berbeda. Tampaknya kemiskinan
lebih meluas di desa, dan tekanan penduduk menimbulkan tekanan lingkungan
pada sumber daya pertanian, dan pengrusakan sumber-sumber daya alam hayati
beserta ekosistemnya. Sebaliknya kemiskinan di kota berhubungan erat dengan
persediaan air minum yang sehat, kurang cukupnya selokan pembuangan air,
kemacetan lalu lintas, kebisingan, pencemaran udara, dan masalah-masalah
lainnya (M.M. Hufschmidt, dkk, 1987).

___________________________________________________________________
Mulai langganan envorum: "subscribe envorum" ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan envorum: "unsubscribe envorum" ke [EMAIL PROTECTED]
Arsip di http://www.mail-archive.com/[email protected]
Arsip di http://www.egroups.com/list/envorum

Kirim email ke