Date: Fri, 29 Oct 1999 23:18:07 +0700 
From: Longgena Ginting <[EMAIL PROTECTED]> 
Subject: [walhi] Pertemuan Dengan Sarwono Ttg Dep.Ekspl.Laut 


Hasil Pertemuan dengan Bapak Sarwono Kusumaatmaja
Mengenai Terbentuknya Departemen Eksplorasi laut
(27 Oktober 1999)


Dilatar belakangi adanya pembentukan Departemen Eksplorasi Laut, beberapa LSM yang 
bergerak untuk isu laut (WWF, Walhi, Jaring Pela, Telapak, Yascita Kendari, Hivlak) 
mendatangi Sarwono Kusumaatmaja (27/10/1999) di rumahnya dan menyampaikan usulan dan 
tanggapan yang telah dirumuskan bersama-sama di kantor WWF Jakarta 

Pertemuan ini untuk menyampaikan ketidaksetujuan kita tentang nama departemen yang 
berkonotasi eksploitatif. Namun yang paling penting adalah menyampaikan ide kita 
tentang bagaimana seharusnya departemen ini (dalam struktur dan fungsi) agar dapat 
mengelola SDA laut secara berkelanjutan dan memperhatikan kepentingan masyarakat 
nelayan tradisional.Masalah-masalah perencanaan tata ruang laut, pemanfaatan SDA laut 
dengan memperhatikan prinsip desentralisasi, dan pengembangan nelayan kecil merupakan 
sebagian topik yang terdapat dalam usulan kepada menteri.

Dalam pertemuan diceritakan bahwa beliau juga belum tahu portpolio mengenai departemen 
yang baru ini. Namun diceritakannya bahwa dari pembicaraan dengan seseorang (orang 
dekat Presiden) bahwa departemen ini akn menjadi semacam information centre, yang 
menyediakan informasi (menjual) kepada setiap stake holder yang membutuhkan. Jadi 
departemen ini akan dihidupi oleh stake holder, misalkan yang hendak melakukan 
investasi. Menurutnya lembaga ini akan menjadi semacam Bappenas maritim. Ada juga 
kekhawatiran bahwa wewenang yang selama ini terkait pada beberapa instansi, apabila 
ditarik ke dalam departemen ini, akan membuat departemen ini menjadi sangat besar dan 
sulit untuk mengelolanya. 

Menurutnya pada tingkat nasional, lembaga ini hanya akan menjadi pembuat kebijakan, 
regulasi dan koordinasi. Pada tingkat lokal, pengelolaan SDA laut akan dilakukan 
menurut cara-cara masyarakat setempat. Untuk itu, pemetaan wilayah pengelolaan laut 
adat dan tradisional mutlak diperlukan. Ini merupakan kesempatan yang baik.

Penegakan hukum di wilayah laut akan dilakukan oleh TNI AL dan polisi. Diusulkan oleh 
rombongan untuk melihat diaktifkannya Penyelidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di laut.

Oleh karena Departemen ini baru, Sarwono merencanakan untuk bersama-sama LSM dan pakar 
merumuskan visi departemen ini ke depan. Dimana akan ada hearing untuk mendapat 
masukan-masukan dari LSM sendiri, pakar, dan gabungan keduanya yang dimoderatori oleh 
Sarwono. Kemungkinan hearing tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat. 

Ini merupakan kesempatan yang baik bagi kita untuk membuka wacana dan merumuskan visi 
LSM terhadap pengelolaan SDA laut.

 
Raja Siregar
Advokasi Pesisir dan Laut
Eksekutif Nasional Walhi


WALHI
Indonesian Forum for Environment
Jalan Tegal Parang Utara No. 14
12790 Jakarta - INDONESIA
Phone: +62-21-794-1672 (2 lines), 7919-3363 (5 lines)
Fax: +62-21-7941673
E-mail: <[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>
<[EMAIL PROTECTED]> 

---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]
dan di http://www.egroups.com/list/envorum

Kirim email ke