---------------------------------------------------
Yh. Budi Sulistioadi
Sustainable Forest Management Project
(SFMP-GTZ-MoFEC)
East Kalimantan - Indonesia
Phone : +62 - 541 - 733434
E-mail : [EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------
Please zip large files !!!
-----Original Message-----
From: Panthom-PLASMA <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>; sfmpedis
<[EMAIL PROTECTED]>
Cc: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>;
[EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
<[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
<[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
<[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
<[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>;
[EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>;
[EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>;
APKSA-Milis <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 21 Juni 2000 11:01
Subject: Re: envorum mailing list
>Wah.... ini surat sudah basi! nggak berlaku! sudah ada perkembangan yang
>baru yang 162 derajat berbeda dgn isi surat itu.
>tolong teruskan ke envorum.......
>kasihan mereka dapet berita basi!
>kalau dapet nasi basi bisa sakit perut, tuh!!
>
>panthom
>
>
>-----Original Message-----
>From: sfmpedis <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
>Cc: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>;
>[EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>;
[EMAIL PROTECTED]
><[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
><[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>;
>[EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>;
>[EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>;
>[EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
><[EMAIL PROTECTED]>
>Date: Thursday, June 22, 2000 2:25 AM
>Subject: envorum mailing list
>
>
>>Ini ada surat dari lembaga adat besar Linggang kepada walhi. Mungkin
>>kawan-kawan sudah dapat dan bagi yang belum dapat mungkin bermanfaat.
>>
>>ES
>>
>>>Return-path: <[EMAIL PROTECTED]>
>>>X-Sender: [EMAIL PROTECTED]
>>>Date: Tue, 20 Jun 2000 17:28:33 +0700
>>>To: [EMAIL PROTECTED],[EMAIL PROTECTED],
>>> [EMAIL PROTECTED]
>>>From: [EMAIL PROTECTED] (Budi Sulistioadi)
>>>Subject: envorum mailing list
>>>
>>>Berikut berita dari milist [EMAIL PROTECTED]
>>>Mo ikutan nggak ???...
>>>
>>>Seputar KEM, sebuah fakta di lapangan. For Your Info.
>>>Surat dari Kepala Adat Besar Tunjung ke WALHI
>>>
>>>
>>>> ----------
>>>> From: Wanca, Hepsi (kem)
>>>> Sent: Tuesday, June 20, 2000 8:36 AM
>>>> To: '[EMAIL PROTECTED]'
>>>> Subject: PERNYATAAN KEPALA ADAT BESAR TUNJUNG THD WALHI
>>>>
>>>> LEMBAGA ADAT BESAR
>>>> KECAMATAN BARONG TONGKOK
>>>> KABUPATEN DAERAH TINGKAT II KUTAI
>>>>
>>>> Nomor :-
>>>> Lampiran :-
>>>> Prihal : Menolak campur tangan WALHI terhadap LKMTL
>>>>
>>>> Kepada Yth. Ibu Emi Pimpinan Walhi
>>>> di-
>>>> Jakarta
>>>>
>>>> Bersama surat ini, saya selaku kepala adat besar masyarakat dayak
>linggang
>>>> /kecamatan barong tongkok kabupaten kutai barat dengan ini menyampaikan
>>>> sekelumit jalannya proses dan negosiasi ganti rugi di PT KEM yang
>>>> ditangani LKMTL, Walhi dan Jatam selama ini.
>>>> Proses negosiasi yang pertama dilakukan tanggal 10 s/d 17 April 2000
>belum
>>>> mencapai kesepakatan yang baik/hasil, sehingga dilakukan brik (Break)
>>>> selama 13 hari, dan dibuat perjanjian bersama, perjanjian itu tidak
>>>> ditaati LKMTL dan kordinator penuntut, sehingga mulai tutup jalan tidak
>>>> mengindahkan/ taat kepada hasil kesepakatan bersama.
>>>> ini merupakan kesalahan yang pertama, dibuat oleh masyarakat penuntut
>>>> ditambah lagi dengan surat protes dari LKMTL kepada Pemda Kutai Barat
>yang
>>>> melibat dua kepala adat besar yang pada saat itu hadir sebagai saksi,
>yang
>>>> tidak tahu menahu sema sekali isi surat protes itu yang memanfaat tanda
>>>> tangan daftar hadir pada waktu menentukan rambu-rambu negosiasi, ini
>>>> merupakan kesalahan yang kedua, sehingga menghambat proses negosiasi
>pada
>>>> tanggal 1 may 2000 hingga dead lock.
>>>> Pengalaman ini seharusnya perlu jadi pertimbangan dan disadari dari
>pihak
>>>> tim 15, LKMTL, Walhi, Jatam dan lembaga lainnya, untuk mencari jalan
>>>> keluar dan kesepakatan yang baik dalam proses negosiasi lanjutan. bukan
>>>> atur demo atau tutup jalan.
>>>> Pengalaman yang lebih buruk lagi bahwa lembaga mengatur strategi tutup
>>>> jalan kembali yang ketiga kalinya mengundang kurang lebih 35 desa, saya
>>>> pernah dihubungi dari beberapa anggota tim 15 dan LKMTL minta
dukungan
>>>> dan minta izin untuk tutup jalan, saya sarankan jangan tutup jalan
>karena
>>>> tidak akan menyelesaikan masalah, malah akan menggali dan menambah
>masalah
>>>> baru, malah jawab mereka bahwa yang menyuruh/menyarankan adalah WALHI
>dan
>>>> NOKE (Direktur RTI, induk PT KEM)sendiri di dukung lembaga lainnya.
saya
>>>> tanya adakah surat perintah yang tertulis, yah tidak ada mereka tetap
>>>> tutup jalan, kalau tidak tutup jalan ibu Emi, pak Noke dan yang lainnya
>>>> tidak mau datang.
>>>> Saya katakan biasanya pejabat yang datang ke suatu tempat keadaan harus
>>>> aman bukan di sambut dengan kerusuhan, sekarang apa yg terjadi, ibu Emi
>>>> dan Pak Noke sendiri yang merasakan dan menjalani akibat tutup jalan
>>>> tersebut dan tidak bisa juga menyelesaikan masalah yang ada malah
>>>> bertambah resah masyarakat yang ada, malah ibu Emi dan Pak Noke tidak
>>>> menyelesaiakan sampai tuntas, karena andalan LKMTL adalah ibu Emi dan
>Pak
>>>> Noke yang bisa tuntaskan negosiasi ini, ternyata basa basi begitu saja,
>>>> habis itu cepat-cepat kembali ke Jakarta, sekarang masyarakat saya yang
>>>> terima akibatnya sampai saat ini, dampak yang lain, permasalahan jalan
>>>> terhambat, negosiasi tidak bisa jalan, karyawan tidak bisa kerja banyak
>>>> lagi masalah baru yg akan timbul masyarakat tani tidak bisa kerja
akibat
>>>> menunggu hasil Walhi dan LKMTL untuk menyelesaikan negosiasi ini.
>>>> Sekarang ibu Emi tidak merasakan sengsara yang ada di lapangan, ibu Emi
>>>> tinggal di kota besar dan maju dan tidak di gedung yang mewah, yg tidak
>>>> perlu lagi membangun, hanya tinggal cari masalah dan mengadu domba
>>>> masyarakat dengan perusahaan untuk menciptakan masalah sebanyak-banyak
>>>> supaya dapat bantuan dari luar untuk kekayaan diri, berbeda dengan
>>>> masyarakat kami di pedalaman, masih perlu pembangunan, dan sumber daya
>>>> alam perlu di kelola oleh investo dari luar, untuk kesehateraan
>masyarakat
>>>> yang masih tertinggal jauh bukan dengan cara demo, demo ini pendidik
>>>> masyaraka di kota-kota besar yang tidak cocok di lkembangkan di desa
>untuk
>>>> dapat duit/harta.
>>>> Maka dalam pengamatan kami selaku kepala adat besar dan 21 Kepala Adat
>>>> biasa menilai bahwa LKMTL, Walhi dan Jatam tidak becus dan konsekwen
>>>> menangani masalah ganti Rugi ini hanya menanamkan atau menabur masalah
>>>> untuk dapat duit/uang sebanyak-banyaknya untuk kepentingan Lembaga dan
>>>> pribadi, dan membawa masyarakat penuntut masuk ke jurang pemisah yang
>>>> berbahaya terhadap Pemerintah Kutai Barat dan karyawan PT KEM menuju
>masa
>>>> depan yang suram.
>>>> Kami juga punya lembaga adat yang sudah turun temurun dari Nenek moyang
>>>> sampai sekarang, dan tidak perlu meminta bantuan ke Luar Negeri, baik
>>>> pikiran, uang, atau dana bantuan maupun penyelesaian masalah dan
>>>> linggungan, dan sudah punya aturan-aturan yang syah dan resmi di akui
>>>> masyarakat adat setempat.
>>>>
>>>> 1. Peringatan untuk ibu Emi/Walhi
>>>> Kalau tidak bisa selesaikan komplik yang sudah berkembang di daerah
>hukum
>>>> adat kami dayak. harap siapkan satu ekor kerbau dan segala dana yang
>>>> diperlukan, untuk menegakan nama baik adat istiadat dan untuk
>>>> menghilangkan bencana yang akan terjadi di kemudian hari di masyarakat
>>>> yang melakukan demo.
>>>> 2. Akhirnya kami selaku kepala adat besar daerah linggang/kecamatan
>Barong
>>>> Tongkok, kabupaten kutai Barat menegaskan dengan ini MENOLAK campur
>tangan
>>>> dari Walhi, Jatam dan Lembaga lainnya dalam penyelesaian ganti rugi di
>PT
>>>> KEM yang disponsor oleh LKMTL, sebab tidak ada hasilnya yang baik
selama
>>>> ini, malah caci maki terhadap pemda dan PT KEM dan kami dewan Adat jadi
>>>> obyek untuk dapat uang dari PT KEM dan dari Luar.
>>>> Sebab ada juga lembaga adat yang lebih resi dan syah dan dekat dengan
>>>> masyarakat penuntut yang ada,
>>>> 3. sebagai pelepasan campur tangannya wali dan lembaga lainnya mohon
>>>> dengan segera membubarkan masyarakat penuntut ke desa-desanya
>>>> masing-masing sehingga jalan segera dibukan dan karyawan bekerja
kembali
>>>> normal, serta negosiasi bisa berlanjut.
>>>> 4. Mohon dengan sangat kepada ibu Emi segera membantu Direktur LKMTL
>untuk
>>>> minta maaf kepada Bapak Bupati serta mencabut berita yang lewat media
>masa
>>>> selama ini, jangan ingin membelakangi pemerintah sebab Negara kita
>diatur
>>>> oleh Pemerintah Kalau tidak mau ada pemerintah carilah negara mana yang
>>>> tidak ada pemerintah yang mengatur rakyatnya, disitu anda masuk
>beroperasi
>>>> demo kalau cara itu yang paling baik menurut anda! Kalau Kutai Barat
>harap
>>>> jangan sebelum dari dua Kepala Adat Besar Kecamatan Barong Tongkok dan
>>>> Long Iram bertindak, harap perhatikan apa yang kami tegaskan dalam
>>>> seklumit berita Ganti rugi di PT KEM!
>>>> Demikianlah seklumit berita dan penegasan dari kami harap maklum dan di
>>>> indahkan sebagaimana mestinya.
>>>>
>>>> Linggang Bigung, 3 Juni 2000.
>>>> Kepala Adat Besar Linggang/
>>>> Kecamatan Barong Tongkok
>>>>
>>>>
>>>> Yustinus Dullah
>>>> (Mangku Jaya V )
>>>---------------------------------------------------
>>>Yh. Budi Sulistioadi
>>>Sustainable Forest Management Project
>>>(SFMP-GTZ-MoFEC)
>>>East Kalimantan - Indonesia
>>>Phone : +62 - 541 - 733434
>>>E-mail : [EMAIL PROTECTED]
>>> [EMAIL PROTECTED]
>>>---------------------------------------------------
>>>Please zip large files !!!
>>>
>>>
>>
>>
>
---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]