Kalau biaya pesta Rp 20 milyar, apakah termasuk besar
atau tidak, tergantung dari siapa yang menilai. Kalau
bagi kita-kita angka itu sangat besar. Apa iya Liem
Sioe Liong dengan harta triliun-an cuma pesta dengan
biaya 'sekedarnya'. Toh duit dia yang punya. Kalau
soal duitnya itu dari berkah karena dulu dekat dengan
Suharto perlu dikaji ulang. Wong om Liem ini sudah
pandang berdagang sejak usia 21 kok, artinya tanpa
Suharto pun tidak menjadikan dia miskin. Apakah BBD
dulu tidak pernah merasakan kecipratan bisnis om Liem.





--- Maringan Aruan <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:

>  
>  
>  
> -----Original Message-----
> 
> 
> Liem Sioe Liong menggelar pesta ulang tahunnya yang
> ke-90 di   Singapura. Wartawan Tempo Metta
> Darmasaputra menyusup dalam resepsi berbiaya Rp20
> miliar itu. TENGGELAM di antara kerumunan perempuan
> harum dan lelaki bertuksedo, saya terpaksa melakukan
> pekerjaan menyebalkan itu. Beberapa orang datang  
> dan bertanya di mana toilet. Please, over there,
> Sir, kata saya berulang-ulang. Posisi saya di
> ruangan yang megah itu memang tak menguntungkan: di
> pojok dan berdiri kaku empat jam penuh tanpa  
> sedikit   pun  ada kesempatan duduk. Saya merasa
> bagai Santa Klaus di toko mainan anak-anak pada
> sebuah malam Natal tersenyum, berusaha gembira meski
> sesungguhnya dipaksakan.
> 
> Malam itu, Sabtu dua pekan lalu, saya memang tidak
> berada di toko   mainan anak-anak. Saya tercagak di
> The Island Ballroom Hotel Shangri-La  Singapura.
> Bagian depan ballroom disulap menjadi taman istana
> yang dipenuhi lukisan dekoratif bergambar deretan
> pohon bambu. Panggung berarsitektur istana Kaisar
> Cina dinasti Ming dan Ching di Kota   Terlarang
> (Forbidden City) dihadirkan di satu sisi dalam
> ruangan. Malam itu   terasa  istimewa: Liem Sioe
> Liong, mantan taipan nomor wahid Indonesia  
> kelahiran Fujian, Cina, berulang tahun yang ke-90.
> Buat orang Cina, sembilan merupakan simbol
> peruntungan, karena merupakan angka terbesar dalam  
> deret desimal. Penghitungan hari ulang tahun Liem
> didasarkan pada   penanggalan kalender Cina. Dalam
> tarikh Masehi, umur Om Liem sebetulnya baru 89  
> tahun. Ia lahir pada 16 Juli 1916.
> 
> Di pintu masuk hotel, puluhan wanita cantik
> berpakaian cheong sam   merah menyala berjejer rapi
> menyambut lebih dari seribu tamu yang
> datang.Sebagian besar konglomerat papan atas
> Indonesia hadir. Di sana tampak antara lain Prajogo
> Pangestu (Grup Barito), Sofjan Wanandi (Gemala),
> Mochtar Riady (Lippo), Ciputra, Murdaya Poo beserta
> istrinya Siti  Hartati Murdaya (Berca), Budi Hartono
> (Djarum), dan Sukanto Tanoto (Raja   Garuda Mas).
> Juga datang tiga putri mantan Presiden Soeharto:
> Siti   Hardijanti Rukmana, Siti Hediati Harijadi,
> dan Siti Hutami Endang Adiningsih. Sejumlah mantan
> pejabat Orde Baru pun tak ketinggalan. Moerdiono,  
> Harmoko, Fuad Bawazier, dan Akbar Tandjung termasuk
> di antaranya. Pesta yang berlangsung dua malam
> itu?Sabtu dan Minggu?diperkirakan dihadiri   2.500
> undangan dari Indonesia, Singapura, dan Cina.
> 
> Semua tamu diterbangkan dari daerah asal dengan
> Singapore Airlines.Di  Singapura mereka menginap di
> Shangri-La dan di Hotel Meritus  Meridien. Semua
> biaya terbang dan menginap ditanggung Om Liem.
> Servis serupa   juga pernah diberikan Liem ketika ia
> merayakan pesta ulang tahun   perkawinan ke-60,
> April tahun lalu. Pesta kawin emas Liem dan istri di
> hotel  yang  sama pada 1994 ditaksir menghabiskan
> dana US$ 650 ribu (Rp 6,5 miliar).Pesta ulang tahun
> Om Liem ke-90 diperkirakan koran berbahasa Cina,
> Lianhe   Wanbao, menelan biaya US$ 2 juta (Rp 20
> miliar).
> 
> * * *
> BERJUBELNYA tamu penting membuat panitia pesta
> jauh-jauh hari sudah mendata ketat nama para tamu.
> Kartu undangan yang disebar dilengkapi   bar code
> dan wajib dibawa saat datang untuk dicocokkan dengan
> data di   komputer panitia. Setelah dipastikan bukan
> penyusup, para tamu mendapat  cendera mata berupa
> huruf kanji kuno berlapis emas murni lima gram. Oleh
>   panitia mereka diantar menuju meja makan sesuai
> dengan nomor yang telah ditentukan. Tak kurang dari
> 120 meja bundar masing-masing   berkapasitas 10
> orang disiapkan untuk menjamu para tamu.
> 
> Saya tak membawa undangan dan karenanya tak begitu
> yakin bisa masuk   ke pesta itu. Tapi selalu saja
> ada jalan di saat-saat genting. Dalam antrean, 
> menjelang pos pemeriksaan, saya terpikir untuk
> mencari toilet yang terletak di bagian dalam
> ballroom. Beruntung, petugas malam itu   sangat
> ramah: mereka mempersilakan saya ke kamar kecil
> meski dengan demikian melewati pos sekuriti.
> 
> Jadilah saya tamu tak diundang yang menyaksikan
> pesta megah itu dari   ruang sempit di sekitar pintu
> keluar ruang utama. Sesekali saya mendekat panggung
> utama untuk menyaksikan beberapa detail untuk
> kemudian   menyingkir kembali ke pojok itu. Di sana
> bergerombol pelayan hotel dan tujuh  juru foto dari
> Moreno Studio yang khusus diterbangkan dari Jakarta.
> 
>  * * *
> LIMA belas menit menjelang pukul delapan malam,
> perhelatan dimulai.   Suara tambur menderu. Pintu
> utama ballroom dibuka. Liem Sioe Liong masuk 
> dipapah oleh beberapa kerabatnya. Lagu "Nan Erl Dang
> Zi Qiang", sound track   film Kung Fu Master, segera
> menggema. Dimainkan oleh aktor Jet Li, Kung Fu 
> Master bercerita tentang pahlawan legendaris rakyat
> Cina, Wong Fei   Hung. Lebih dari seribu tamu yang
> hadir malam itu sontak berdiri memberikan hormat
> kepada Liem Sang Kaisar bershio naga. Tepuk tangan
> membahana.
> 
> Ditemani istrinya, Lie Shu Zen, Liem beringsut naik
> ke panggung   dengan bantuan sebilah papan hidrolik.
> Keempat anaknya Albert, Andree, Anthoni, dan Mira
> berdiri di sampingnya. Dengan jas hitam berdasi
> kupu-kupu  warna merah marun, ia tampak sehat meski
> matanya kerap menatap kosong.  Alunan musik dari
> Keat Hong Chinese Orchestra membahana. Bait-bait
> lagu Nan Erl bercerita tentang kesejatian seorang
> laki-laki.
> 
> Hanya sedikit kata yang disampaikan Liem dalam
> bahasa Mandarin saat memberikan sambutan. Sebentar
> kemudian, ia mengajak para tamu  bersulang. Gaaan
> beei..., terdengar aba-aba panjang. Gan bei adalah
> bahasa Cina   untuk bersulang. Para tamu pun
> menyambut hangat ajakan itu. Acara kemudian
> dilanjutkan dengan santap malam.
> 
> Artis serba bisa asal Singapura, Kit Chan, khusus
> didatangkan dari   Amerika Serikat negeri tempatnya
> kini tinggal untuk menghibur para tamu. Para
> undangan bernostalgia dengan beberapa lagu lama yang
> pernah   dipopulerkan Teresa Teng, penyanyi top yang
> tak asing bagi warga keturunan Cina di seluruh
> dunia.
> 
> Selain makanan dan musik, para tamu juga disuguhi
> film dokumenter   tentang kehidupan Liem melalui
> enam layar lebar yang terpampang di dua sisi ruangan
> dalam film itu dikisahkan bagaimana Liem muda, saat
> itu 21 tahun,  memulai kariernya sebagai pembuat
> krupuk dan tahu di Kudus, Jawa Tengah, setibanya ia
> dari tanah leluhurnya, Tiongkok.
> 
> Di kota itulah, Liem bertemu dengan gadis asal
> Lasem, Jawa Tengah,   Lie Shu Zen, yang kini jadi
> istrinya. Menurut Mira Salim, putri Liem, ibunya
> sempat tak diizinkan orang tuanya untuk dinikahi
> Liem. Mereka   khawatir,   anaknya dibawa ke
> Tiongkok, katanya. Tapi Liem berhasil meyakinkan
> calon mertuanya. Pesta perkawinan selama 12 hari pun
> dilangsungkan.
> 
> Liem kemudian hijrah ke Jakarta dan bisnisnya dari
> tahun ke tahun menggurita. Tak hanya di Indonesia,
> sayap bisnisnya melebar hingga  Arab Saudi dan
> Nigeria. Ia pernah masuk dalam jajaran 100 orang
> terkaya versi majalah Fortune. Liem pernah menerima
> penghargaan dari pemerintah Spanyol.   Ia juga
> pernah dinobatkan oleh Wharton School, University of
>  Pennsylvania, AS, sebagai legenda dari Asia
> Tenggara.
> 
> Tapi terpaan badai krisis ekonomi 1997 membuat
> bisnisnya ringsek. Ia berutang kepada negara hingga
> Rp 52 triliun. Akibatnya, sejumlah aset emasnya,
> termasuk Bank Central Asia, harus lepas dari
> genggaman.Meski begitu, kerajaan bisnis Liem
> sepertinya tak pernah benar-benar pudar. Ia tetap
> menjadi pusat magnet di jagat bisnis Indonesia.
> Indofood dan Bogasari, dua dari sekian perusahaan
> Liem yang tersisa, tetap merajai bisnis makanan di
> Indonesia. Bisik-bisik  menyebutkan, Liem sebenarnya
> masih punya banyak bisnis di Indonesia meski namanya
> secara formal  tak tercatat sebagai pemilik.
> 
> Buat masyarakat keturunan Tionghoa di Indonesia,
> menurut Sofjan Wanandi, jasa Om Liem tak bisa
> dibilang kecil. Dia pernah membiayai 500 ribu warga
> Tionghoa mendapatkan kewarganegaraan Indonesia
> semasa Soeharto dulu, ujarnya.
> 
> Wibawa Liem sebagai pebisnis memang belum
> tertandingi. Itu sebabnya  para taipan dan tamu
> undangan lainnya rela antre satu jam untuk bisa  
> bersalaman dengan Om Liem sebelum meninggalkan pesta
> yang berakhir pukul 11   malam itu. Liem menjabat
> erat satu per satu tamunya dengan ramah. Sesekali
> Liem tertegun jika lupa siapa orang yang ia hadapi.
> Anthoni Salim,   anaknya, lalu membisikkan nama tamu
> yang tak diingat ayahnya.
> 
> Liem tampak menikmati pesta itu. Meski kini bermukim
> di Singapura  rumahnya di Jakarta dibakar massa pada
> 1998 ia tak pernah kehilangan pengaruh.   Tamu
> membludak. Orang-orang penting tak melupakannya.
> Tiga putri Soeharto, menjelang pesta usai,
> mendatangi Liem dengan khidmat. Mereka menatap,
> menjabat 
=== message truncated ===



                
__________________________________ 
Yahoo! Music Unlimited 
Access over 1 million songs. Try it free.
http://music.yahoo.com/unlimited/


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a difference. Find and fund world-changing projects at GlobalGiving.
http://us.click.yahoo.com/PcNrnD/PbOLAA/cosFAA/qO4qlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

************************************************************************
Mantan BBD's mailing list
* Post message : [email protected] 
* Subscribe    : [EMAIL PROTECTED] 
* Unsubscribe  : [EMAIL PROTECTED] 
* List owner   : [EMAIL PROTECTED] 
* Mail Archive : http://www.mail-archive.com/[email protected]/
************************************************************************
Kunjungi Blog MANTAN BBD di http://mantan-bbd.blogspot.com
************************************************************************ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/estika/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 




Kirim email ke