> DALAM beberapa tulisan di majalah kesayangan Anda ini, cukup banyak saya > menulis tentang pengalaman berbagi atau bersedekah. Dan, dalam bersedekah > itu, ada seninya. Secara iseng, saya menyebut ''The Art of Giving''. Cobalah > berbagai cara dalam berbagi, dan bisa jadi Anda akan menemukan kebahagiaan > kala melakukan aktivitas tersebut. > > Di kampung saya tinggal, tersebutlah seorang bidan bernama Eti. Dia termasuk > bidan yang disenangi anak saya. Salah satu penyebabnya, bidan ini selalu > menyediakan makanan kecil buat anak-anak yang tengah diajak oleh orangtuanya. > Ada cokelat, ada biskuit dengan berbagai rupa, ada permen beraneka aroma dan > rasa, dan ada pula kue bolu yang diiris-iris kecil. Semua diletakkan di meja > tamu. > > Rasanya Bidan Eti memahami psikologi anak. Selain itu, setting ruang periksa > diatur sedemikian rupa sehingga tidak tampak menyeramkan. Maka, tidak jarang, > jika ada orangtua yang memeriksakan diri, si anak tetap ingin diajak. > Anak-anak tersebut --termasuk anak saya, Wirda-- ingin mencicipi makanan yang > disediakan Bu Bidan. > > Pada satu kesempatan mengantar istri saya untuk pemeriksaan pada Bidan Eti, > Wirda langsung bilang, "Ikut dong, Pah!" > > Mendengar keinginan itu, istri saya kontan menggoda Wirda, "Wuuh, Wirda > pengen ikut karena ingin biskuit Bidan Eti, ya...?" Yang diledek tertawa, > karena pas dengan harapan dia. Sesampai di tempat praktek bidan itu, Wirda > seperti sudah paham. Dia langsung masuk dan menunggu di ruang tamu. Wirda > langsung saja mengambil satu demi satu kue-kue tersebut. > > Apa yang dilakukan Bidan Eti termasuk seni berbagi. Hanya dengan uang yang > tidak begitu banyak, ia membahagiakan tamunya setiap hari. > > Sebetulnya, selain Bidan Eti, di tempat tinggal saya di Kampung Ketapang, > Kalideres, yang memperlakukan pasien seperti sahabat atau bahkan keluarga > sendiri tidak sedikit. Sebut misalnya Bidan Suli, yang dikenal sangat sabar > dan berwajah sejuk. Ada pula Bidan Marfu'ah, yang dikenal teliti dan sangat > baik kepada pasien. > > Semua bidan yang saya sebutkan itu kadang membebaskan sama sekali beberapa > pasien dia dari biaya. Apalagi bila yang datang orang kampung yang tidak > berduit. Mereka tidak hanya dibebaskan dari membayar biaya pemeriksaan, malah > diberi sangu pulang. > > Inilah salah satu bentuk ''The Art of Giving''; seni berbagi. Bila Anda, > katakanlah, pemilik warung yang ingin laris, cobalah terapkan ilmu seni > berbagi ini. Misalnya, Anda sediakan permen-permen kecil untuk anak-anak yang > ikut ibunya berbelanja di warung. Hadiah tersebut akan mengesankan si anak, > dan akan selalu meminta ibunya berbelanja di warung itu. Dan, pasti dia ingin > ikut. Motif dia sederhana: agar dapat permen! > > Jadi, kita semua bisa berbagi, dan kadang-kadang tidak perlu besar. Hanya > perlu kreasi agar bisa menyenangkan banyak orang. Misalnya, ada seorang ibu > yang suka membagi-bagikan makanan. Sekali waktu, dia memasak bubur kacang > hijau. Modalnya tidak seberapa. Hanya dengan uang Rp 20.000 sudah tersajikan > sepanci bubur kacang hijau. > > Kemudian sepanci bubur itu dibagi-bagi menjadi 100 mangkuk kecil. Lalu dia > berkeliling memberikan bubur kacang hijau itu kepada anak para tetangga. Dia > bilang, "Kalau saya bagikan kepada orangtuanya, mungkin mereka tersinggung. > Kok, membagi hanya semangkuk? Makanya, saya bagi pada anak-anak. Saya panggil > mereka, lalu saya beri semangkuk kecil bubur kacang hijau lengkap dengan satu > iris roti tawar...." > > Dengan rasa puas yang dalam, ibu itu melanjutkan ucapannya, "Wah, saya dapat > kebahagiaan dari satu keluarga anak tersebut." Benar juga. Secara materi, > yang dikeluarkan tidak seberapa, tapi kepuasan dan kebahagiaan yang diperoleh > luar biasa. > > Rupanya, konsep serupa juga diterapkan sahabat baru saya, Bu Hajah Dedeh. Dia > bidan, dokter, sekaligus pemilik Rumah Sakit Bakti Asih di wilayah Cileduk, > Tangerang. Setiap Ahad pagi, saya membuka Pengajian Ahad Pagi di Pondok > Pesantren Wisatahati di Kampung Bulak Santri, Kelurahan Pondok Pucung, Karang > Tengah, Cileduk, Tangerang.> > > Nah, Bu Hajah Dedeh ini jamaah aktif saya. Saat saya berkesempatan ke rumah > sakitnya, subhanallah, saya juga menemukan ''The Art of Giving''. Salah satu > yang dia lakukan adalah mendirikan sekolah gratis untuk anak-anak tidak mampu > dan putus sekolah. Sampai saat ini, sudah hampir 200 orang yang belajar di > sekolah bebas biaya tersebut. > > Saya yakin, Anda pembaca Gatra pun sudah melakukan hal serupa. Dan, apa yang > saya tulis hanya sebagai penambah keyakinan dan melapangkan kebahagiaan Anda. > Saya berdoa, semoga Anda makin sering berbagi dan yakin pada janji Allah > mengenai manfaat bersedekah. > > Kembali pada kisah Bidan Eti tadi, sebagaimana Wirda yang senang ikut ibunya, > saya pun jadi senang mengantar istri ke Bidan Eti. Dan, sebagaimana > kesenangan dulu, saat bersilaturahim ke bidan-bidan lain di kampung, saya > juga memetik "sesuatu" dari mereka. Kali ini, melalui Bidan Eti, saya jadi > tahu kue lanting dan jipang, makanan khas asal Kebumen, Jawa Tengah, yang > terbuat dari singkong. > > Sambil menikmati lanting dan jipang, saya mengobrol dengan suami Bidan Eti. > "Ini termasuk sedekah." Sedekah makanan yang bisa membuahkan senyuman > anak-anak dan para orangtua. Ketika kami pamit, suami Bidan Eti malah > menyuruh Wirda mengambil lanting dan makanan lain untuk dibawa pulang. Wah, > alhamdulillah.... > > Yusuf Mansur > www.wisatahati.com > >
************************************************************************ Mantan BBD's mailing list * Post message : [email protected] * Subscribe : [EMAIL PROTECTED] * Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] * List owner : [EMAIL PROTECTED] * Mail Archive : http://www.mail-archive.com/[email protected]/ ************************************************************************ Kunjungi Blog MANTAN BBD di http://mantan-bbd.blogspot.com ************************************************************************ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/estika/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
