Sebuah kisah yg luar biasa.
----- Original Message -----
Sent: Thursday, May 11, 2006 1:12 PM
Subject: RENUNGAN IDA ARIMURTI : "Ibu, I Miss You So
Much"
"Ibu, I Miss You So
Much"
Jamil Azzaini - Kubik Leadership
Hukum kekekalan
energi dan semua agama menjelaskan bahwa
apapun yang kita lakukan
pasti akan dibalas sempurna kepada kita.
Apabila
kita
melakukan energi positif atau kebaikan maka kita akan
mendapat
balasan berupa kebaikan pula. Begitu pula bila kita
melakukan energi
negatif
atau keburukan maka kitapun akan
mendapat balasan berupa keburukan
pula. Kali ini izinkan saya
menceritakan sebuah pengalaman pribadi
yang
terjadi pada
2003.
Pada September-Oktober 2003 isteri saya terbaring di salah
satu rumah
sakit di Jakarta. Sudah tiga pekan para dokter belum mampu
mendeteksi
penyakit yang diidapnya. Dia sedang hamil 8 bulan.
Panasnya sangat
tinggi. Bahkan sudah satu pekan isteri saya telah
terbujur di ruang
ICU.
Sekujur tubuhnya ditempeli kabel-kabel
yang tersambung ke sebuah layar
monitor.
Suatu pagi saya
dipanggil oleh dokter yang merawat isteri saya. Dokter
berkata, "Pak
Jamil, kami mohon izin untuk mengganti obat ibu".
Sayapun
menjawab "Mengapa dokter meminta izin saya? Bukankan
setiap pagi saya
membeli berbagai macam obat di apotek dokter tidak
meminta izin saya"
Dokter itu menjawab "Karena obat yang ini mahal
Pak Jamil." "Memang
harganya berapa dok?" Tanya saya. Dokter itu
dengan mantap menjawab
"Dua belas juta rupiah sekali suntik." "Haahh 12
juta rupiah dok, lantas sehari berapa
kali suntik, dok? Dokter itu menjawab, "Sehari
tiga kali suntik pak Jamil".
Setelah menarik napas panjang saya
berkata, "Berarti satu hari tiga
puluh enam juta, dok?" Saat itu
butiran air bening mengalir di pipi.
Dengan suara bergetar saya
berkata, "Dokter tolong usahakan sekali
lagi
mencari penyakit
isteriku, sementara saya akan berdoa kepada Yang Maha
Kuasa agar
penyakit istri saya segera ditemukan." "Pak Jamil kami
sudah
berusaha semampu kami bahkan kami telah meminta bantuan
berbagai
laboratorium dan penyakit istri Bapak tidak bisa kami
deteksi secara
tepat, kami
harus sangat hati-hati memberi
obat karena istri Bapak juga sedang
hamil 8 bulan, baiklah kami akan
coba satu kali lagi tapi kalau tidak
ditemukan kami harus mengganti
obatnya, pak." jawab dokter.
Setelah percakapan itu usai, saya
pergi menuju mushola kecil dekat
ruang ICU. Saya melakukan sembahyang
dan saya berdoa, "Ya Allah Ya
Tuhanku... aku mengerti bahwa Engkau
pasti akan menguji semua
hamba-Mu, akupun mengerti
bahwa setiap kebaikan yang aku lakukan pasti akan Engkau
balas dan akupun mengerti bahwa setiap keburukan yang pernah
aku lakukan
juga akan Engkau balas. Ya Tuhanku... gerangan keburukan apa
yang pernah
aku lakukan sehingga Engkau uji aku dengan sakit isteriku
yang berkepanjangan,
tabunganku telah terkuras, tenaga dan pikiranku
begitu lelah.
Berikan aku petunjuk Ya Tuhanku. Engkau Maha Tahu
bahkan Engkau
mengetahui setiap guratan urat di leher nyamuk.
Dan Engkaupun mengetahui hal yang
kecil dari itu. Aku pasrah kepada
Mu Ya Tuhanku. Sembuhkanlah istriku.
Bagimu amat mudah menyembuhkan
istriku, semudah Engkau mengatur
milyaran planet di jagat raya
ini."
Ketika saya sedang berdoa itu tiba-tiba terbersit dalam
ingatan akan
kejadian puluhan tahun yang lalu. Ketika itu, saya hidup
dalam
keluarga yang miskin papa. Sudah tiga bulan saya belum
membayar biaya sekolah
yang hanya Rp. 25 per bulan. Akhirnya saya
memberanikan diri mencuri
uang ibu saya yang hanya Rp. 125. Saya
ambil uang itu, Rp 75 saya gunakan
untuk mebayar SPP, sisanya saya
gunakan untuk jajan.
Ketika ibu saya tahu bahwa uangnya hilang ia
menangis sambil terbata
berkata, "Pokoknya yang ngambil uangku
kualat... yang ngambil uangku
kualat..." Uang itu sebenarnya akan
digunakan membayar hutang oleh
ibuku. Melihat hal itu saya hanya
terdiam dan tak berani mengaku bahwa
sayalah yang mengambil uang
itu.
Usai berdoa saya merenung, "Jangan-jangan inilah hukum alam
dan
ketentuan Yang Maha Kuasa bahwa bila saya berbuat keburukan maka
saya
akan memperoleh keburukan. Dan keburukan yang saya terima
adalah penyakit
isteri saya ini karena saya pernah menyakiti ibu saya
dengan mengambil
uang yang ia miliki itu." Setelah menarik nafas
panjang saya tekan nomor
telepon rumah dimana ibu saya ada di rumah
menemani tiga buah hati
saya.
Setelah salam dan menanyakan
kondisi anak-anak di rumah, maka saya
bertanya kepada ibu saya "Bu,
apakah ibu ingat ketika ibu kehilangan
uang sebayak seratus dua
puluh lima rupiah beberapa puluh tahun yang lalu?"
"Sampai
kapanpun ibu ingat Mil. Kualat yang ngambil duit itu Mil, duit
itu
sangat ibu perlukan untuk membayar hutang, kok ya tega-teganya
ada
yang ngambil," jawab ibu saya dari balik telepon. Mendengar
jawaban
itu saya menutup mata perlahan, butiran air mata
mengalir di pipi.
Sambil terbata saya berkata, "Ibu, maafkan
saya... yang ngambil uang
itu saya, bu... saya minta maaf sama ibu.
Saya minta maaaaf... saat
nanti ketemu saya akan sungkem sama
ibu, saya jahat telah tega sama ibu."
Suasana hening sejenak. Tidak berapa
lama kemudian dari balik telepon
saya dengar ibu saya berkata:
"Ya Tuhan pernyataanku aku cabut, yang
ngambil uangku tidak kualat,
aku maafkan dia. Ternyata yang ngambil adalah
anak laki-lakiku. Jamil
kamu nggak usah pikirin dan doakan saja isterimu
agar cepat sembuh."
Setelah memastikan bahwa ibu saya telah memaafkan
saya, maka saya
akhiri percakapan dengan memohon doa darinya.
Kurang lebih pukul
12.45 saya dipanggil dokter, setibanya di ruangan
sambil mengulurkan
tangan kepada saya sang dokter berkata "Selamat
pak, penyakit isteri
bapak sudah ditemukan, infeksi pankreas. Ibu telah
kami obati dan
panasnya telah turun, setelah ini kami akan operasi
untuk
mengeluarkan bayi dari perut ibu." Bulu kuduk saya
merinding
mendengarnya, sambil menjabat erat tangan sang dokter saya
berkata. "Terima kasih
dokter, semoga Tuhan membalas semua kebaikan
dokter."
Saya meninggalkan ruangan dokter itu.... dengan berbisik
pada diri sendiri "Ibu, I miss you so much."
Keterangan
Penulis:
Jamil Azzaini adalah Senior Trainer dan penulis buku Best
Seller KUBIK
LEADERSHIP; Solusi Esensial Meraih Sukses dan Kemuliaan
Hidup.
************************************************************************
Mantan BBD's mailing list
* Post message : [email protected]
* Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
* Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
* List owner : [EMAIL PROTECTED]
* Mail Archive : http://www.mail-archive.com/[email protected]/
************************************************************************
Kunjungi Blog MANTAN BBD di http://mantan-bbd.blogspot.com
************************************************************************
YAHOO! GROUPS LINKS