Maklum pak, beliau kan men Ristek dan mantan Rektor, jadi segala informasi perlu di analisa terlebih daulu dsb dsb...akhirnya kesimpulannya "kalau nggak ada si sunami pigimana".
-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]On Behalf Of ira hendarman
Sent: Sunday, July 23, 2006 7:25 PM
To: [email protected]
Subject: RE: [exbe2de] Re: Fw: tsunami

Memang betul kita saat ini dalam keadaan kekurangan, tetapi seharusnya pengalaman Aceh, Nias, Bengkulu yg mengalami gempa dan tsunami seharusnya menjadi pelajaran bagi kita bahwa bencana ini akan muncul ditempat2 lain. Setelah bencana Pangandaran baru kita ketahui bahwa Indonesia berada dalam kawasan gempa karena berada pada pertemuan lapis bumi.  Kita ribut mencari alasan kenapa kita tidak tahu. Masalahnya mentri itu mengakui bahwa dia memang menerima early warning dari Singapura/Jepang, tapi apa jawabnya ??. "Kalau nggak ada tshunami bagaimana?" Itu jawaban seorang Mentri?????

Kita tahu hari ini, Minggu, telah terjadi gempa besar di Sulawesi Utara, dan BMG menerusakan kejadian tsb langsung kpd Gubernur Gorontalo dan langsung meneruskan kepada aparat2 bawahanya. Masyarakat langsung mengungsi ketempat2 yg lebih tinggi dan meskipun sdh ditunggu - kata TV - lebih/kurang 15 menit ternyata tidak ada tsunami. Namun menurut saya tindakan demikian adalah tindakan yang tepat dan dapat menyelamatkan banyak nyawa. Menurut BMG (di TV) memang pemberitahuan dilakukan sesudah terjadi gempa. Karena waktu yg 15-20 menit itu cukup berarti bagi masyarakat utk lari. 

Jadi sebetulnya mekanismenya SUDAH ada, meskipun sederhana, tetapi cukup efektip dan bisa mengurangi korban. Cuman karena mentri yang goblok itu punya pikiran lain (mungkin takut disalahin), yaaah terjadi banyak korban (lebih dari 500............ck ck ck), korban materil,moril ekonomi dll. 

Itulah pendapat saya, beda pendapat okey2 saja. SELAMAT BEKERJA !!!!!

                                   ----------------------------------------------IRA HENDARMAN

From: "kangucup" <[EMAIL PROTECTED]>
Reply-To: [email protected]
To: [email protected]
Subject: [exbe2de] Re: Fw: tsunami
Date: Sun, 23 Jul 2006 02:08:43 -0000

pak Ira...

 

Setuuujuuu banget Pak... pejabat yang tetedor atau tidak mampu bekerja hingga menyebabkan banyak korban, harusnya tahu diri sukarela mengundurkan diri atau nunggu .......  dipecat.... he,he,he.....

Tapi nurut saya dilematis juga... sebelumnya maaf lho... ini sama sekali tidak bermaksud membela Pak Menteri (karena nggak ada untungnya juga bagi saya he,he,he)... maksud saya mengemukakan ini hanya ingin melihat dari sudut pandang yang berbeda.. bahwa ada kenyataan lain yang mesti disadari dalam carut marut di masaah tsunami ini maupun di banyak hal lain di negara ini:

1.    Sampai saat ini para Bagawan dari pertapaan Sukolilo, Bulaksumur, Tamansari, Jatinangor, dll hanya bisa membuat "prediksi" daerah tertentu "ada potensi bakal terjadi gempa" belum bisa membuat "ramalan gempa". Kalaupun ada ramalan tanggal sekian, jam sekian, menit sekian bakal terjadi gempa itu sumbernya pasti bukan para Bagawan, tetapi bisa saja dari Ki Joko Bodo, Ki Gendeng atau Mama Loren. Yang jelas Menteri nggak bakalan ngeluarin instruksi yang dalam butir pertimbangannya ada wangsit, bisikan gaib atau petunjuk Ki Joko Bodo...

2.    Tsunami adalah bencana susulan setelah gempa. Kalau gempa tidak bisa diramal, tetapi tsunami bisa, dasarnya analisa terhadap gempa yang telah terjadi caranya dengan mempelajari data letak, kedalaman, intensitas dan arah gempa (vault), dll yang sangat teknis. Secara garis besar, kalau ada gempa epicentrum di laut, intensitas >6,3 SR, dangkal, vault vertikal, kemungkinan bakal ada tsunami. gampangnya tsunami bisaa diramal dengan analisa terhadap data gempa yang "telah" terjadi.

3.    Berdasarkan "nguping" diskusi ahli perbumian Pangandaran itu diterjang tsunami sekitar 15 - 20 menit setelah gempa terjadi. Dengan begitu bisa diperkirakan paling cepat pesan bakal ada tsunami itu diterima Menteri 5 menit setelah gempa atau 15 menit sebelum tsunami sampai di Pangandaran. Waduh... dalam waktu 15 menit itu, apa yang bisa dilakukan oleh Pak Menteri yang ada Jakarta untuk memberi tahu, mengumpulkan, memobilisasi, dan mengevakuasi puluhan ribu penduduk sebuah kota kecil yang ada di pantai selatan Jawa bernama Pangandaran?

4.    Memang sih... mimpi ini pak... andai... ah.... ah.... ah... ah.... kita sudah siap, ada mekanisme penerusan informasi bancana yang tepat dan akurat, di Pangandaran dan pantai lain yang rawan tsunami sudah ada inftastruktur peringatan dini yang memadai, ada sirine atau pengeras suara di sepanjang pantai, ada penjaga pantai seperti David Hasselhoff dan Pamela Anderson, dkk, seluruh warga sudah ngerti apa yang dilakukan dan berpartisipasi penuh karena sudah sering menerima sosialisasi, mereka juga bisa terkodinir dengan baik dan terbiasa untuk evakuasi dengan cepat karena sudah sering latihan, tata kota teratur rapi sehingga pengungsian bisa dilakukan lewat jalur yang tertata sehingga bisa mencapai titik aman dengan cepat, tanpa hambatan, dll. tapi ini baru mimpi kali yee... lha bagaimana wong baru memulai punya alat deteksi dini (bantuan Jepang), sebagian yang sudah terpasang seperti yang di pantai Kuta ternyata raib diembat orang yang mungkin mempunyai "rasa ikut memiliki" terlalu besar.. Bagaimana pula kalau harus melakukan penataan ulang kota di pinggir pantai atau bay city, apakah bisa mulus untuk dilakukan??...  Mungkin kita bedoa aja kali yaaa, mudah-mudahan semua yang kita cita-citakan akan terwujud... kalo nggak dijaman kita ini ya anak cucu lah...  Amien.


Selamat bekerja




FREE pop-up blocking with the new MSN Toolbar MSN Toolbar Get it now!
__._,_.___

************************************************************************
Mantan BBD's mailing list
* Post message : [email protected]
* Subscribe    : [EMAIL PROTECTED]
* Unsubscribe  : [EMAIL PROTECTED]
* List owner   : [EMAIL PROTECTED]
* Mail Archive : http://www.mail-archive.com/[email protected]/
************************************************************************
Blog MANTAN-BBD http://mantan-bbd.blogspot.com
************************************************************************





YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke