----- Original Message -----
Sent: Monday, October 02, 2006 10:52 PM
Subject: [datecipinang_satudua] Melihat dari sudut yang berbeda

Ada seorang ibu rumah tangga yang memiliki 4 anak
laki-laki. Urusan belanja,cucian, makan, kebersihan &
kerapihan rumah dapat ditanganinya dengan baik.Rumah
tampak selalu rapih, bersih & teratur dan suami serta
anak-anaknya sangat menghargai pengabdiannya itu.
Cuma ada satu masalah, ibu yg pembersih ini sangat
tidak suka kalau karpet dirumahnya kotor. Ia bisa
meledak dan marah berkepanjangan hanya gara-gara
melihatjejak sepatu di atas karpet, dan suasana tidak
enak akan berlangsung seharian.Padahal, dengan 4 anak
laki-laki di rumah, hal ini mudah sekali terjadi
terjadi dan menyiksanya.
Atas saran keluarganya, ia pergi menemui seorang
psikolog bernama Virginia Satir, dan menceritakan
masalahnya. Setelah mendengarkan cerita sang ibu
dengan penuh perhatian, Virginia Satir tersenyum &
berkata kepada sang ibu :
"Ibu harap tutup mata ibu dan bayangkan apa yang akan
saya katakan" Ibu itu kemudian menutup matanya.
"Bayangkan rumah ibu yang rapih dan karpet ibu yang
bersih mengembang, tak ternoda, tanpa kotoran, tanpa
jejak sepatu, bagaimana perasaan ibu?" Sambil tetap
menutup mata, senyum ibu itu merekah, mukanya yg
murung berubah cerah. Ia tampak senang dengan bayangan
yang dilihatnya.
Virginia Satir melanjutkan; "Itu artinya tidak ada
seorangpun di rumah ibu. Tak ada suami, tak ada
anak-anak, tak terdengar gurau canda dan tawa ceria
mereka.
Rumah ibu sepi dan kosong tanpa orang-orang yang ibu
kasihi". Seketika muka ibu itu berubah keruh,
senyumnya langsung menghilang, napasnya mengandung
isak. Perasaannya terguncang. Pikirannya langsung
cemas membayangkan apa yang tengah terjadi pada suami
dan anak-anaknya.
"Sekarang lihat kembali karpet itu, ibu melihat jejak
sepatu & kotoran disana,artinya suami dan anak-anak
ibu ada di rumah, orang-orang yang ibu cintai ada
bersama ibu dan kehadiran mereka menghangatkan hati
ibu". Ibu itu mulai tersenyum kembali, ia merasa
nyaman dengan visualisasi tsb.
"Sekarang bukalah mata ibu" Ibu itu membuka matanya
"Bagaimana, apakah karpet kotor masih menjadi masalah
buat ibu?" Ibu itu tersenyum dan menggelengkan
kepalanya. "Aku tahu maksud anda" ujar sang ibu, "Jika
kita melihat dengan sudut yang tepat, maka hal yang
tampak negatif dapat dilihat secara positif". Sejak
saat itu, sang ibu tak pernah lagi mengeluh soal
karpetnya yang kotor, karena setiap melihat jejak
sepatu disana, ia tahu, keluarga yg dikasihinya ada di
rumah.
Kisah di atas adalah kisah nyata. Virginia Satir
adalah seorang psikolog terkenal yang mengilhami
Richard Binder & John Adler untuk menciptakan NLP
(Neurolinguistic Programming). Dan teknik yang
dipakainya di atas disebut Reframing, yaitu bagaimana
kita 'membingkai ulang' sudut pandang kita sehingga
sesuatu yg tadinya negatif dapat menjadi positif,
salah satu caranya dengan mengubah sudut pandangnya.

Terlampir beberapa contoh pengubahan sudut pandang :
Saya BERSYUKUR;
- Untuk istri yang mengatakan malam ini kita hanya
makan mie instan, karena itu artinya ia bersamaku
bukan dengan orang lain
- Untuk suami yang hanya duduk malas di sofa menonton
TV, karena itu artinya ia berada di rumah dan bukan di
bar, kafe, atau di tempat mesum.
- Untuk anak-anak yang ribut mengeluh tentang banyak
hal, karena itu artinya mereka di rumah dan tidak jadi
anak jalanan
- Untuk Tagihan Pajak yang cukup besar, karena itu
artinya saya bekerja dan digaji tinggi
- Untuk sampah dan kotoran bekas pesta yang harus
saya bersihkan, karena itu artinya keluarga kami
dikelilingi banyak teman
- Untuk pakaian yang mulai kesempitan, karena itu
artinya saya cukup makan
- Untuk bunyi suara2 yang keras dan sumbang dari para
pengamen dadakan yang datang bernyanyi didepan pagar
kita karna itu artinya saya masih bisa mendengar
- Untuk rasa lelah, capai dan penat di penghujung
hari, karena itu artinya saya masih mampu bekerja
keras
- Untuk semua kritik yang saya dengar tentang
pemerintah, karena itu artinya masih ada kebebasan
berpendapat
- Untuk bunyi alarm keras jam 5 pagi yg membangunkan
saya, karena itu artinya saya masih bisa terbangun,
masih hidup dst....

Memang hal ini tidak mudah, emosional state kita
kadang naik, kadang turun. Tapi paling tidak kita
berada di jalur yang benar, yaitu jalur pengembangan
diri -

GBUs.


.

__._,_.___

************************************************************************
Mantan BBD's mailing list
* Post message : [email protected]
* Subscribe    : [EMAIL PROTECTED]
* Unsubscribe  : [EMAIL PROTECTED]
* List owner   : [EMAIL PROTECTED]
* Mail Archive : http://www.mail-archive.com/[email protected]/
************************************************************************
Blog MANTAN-BBD http://mantan-bbd.blogspot.com
************************************************************************





SPONSORED LINKS
Banking software Cord blood banking Financial service company
Business finances Financial service industry

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke