assalamu alaikum warohmatulohi wabarakatuh..
bagaimana khabar aa, bagaimana kabarnya teteh tini beserta anak-anak, semoga semua selalu dalam lindungan Alloh SWT amien... maap aa'.. bukannya saya mau nggurui, ngeledek atau menghujat, bukan pula membela. saya sadar sesadarnya aa' adalah adalah panutan saya, aa adalah guru saya, aa adalah tokoh, sedangkan saya hanyak murid tersembunyi aa'. aa' orang terkenal, milik seluruh jamaah, seluruh penggemar aa, bahkan milik seluruh ummat islam atau milik seluruh bagsa indonesia ini, sehingga aa' sebenarnya bukan hanya milih teh tini seorang.. betul tidak! makanya aa' saya nggak terkejut ketika mengetahui kabar aa' telah mencarikan teman yang akan menemani teh tini ketika aa' harus sering meninggalkan teteh karena harus pergi ke mana-mana untuk melayani ummat, karena sejak menjadi seorang tokoh aa' sebenarnya juga sudah "menikah lagi" dengan ummat aa' sekali maaf aa'.... dibandingkan aa', ilmu agama saya tidak ada apa-apanya ibarat langit dan bumi. Saya cuma tahu lewat pengajian kampung, bahwa di kitab Quran disebutkan lelaki boleh punya isteri lebih dari satu. saya juga pernah baca kutbah abah engkin muttaqin kalau ketentuan lelaki punya isteri lebih dari satu itu ibarat pintu darurat di pesawat terbang. Karena saya tidak tahu seberapa perlunya aa' harus menggunakan pintu darurat itu, maka saya juga tidak bisa atau tidak berhak menilai kelayakan keputusan aa' untuk menikah lagi itu.. namun saya yakin haqqul yaqin aa' tidaklah gegabah melakukan sesuatu apalagi hanya berdasarkan hawa nafsu atau mengabaikan hukum dan ketentuan Allah. naudzubillahi min dzalik aa' game saya masih yakin akan kebenaran al-quran, kalau memahami jaman jahiliyah, aturan boleh beristeri lebih dari satu memenuhi syarat yang ketat dan empat tidak boleh empat itu bahkan sudah merupakan revolusi kalau melihat kenyataan di jaman jahiliyah massa itu. tetapi kalau sekarang kita menganggap jahiliyah tidak ada lagi, maka ketika mengukur diri sendiri, rasanya untuk saat ini belum pantas dan belum perlu niat untuk mempunyai isteri lebih dari satu, meskipun kelakuan saya tidak bakal diperhatikan orang lain (kecuali keluarga sendiri) karena saya bukan tokoh, teladan atau panutan orang banyak betul tidak aa'?? aa'.. terlalu naif kalau saya suudzon bahwa aa' melanggar ketetuanpemerintah, norma kepatutan apalagi hukum Allah. bagaimanapun aa' masih jauh lebih mulia dibanding kelakukan yang menjijikkan yang ditujukkan oleh anggota DPR dengan penyanyi dangdut itu atau bahkan dengan lelaki seneng iseng di saritem atau mangga besar sana. astaghfirullah aa' bagaimanapun saya adalah manusia, bisa salah, bisa khilap, bisa terperosok, bisa terjebak..... namun sebagai manusia toh saya juga masih diberi hak untuk minta maaf, memperbaiki diri setelah bertobat dengan janji tidak akan mengulangi lagi di masa yang akan datang.. makanya kalau ada kesalahan mohon dibukakan pntu maap... betul tidak?.. wassalamu `alaikum warahmatullahi wabarakatuh..
