From: Rudy Sutanto Gunawan [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Friday, January 05, 2007 10:26 AM To: Rudy Sutanto Gunawan Subject: Tentang Kecelakaan Pesawat di Indonesia.
Dear penumpang setia Adam Air, Sekali lagi saya akan meluruskan berita-berita miring yang tidak benar yang beredar di masyarakat, terutama melalui milis2 yang berjumlah ribuan ini. Yang pertama adalah masalah umur pesawat , kedua masalah pendaratan darurat di Tambolaka NTT (11 februari 2006). PERTAMA Mengenai umur pesawat kami yang sudah tua, akan kami jelaskan sbb : Memang benar pesawat yang kami beli umurnya rata2 sudah tua (diatas 15 tahun) namun kami sudah melakukan peremajaan Peremajaan yang kami maksud adalah dengan mengganti mesin tua pesawat kami dengan mesin2 baru keluaran dari Glodok lindetives yang sudah berpengalaman puluhan tahun memproduksi mesin2 dan sparepart tiruan yang kualitasnya no. 1 Montir dan teknisi kami sudah sangat berpengalaman untuk mengotak atik mesin tua agar tetap tokcer dan rata2 adalah bekas montir kendaraan angkot yang sudah ngetop dan berpengalaman untuk mengganti-ganti sparepart asli dengan tiruannya. Kekurangan kami hanya masalah pengecetan yang kurang sempurna dan goresan2 yang dibuat oleh (terutama) montir2 yang sedikit urakan dan memang masih bisa dimaklumi karena mereka eks montir angkot yang keras kehidupannya. Dengan penjelasan singkat ini kami percaya bahwa anda sebagai penumpang setia Adam Air tidak akan was-was lagi dan bisa menepis issue-isue negative ini. Isue2 negatif ini sering dibuat oleh competitor kami untuk menjadikan anda ragu untuk tetap terbang bersama kami. KEDUA Mengenai pendaratan darurat pesawat kami di Tambolaka NTT yang disebabkan kerusakan navigasi bisa kami jelaskan sbb: Kerusakan navigasi ini disebabkan adanya penempelan selotif/lakban yang berlebihan oleh teknisi kami sehingga ada beberapa lembar lakban yang lepas dan kemudian menempel pada alat sensor navigasi pesawat sehingga pesawat menjadi kacau krn tidak jelas posisi dan lokasinya. Dalam keadaan sedikit panic pilot kami yang kebetulan pilot tembak (kebetulan pilot aslinya sedang flu) tanpa sengaja mematikan adaptor sehingga power untuk radio komunikasi pesawat menjadi mati dan tidak bisa menerima berita ataupun mengirim berita. Untunglah pilot tembak kami cukup berani dan nekad sehingga walaupun sempat bingung dan berputar-putar selama 3 jam yang ternyata secara tidak sengaja sangat bermanfaat krn mengurangi bahan bakar sebagai persiapan pendaratan darurat Sehingga untuk penyelesaian dan solusi agar masalah ini tidak terulang, maka sesuai surat kami terdahulu kami bentuk SOP mengenai Lakban dan saat ini sudah ada JUKLAKnya yang lebih detil yaitu memakai merk 3M yang lebih lengket dan penempelan tidak boleh lebih dari 3 lapis. Demikian penjelasan kami semoga anda tetap setia bersama ADAM AIR . Terima kasih, Hormat kami, Capt. Pilot Ir Dr Rudy Sutanto Phd MSc* Publik Relation and Operation Director PT ADAM AIR MABUR JAYA RAYA NB : Bila anda mendapati teknisi kami tidak membawa lakban, maka ongkos tiket akan kami kembalikan!!! * lihat gelar dan jabatan kami demi keyakinan dan kepercayaan konsumen Adam Air
