THAT IS WHAT WE CALL SERVICE, REAL SERVICE....TO CUSTOMERS, PUBLICS, PEOPLE
ETC..ETC
"[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Kiriman dari seorang
teman.....
=======================bdy=====================
PEMBELI ISTIMEWA
by Konosuke Matsushita-
Pada suatu hari, ketika Jepang belum semakmur sekarang, datanglah seorang
peminta-minta ke sebuah toko kue yang mewah dan bergengsi untuk membeli manju
(kue Jepang yang terbuat dari kacang hijau dan berisi selai).
Bukan main terkejutnya si pelayan melihat pelanggan yang begitu jauh sederhana
ditokonya yang mewah dan bergengsi itu. Karena itu dengan terburu-buru ia
membungkus manju itu. Tapi belum lagi ia sempat menyerahkan manju itu kepada si
pengemis, muncullah si pemilik toko berseru, "Tunggu, biarkan saya yang
menyerahkannya". Seraya berkata begitu, diserahkannya bungkusan itu kepada si
pengemis. Si pengemis memberikan pembayarannya. Sembari menerima pembayaran
dari tangan si pengemis, ia membungkuk hormat dan berkata, "Terima kasih atas
kunjungan anda". Setelah si pengemis berlalu, si pelayan bertanya pada si
pemilik toko,"Mengapa harus anda sendiri yang menyerahkan kue itu? Anda sendiri
belum pernah melakukan hal itu pada pelanggan mana pun. Selama ini saya dan
kasirlah yang melayani pembeli". Si pemilik toko itu berkata, "Saya mengerti
mengapa kau heran. Semestinya kita bergembira dan bersyukur atas kedatangan
pelanggan istimewa tadi. Aku ingin langsung menyatakan terima
kasih. Bukankah yang selalu datang adalah pelanggan biasa, namun kali ini
lain."
"Mengapa lain," tanya pelayan.
"Hampir semua dari pelanggan kita adalah orang kaya. Bagi mereka, membeli kue
di tempat kita sudah merupakan hal biasa. Tapi orang tadi pasti sudah begitu
merindukan manju kita sehingga mungkin ia sudah berkorban demi mendapatkan
manju itu. Saya tahu, manju itu sangat penting baginya. Karena itu saya
memutuskan ia layak dilayani oleh pemilik toko sendiri. Itulah sebabnya aku
melayaninya", demikian penjelasan sang pemilik toko.
Konosuke Matsushita, pemilik perusahaan Matsushita Electric yang terkemuka itu,
menutup cerita tadi dengan renungan bahwa setiap pelanggan berhak mendapatkan
penghargaan yang sama. Nilai seorang pelanggan bukanlah ditentukan oleh
prestise pribadinya atau besarnya pesanan yang dilakukan.
Seorang usahawan sejati mendapatkan sukacita dan di sinilah ia harus meletakkan
nilainya.
Dikutip dari artikel,
Konosuke Matsushita, Food For Thought,
dari buku Etos Bisnis dan Etika Manajemen
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com