100% benar yang menentukan benar atau salah itu hanya ALLAH SWT junjungan kita yang tiada tandingannya. Cuman didunia nggak benar berdakwah dengan cara kekerasan, merusak dan mengancam. Awalnya FPI itu baik dan lembut tidak dengan teriak, mengacung ngacungkan pentung dan senjata tajam....lha sekarang koq beda. Mbok kembali seperti khitah berdirinya FPI, pasti banyak yang simpati. Sama juga, Banser atau ormas yang lain kalau caranya begitu ya tidak baik..yang manjur dengan soft touch and soft speak....bukan softex...pembalut wanita.
--- On Sat, 7/6/08, Ritzy Rasfin <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Ritzy Rasfin <[EMAIL PROTECTED]> Subject: RE: [exbe2de] [Fwd: Diskusi soal insiden Monas] To: [email protected] Date: Saturday, 7 June, 2008, 3:33 AM Yang dapat menentukan sesuatu itu benar atau salah dengan tepat , hanya Allah SWT. -----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] com [mailto:estika@ yahoogroups. com]On Behalf Of Dwidjo Suwignyo Sent: Thursday, June 05, 2008 8:04 PM To: [EMAIL PROTECTED] com Subject: RE: [exbe2de] [Fwd: Diskusi soal insiden Monas] ???? -----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] com [mailto:estika@ yahoogroups. com]On Behalf Of PRIANTO TIRTOPRODJO Sent: Friday, June 06, 2008 9:56 AM To: [EMAIL PROTECTED] com Subject: Re: [exbe2de] [Fwd: Diskusi soal insiden Monas] JADI INTINYA MENDUKUNG FPI DIBUBARKAN, KARENA TIDAK MENGAJARKAN AGAMA ISLAM DENGAN BENAR, KERJANYAANYA HANYA MENGAJAR KEKERASAN DAN MENEBAR ANCAMAN. KALAU KITA LIHAT ORANG2 LASKAR FPI, MATANYA SELALU MELOTOT PENUH KEBENCIAN, HAMPIR TIDAK PERNAH MELIHAT MATANYA YANG TEDUH SEPERTI RONNY (TEMANNYA BARRY). KOK YG BEGITU DIBIARKAN HIDUP, GIMANA MASA DEPAN BANGSA KITA KALAU ISINYA HANYA KEKERASAN. BANGKIT BUKAN BERARTI KERAS, KALAU BANGKIT DAN KERAS TINGGAL MASUKKAN SAJA...HE..HE --- On Thu, 5/6/08, Indiah Marsaban <[EMAIL PROTECTED] id> wrote: From: Indiah Marsaban <[EMAIL PROTECTED] id> Subject: [exbe2de] [Fwd: Diskusi soal insiden Monas] To: [EMAIL PROTECTED] com Date: Thursday, 5 June, 2008, 10:33 AM Ini ada diskusi yang seru dari milis [EMAIL PROTECTED] ps.com ------------ --------- ------- Original Message ------------ --------- ------- Subject: Re: [perempuan] Fwd: balasan ---Stop Press: --Buat Santi From: "ika" <[EMAIL PROTECTED] net.id> Date: Wed, June 4, 2008 10:27 am To: [EMAIL PROTECTED] ps.com Cc: jurnalperempuan@ yahoogroups. com ------------ --------- --------- --------- --------- --------- - Dear All, Mengikuti perbincangan ini.. kelihatannya Santiarema memang yakin sekali bahwa kekerasan yang mengatasnamakan pembelaan terhadap Tuhan dan ajarannya memang diperintahkan oleh Tuhan... Kekerasan yang terjadi pada AKKBB pada hari Minggu kemarin dianggap "wajar" karena AKKBB mendukung Ahmadiyah... Kekerasan thd Ahmadiyah "wajar" karena Ahmadiyah "nyeleweng" dari ajaran Islam (yang diyakini benar 100% menurut mereka yang mengaku pembela "Islam"). Kasarnya gini, Santiarema beranggapan bahwa coba orang2 Ahmadiyah itu mengibarkan bendera putih (menyerah), nurutin apa kata "pembela" itu, pasti ga akan ada kekerasan thd mereka... Santirema merasa terganggu pada Ahmadiyah karena dia merasa paling tau apa yang Tuhan mau... Persis plek seperti mereka yang selalu teriak2 Allahuakbar sambil menyambit pedang/pentungan ke orang2 yang ga bersenjata.. . Jadi menurut saya, percuma saja diskusi ini diteruskan karena pada akhirnya Santiarema akan menghujat pemikiran2 yang berbeda dari pemikiran dan keyakinan dia, jadi debat kusir yang ga perlu. Saya pribadi percaya, Allah sudah mempatenkan "Islam", dan DIA yang akan menjaganya, bukan kita pemeluknya.. . DIA tidak perlu dibela, karena DIA-lah yang MAHA SEGALA... DIA yang akan menentukan apakah jalan yang kita ambil untuk keyakinan kita benar atau salah. MANUSIA tidak pernah punya hak untuk menentukan benar atau salah keyakinan manusia lain.. Kewajiban kita adalah menjalankan apa yang kita yakini, TANPA merebut hak orang lain menjalankan apa yang mereka yakini. Itu merupakan hak TUHAN.. regards. ika ----- Original Message ----- From: "santiarema" <[EMAIL PROTECTED] com> To: <[EMAIL PROTECTED] ps.com> Sent: Tuesday, June 03, 2008 8:46 PM Subject: [perempuan] Fwd: balasan ---Stop Press: --Buat Santi Mas Toyo, Kalau berbicara masalah kekerasan, jika anda menggunakan sedikit aja akal pikiran anda, dan menyimak postingan saya sebelumnya, maka masalah tersebut SUDAH FINAL. Btw, melihat cara berpikir anda saya jadi gak heran dan dapat memahami, karena ada kelompok yang jelas2 telah melakukan PELECEHAN terhadap Akidah Islam berupa pelecehan Nabi Muhammad SAW dan Al Qur'an, anda tidak merasa terganggu, dan menganggap itu sebagai bagian dari KEBEBASAN BERAGAMA. dan bahkan kelompok yang melakukannya anda bela atas nama KEBEBASAN & PLURALISME. Saya yakin kalau Syeh Siti Jenar hidup di jaman sekarang, pasti anda akan melakukan pembelaan yang sama atas nama Kebebasan & pluralisme tersebut. Mengenai Hak Paten Agama Islam, Allah SWT sendiri yang mempatenkannya : Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni'mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. (QS. Al-Maidah:3) Allah sendiri yang mengatakan bahwa Dia meredhai Islam jadi agama buat kita. Allah SWT juga berfirman dengan ayat ini: Sesungguhnya agama disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al-Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. (Qs. Ali Imran:19) Tolong buka pikiran anda, masih layakkah kepercayaan lain yang menyimpang dari ajaran Islam ingin dianggap sebagai Islam ? Apakah itu bukan pemaksaan kehendak ? --- In [EMAIL PROTECTED] ps.com, jam gadang <jam_gadang2003@ ...> wrote: Santi Mungkin isu ini jadi melebar ya, karena yang kita fokus soal kekerasan. Jadi mohon fokus dulu dengan kekerasan yang dilakukan FPI ya. Kembali ke Fokus isunya dulu. Anda boleh katakan sikap anda soal penyerangan itu. Kalau anda setuju kekerasan tersebut karena bentuk dari perlawanan ke Ahamdiyah. Silakan saja. Jadi biar jelas mbak santi posisi nya di mana. Itu yang dibutuhkan.. . Kalau soal keyakinan Ahmadiyah, jujur saya tidak mau masuk ke ranah itu. karena saya sama sekali tidak tahu soal ajaran Ahmadiyah. Kalau ditanya pribadi saya, kalau memang benar Ahmadiyah memang benar seperti Mbak Santi katakan. saya sebagai umat ISLAM tidak masalah itu.. Keyakinan saya tidak merasa ternodai kok sebagai Muslim. Kalau mbak santi terganggu yang itu urusan Mbak Santi, laporkan Ahmadiyah ke Pengadilan. Negara kita kan negera hukum.. Tapi saya tidak sedikitpun merasa bahwa saya harus membela Allah SWT karena pandangan Ahmadiyah itu kok, karena saya yakin Tuhan yang saya yakini tetap akan Mulia walau Ahmadiyah melakukan hal yang beda dari yang saya yakini. Kalau soal meminta Ahmadiyah buat agama sendiri, saya pikir itu hak Ahmadiyah lah. Kalau pertanyaannya di kebalikan gimana? Gimana kalau Islam yang diyakini mbak Santi diminta umat Ahamdiyah untuk buat agama sendiri, mau gak mbak Santi? jawab dengan jujur. Begitu juga saya yakin sikap Ahmadiyah tidak mau melakukan itu. Seperti mbak Santi juga gak mau kan? Islam kan bukan kayak buat film atau baju yang harus hak paten nya, islam kan bukan barang dagangan kan, yang harus hak paten nya atau HAKI nya. Islam kan bukan milik mbak Santi, milik saya, milik Ahmadiyah, FPI, HTI, PKS, NU, Muhammadiyah saja kan. Tapi Islam milik semua orang yang mengakui sebagai muslim. Malah kalau Gusdur bilang bahwa Islam milik kita semua. Mbak santi kan gak pernah dapat amanat Allah SWT untuk mililki Islam kan?? Wah kalau memang Ahmadiyah memaksakan kehendak itu memang melanggar hukum. Kita harus ajukan ke pengadilan. Tapi pertanyaan saya siapa sih yang suka maksaan kehendak? Ahmadiyah, MUI, FPI, HTI, FUI atau yang lainnya, yang mana mbak Santi yang suka maksaan kehendak apalgi sampai gunakan kekerasan ? jawab juga dengan jujur. Belajarlah untuk cerdas dan dewasa dalam beragama. Kita punya Otak dan Pikiran diminta untuk digunakan dengan maksimal. Supaya otaknya jadi benar - benar bekerja untuk berpikir dengan rasional. Salam Peace Toyo santiarema <santiarema@ ...> wrote: Mas Toyo, Dalam melihat sesuatu kita lihat konteksnya secara cerdas. Konteks Umat Islam "Bereaksi" disini adalah MENOLAK AHmadiyah sebagai Bagian dari Islam, karena jelas 2 hal prinsip Islam telah disimpangkan oleh Ahmadiyah, yaitu : 1. Mengakui Ghulam Mirza sebagai nabi Terakhir. Ajaran Islam hanya mengakui Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi Terakhir titik. 2. Tidak mengakui Al Qur'an sebagai Kitab Suci TErakhir dari Allah SWT, karena masih ada Kitab suci lain yang akan turun. Saya heran, kalau anda mengatakan Ahmadiyah didiskriminasi, diskriminasi seperti apa ? Padahal Ahmadiyah telah melakukan Kekerasan Intelektual terhadap Umat Islam dan Ajaran Islam dengan memaksakan kehendaknya sebagai Bagian dari Islam. Sikap umat Islam terhadap Ahmadiyah sebenarnya juga dilakukan berbagai agama lain. Protestan harus menjadi agama baru karena menolak otoritas Gereja Katolik dalam penafsiran Bibel, meskipun antara kedua agama ini banyak sekali persamaannya. Tahun 2007, sebagian umat Hindu di Bali membentuk agama baru bernama agama Hindu Bali, yang berbeda dengan Hindu lainnya. Agama Kristen dan Yahudi mempunyai banyak persamaan. Bibel Yahudi juga dipakai oleh kaum Kristen sebagai kitab suci mereka (Perjanjian Lama). Tapi, karena Yahudi menolak posisi Yesus sebagai juru selamat, maka keduanya menjadi agama yang berbeda. Kalau mereka sportif memproklamasikan diri sebagai Agama tersendiri. Umat Islam pasti akan menghormati keyakinan mereka sama seperti umat Islam menghormati dan menghargai penganut agama lainnya. Salam Damai, Santi --- In [EMAIL PROTECTED] ps.com, jam gadang <jam_gadang2003@ > wrote: Santiarema Mengenai kekerasan FPI, saya pribadi juga mengutuk cara2 premanisme seperti itu, apapun alasan dan latar belakangnya. Yg jelas itu jauh dari ajaran Islam yang cinta damai dan penuh kasih sayang. Masalahnya adalah seperti yang anda katakan diatas, masalah kekerasan apapun alasannya. Argumentasi anda tidak konsisten dengan pernyataan anda. Anda katakan bahwa tidak boleh melakukan kekerasan atas dasar apapun. Tapi ada pula pertanyaan anda seperti ini : Permasalahannya, Ajaran2 Ahmadiyah yang jelas2 bertentangan dengan akidah ajaran Islam, namun dia mengatasnamakan Islam. Wajar, kalau Umat Islam bereaksi Coba anda amatin kedua pernyataan anda ini, tidak konsisten. Mbak Saya Muslim, tapi tidak mau debat soal ajaran agama. Karena saya tidak punya "kapasitas" untuk itu. Dan menurut saya juga tidak penting buat saya, karena saya tidak tertarik tuh jadi Ahamdiyah. Tapi ahmadiyah sebagai warga negara yang mengalami diskriminasi dan kekerasan saya harus teriak dan melakukan pembelaan. Karena negara kita adalah negara cinta damai....jadi begitu mbak. Mudah2an mbak bisa lebih cerdas melihat persoalan ini. Salam Toyo Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
