HATI - HATI PENIPUAN LIWAT TRANSAKSI Anak saya ingin menjual salah satu rumahnya dan mengiklankan liwat internet. Pada suatu hari ada orang yang mengaku bernama Marwan Effendy dari HP No. 081319817123 ingin membeli rumah tersebut dan segera menyetor tanda jadi setelah terdapat kesepakatan harga . Dia langsung minta nomor rekening anak saya dan mengatakan dalam satu jam tanda jadi akan ditransfer sebesar Rp. 10 juta. Dan selanjutnya transaksi jual beli di Notaris akan dilaksanakan dalam berberapa hari lagi. SETELAH SATU JAM Marwan Effendy menilpon lagi mengatakan bahwa tanda jadi sudah di transfer dan minta di cek apakah transfer sebesar Rp. 10 juta tersebut sudah masuk kerekening anak saya. Ternyata belum masuk dan anak saya memberitahukan kepada Marwan Effendy bahwa transfer sebesar Rp. 10 juta belum masuk. Marwan Effendy minta anak saya menunggu di ATM tersebut karena dia akan mengecek ke Mandiri Call Center. Beberapa menit kemudian Marwan Effendy menilpon lagi bahwa rekeningnya sudah didebet tetapi menurut Mandiri Call Center ada trouble di Komputernya Mandiri dan karenanya pengkreditan ke rekening anak saya akan dilakukan secara manual, dan perlu ada kerjasama dengan anak saya karena Mandiri Call Center akan memandu anak saya liwat mesin ATM bersama anak saya. Anak saya diminta oleh Marwan Effendy melalui tele conference via HPnya dengan "Mandiri Call Center", yang kemudian "Mandiri Call Center" memandu anak saya via tele conference di depan mesin ATM. Dari instruksi tele conference dengan "Mandiri Call Center" anak saya curiga karena "Mandiri Call Center" menanyakan saldo rekening dan rekening nomor lainnya dari anak saya yang logikanya dilayarnya "Mandiri Call Center" juga terbaca saldo termaksud. Akhirnya anak saya memutuskan hubungan tilpon tele confeence dengan "Mandiri Call Center" tersebut dan menilpon langsung ke Mandiri Call Center yang sebenarnya mengenai adanya trouble dan pengkreditan manual dan adanya pemanduan dari "Mandiri Call Center". Jawaban petugas Mandiri Call Center, tidak ada pengkreditan manual, tidak ada pemanduan via tele conference dan hati - hati itu adalah rencana penipuan. Setelah itu orang yang mengaku bernama Marwan Effendy tidak dapat dihubungi lagi via nomor tilpon tersebut diatas. Dan terntunya tidak ada transfer uang tanda jadi transaksi. Mudah - mudahan info ini ada manfaatnya, terutama bagi yang kalau menemui kasus yang serupa tapi tidak sama. Salam, Tosman
