Boed,
Sangat inspiratif.
Terima kasih,
Salam sukses,
Tosman 

--- On Thu, 11/13/08, Boedi Dayono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Boedi Dayono <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [exbe2de] Kisah Zhang Da menjalani hidup  - Inspirasi
To: "Undisclosed Recipient" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Thursday, November 13, 2008, 2:41 AM










    
            



Kiriman dari seorang sahabat....

bdy========= ========= ========= ========= ========= ========= =



Untuk siapapun yang mendapat perlakuan kurang menyenangkan dari ortu kuncinya 
satu: memaafkan, sehingga kedamaian ada pada hidup kita, jaman dulu sdh biasa 
ortu bertindak seperti itu, banyak faktor, salah satunya kemiskinan dan 
pendidikan yg rendah. Moga 2 tulisan dibawah ini membawa kita semua, terutama 
yg mengalami hal-2 buruk, setelah membaca e-mail ini ada damai dalam hidup 
kita, Amin.

=======

Di Provinsi Zhejiang China, ada seorang anak laki-laki yang luar biasa, sebut 
saja namanya Zhang Da. Perhatiannya yang besar kepada Papanya, hidupnya yang 
pantang menyerah dan mau bekerja keras, serta tindakan dan perkataannya yang 
menyentuh hati membuat Zhang Da, anak lelaki yang masih berumur 10 tahun ketika 
memulai semua itu, pantas disebut anak yang luar biasa. Saking jarangnya 
seorang anak yang berbuat demikian, sehingga ketika Pemerintah China mendengar 
dan menyelidiki apa yang Zhang Da perbuat maka merekapun memutuskan untuk 
menganugerahi penghargaan negara yang tinggi kepadanya. Zhang Da adalah salah 
satu dari sepuluh orang yang dinyatakan telah melakukan perbuatan yang luar 
biasa dari antara 1,4 milyar penduduk China. Tepatnya 27 Januari 2006 
Pemerintah China, di provinsi Jiangxu, kota Nanjing, serta disiarkan secara 
Nasional ke seluruh pelosok negeri, memberikan penghargaan kepada 10 (sepuluh) 
orang yang luar biasa, salah satunya adalah Zhang
 Da. 

Mengikuti kisahnya di televisi, membuat saya ingin menuliskan cerita ini untuk 
melihat semangatnya yang luar biasa. Bagi saya Zhang Da sangat istimewa dan 
luar biasa karena ia termasuk 10 orang yang paling luar biasa di antara 1,4 
milyar manusia. Atau lebih tepatnya ia adalah yang terbaik diantara 140 juta 
manusia. Tetapi jika kita melihat apa yang dilakukannya dimulai ketika ia 
berumur 10 tahun dan terus dia lakukan sampai sekarang (ia berumur 15 tahun), 
dan satu-satunya anak diantara 10 orang yang luarbiasa tersebut maka saya bisa 
katakan bahwa Zhang Da yang paling luar biasa di antara 1,4 milyar penduduk 
China.

Pada waktu tahun 2001, Zhang Da ditinggal pergi oleh Mamanya yang sudah tidak 
tahan hidup menderita karena miskin dan karena suami yang sakit keras. Dan 
sejak hari itu Zhang Da hidup dengan seorang Papa yang tidak bisa bekerja, 
tidak bisa berjalan, dan sakit-sakitan. Kondisi ini memaksa seorang bocah 
ingusan yang waktu itu belum genap 10 tahun untuk mengambil tanggung jawab yang 
sangat berat. Ia harus sekolah, ia harus mencari makan untuk Papanya dan juga 
dirinya sendiri, ia juga harus memikirkan obat-obat yang yang pasti tidak murah 
untuk dia. Dalam kondisi yang seperti inilah kisah luar biasa Zhang Da dimulai. 
Ia masih terlalu kecil untuk menjalankan tanggung jawab yang susah dan pahit 
ini. Ia adalah salah satu dari sekian banyak anak yang harus menerima kenyataan 
hidup yang pahit di dunia ini. Tetapi yang membuat Zhang Da berbeda adalah 
bahwa ia tidak menyerah.

Hidup harus terus berjalan, tapi tidak dengan melakukan kejahatan, melainkan 
memikul tanggung jawab untuk meneruskan kehidupannya dan papanya. Demikian 
ungkapan Zhang Da ketika menghadapi utusan pemerintah yang ingin tahu apa yang 
dikerjakannya. Ia mulai lembaran baru dalam hidupnya dengan terus bersekolah. 
Dari rumah sampai sekolah harus berjalan kaki melewati hutan kecil. Dalam 
perjalanan dari dan ke sekolah itulah, Ia mulai makan daun, biji-bijian dan 
buah-buahan yang ia temui. Kadang juga ia menemukan sejenis jamur, atau rumput 
dan ia coba memakannya. Dari mencoba-coba makan itu semua, ia tahu mana yang 
masih bisa ditolerir oleh lidahnya dan mana yang tidak bisa ia makan. Setelah 
jam pulang sekolah di siang hari dan juga sore hari, ia bergabung dengan 
beberapa tukang batu untuk membelah batu-batu besar dan memperoleh upah dari 
pekerjaan itu. Hasil kerja sebagai tukang batu ia gunakan untuk membeli beras 
dan obat-obatan untuk papanya.. Hidup seperti
 ini ia jalani selama lima tahun tetapi badannya tetap sehat, segar dan kuat.

ZhangDa Merawat Papanya yang Sakit. 

Sejak umur 10 tahun, ia mulai tanggung jawab untuk merawat papanya. Ia 
menggendong papanya ke WC, ia menyeka dan sekali-sekali memandikan papanya, ia 
membeli beras dan membuat bubur, dan segala urusan papanya, semua dia kerjakan 
dengan rasa tanggung jawab dan kasih. Semua pekerjaan ini menjadi tanggung 
jawabnya sehari-hari.

Zhang Da menyuntik sendiri papanya. 

Obat yang mahal dan jauhnya tempat berobat membuat Zhang Da berpikir untuk 
menemukan cara terbaik untuk mengatasi semua ini. Sejak umur sepuluh tahun ia 
mulai belajar tentang obat-obatan melalui sebuah buku bekas yang ia beli. Yang 
membuatnya luar biasa adalah ia belajar bagaimana seorang suster memberikan 
injeksi/suntikan kepada pasiennya. Setelah ia rasa ia mampu, ia nekad untuk 
menyuntik papanya sendiri. Saya sungguh kagum, kalau anak kecil main 
dokter-dokteran dan suntikan itu sudah biasa. Tapi jika anak 10 tahun 
memberikan suntikan seperti layaknya suster atau dokter yang sudah biasa 
memberi injeksi saya baru tahu hanya Zhang Da. Orang bisa bilang apa yang 
dilakukannya adalah perbuatan nekad, sayapun berpendapat demikian. Namun jika 
kita bisa memahami kondisinya maka saya ingin katakan bahwa Zhang Da adalah 
anak cerdas yang kreatif dan mau belajar untuk mengatasi kesulitan yang sedang 
ada dalam hidup dan kehidupannya. Sekarang pekerjaan menyuntik
 papanya sudah dilakukannya selama lebih kurang lima tahun, maka Zhang Da sudah 
trampil dan ahli menyuntik.

Aku Mau Mama Kembali.

Ketika mata pejabat, pengusaha, para artis dan orang terkenal yang hadir dalam 
acara penganugerahan penghargaan tersebut sedang tertuju kepada Zhang Da, 
Pembawa Acara (MC) bertanya kepadanya, "Zhang Da, sebut saja kamu mau apa, 
sekolah di mana, dan apa yang kamu rindukan untuk terjadi dalam hidupmu, berapa 
uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah, besar nanti mau kuliah di 
mana, sebut saja. Pokoknya apa yang kamu idam-idamkan sebut saja, di sini ada 
banyak pejabat, pengusaha, orang terkenal yang hadir. Saat ini juga ada ratusan 
juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa 
membantumu!" Zhang Da pun terdiam dan tidak menjawab apa-apa. MC pun berkata 
lagi kepadanya, "Sebut saja, mereka bisa membantumu" Beberapa menit Zhang Da 
masih diam, lalu dengan suara bergetar iapun menjawab, "Aku Mau Mama Kembali. 
Mama kembalilah ke rumah, aku bisa membantu Papa, aku bisa cari makan sendiri, 
Mama Kembalilah!" demikian Zhang Da
 bicara dengan suara yang keras dan penuh harap. 

Saya bisa lihat banyak pemirsa menitikkan air mata karena terharu, saya pun 
tidak menyangka akan apa yang keluar dari bibirnya. Mengapa ia tidak minta 
kemudahan untuk pengobatan papanya, mengapa ia tidak minta deposito yang cukup 
untuk meringankan hidupnya dan sedikit bekal untuk masa depannya, mengapa ia 
tidak minta rumah kecil yang dekat dengan rumah sakit, mengapa ia tidak minta 
sebuah kartu kemudahan dari pemerintah agar ketika ia membutuhkan, melihat 
katabelece yang dipegangnya semua akan membantunya. Sungguh saya tidak 
mengerti, tapi yang saya tahu apa yang dimintanya, itulah yang paling utama 
bagi dirinya. Aku Mau Mama Kembali, sebuah ungkapan yang mungkin sudah 
dipendamnya sejak saat melihat mamanya pergi meninggalkan dia dan papanya.

Tidak semua orang bisa sekuat dan sehebat Zhang Da dalam mensiasati kesulitan 
hidup ini. Tapi setiap kita pastinya telah dikaruniai kemampuan dan kekuatan yg 
istimewa untuk menjalani ujian di dunia. Sehebat apapun ujian yg dihadapi pasti 
ada jalan keluarnya... ditiap-tiap kesulitan ada kemudahan dan Allah tidak akan 
menimpakan kesulitan diluar kemampuan umat-Nya. 

Jadi janganlah menyerah dengan keadaan, jika sekarang sedang kurang beruntung, 
sedang mengalami kekalahan... . bangkitlah! karena sesungguhnya kemenangan akan 
diberikan kepada siapa saja yg telah berusaha sekuat kemampuannya. .




**** PT MULIA INDUSTRINDO TBK *****


      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke