Bud, bukukan dong tulisan - tulisannya.
Salam sukses,
Tosman

--- On Wed, 1/28/09, Boedi Dayono <[email protected]> wrote:
From: Boedi Dayono <[email protected]>
Subject: [exbe2de] Enjoy your life, life is so short..
To: "Undisclosed Recipient" <[email protected]>
Date: Wednesday, January 28, 2009, 9:36 PM










    
            



------------ -Kiriman dari teman------- ---------



Saya banyak terpengaruh oleh kesuksesan Kelvin Hui (saya beruntung bisa datang 
ke seminarnya tahun lalu di Jakarta). Kelvin Hui adalah seorang Web Publishing 
Businessman (Founder ambatch.com & SEO Master)  yang berhasil mendapatkan 
kontrak dengan Yahoo! senilai 20 juta US hanya untuk mempromosikan Yahoo! di 
Hongkong, Korea & Jepang selama 3 tahun! Yang menarik manusia ini justru 
sangat-sangat sederhana dalam berpakaian,  tutur katanya sangat halus namun 
penuh kebijaksanaan yang membuat pemikiran saya berubah 180 derajat tentang 
kesuksesan.



Sukses itu sederhana, sukses tidak ada hubungan dengan menjadi kaya raya, 
sukses itu tidak serumit/serahasia seperti kata Kiyosaki/Tung Desem 
Waringin/The Secret, sukses itu tidak perlu dikejar, SUKSES adalah ANDA! karena 
kesuksesan terbesar ada pada diri Anda sendiri...



Bagaimana Anda tercipta dari pertarungan jutaan sperma untuk membuahi 1 ovum, 
itu adalah sukses pertama Anda!

Bagaimana Anda bisa lahir dengan anggota tubuh sempurna tanpa cacat, itulah 
kesuksesan Anda kedua...

Ketika Anda ke sekolah bahkan bisa menikmati studi S1 di saat tiap menit ada 10 
siswa drop out karena tidak mampu bayar SPP, itulah sukses Anda ketiga...

Ketika Anda bisa bekerja di perusahaan bilangan segitiga emas, di saat 46 juta 
orang menjadi pengangguran, itulah kesuksesan Anda keempat...

Ketika Anda masih bisa makan tiga kali sehari, di saat ada 3 juta org mati 
kelaparan setiap bulannya itulah kesuksesan Anda yang kelima...



Sukses terjadi setiap hari, Anda tidak pernah menyadarinya.



Saya sangat tersentuh ketika menonton film Click! yang dibintangi Adam Sandler, 
"Family comes first", begitu kata-kata terakhir kepada anaknya sebelum dia 
meninggal... Saking sibuknya si Adam Sandler ini mengejar kesuksesan, ia sampai 
tidak sempat meluangkan waktu untuk anak & istrinya, bahkan tidak sempat 
menghadiri hari pemakaman ayahnya sendiri, keluarganya pun berantakan, istrinya 
yang cantik menceraikannya, anaknya jadi nggak kenal siapa ayahnya...



Sukses selalu dibiaskan oleh penulis buku laris supaya bukunya bisa 
terus-terusan jadi best seller dengan membuat sukses menjadi hal yang rumit dan 
sukar didapatkan.. .



Sukses tidak melulu soal harta, rumah mewah, mobil sport, jam Rolex, pensiun 
muda, menjadi pengusaha, punya kolam renang/helikopter, punya istri cantik 
seperti Donald Trump, & resort mewah di Karibia...

Tapi buat saya pribadi yang bisa hidup dengan sangat berkecukupan, saya rasa 
sukses memiliki arti yang berbeda... Sukses adalah mencintai & bangga terhadap 
diri Anda sendiri, mengerjakan apa yang Anda sukai kapan saja dan di mana 
saja....



Sukses sejati adalah hidup dengan penuh syukur atas segala rahmat Tuhan, sukses 
yang sejati adalah menikmati & bersyukur atas setiap detik kehidupan Anda, pada 
saat Anda gembira, Anda gembira sepenuhnya, sedangkan pada saat Anda sedih, 
Anda sedih sepenuhnya, setelah itu Anda sudah harus bersiap lagi menghadapi 
episode baru lagi.



Sukses sejati adalah hidup benar di jalan Allah, hidup baik, tidak menipu, 
apalagi scam, saleh & selalu rendah hati. Sukses itu tidak lagi menginginkan 
kekayaan ketimbang kemiskinan, tidak lagi menginginkan kesembuhan ketimbang 
sakit, sukses sejati adalah bisa menerima sepenuhnya kelebihan, keadaan dan 
kekurangan Anda apa adanya dengan penuh syukur.



Saya berani berbicara seperti ini, karena hidup yang saya alami ini seperti 
roda pedati, ketika masih mahasiswa hidup begitu nelangsa cuma mampu makan 
warteg 1 kali sehari dengan nasi setengah + sayur gratis + tempe goreng. Tapi 
ternyata dalam nikmat makan di warteg kok sama saja bila dibandingkan ketika 
saya makan di restoran mewah di Amerika, toh...



Saya pernah tidur di kolong langit, beralaskan tanah & terpal, hujan kehujanan, 
& panas kepanasan. Tapi ternyata lelapnya saya tidur dulu kok bisa sama saja 
yah bila dibandingkan ketika saya tidur di hotel bintang 5 di Jepang, toh...



Saya dulu, pulang-pergi ke sekolah jalan kaki sejauh 40 km, pakai baju lusuh, 
tas kotor & alat tulis seadanya, datang ke sekolah selalu menjadi bahan 
tertawaan teman2 yang lebih kaya, tapi kok sama saja toh enaknya ketika saya 
dijemput oom saya naik mercy, sama-sama nyampe juga ternyata 

Saya pernah diundang bos saya ke rumah barunya, untuk menikmati ruang 
auditoriumnya, ada speaker untuk karaoke, ada untuk mendengarkan musik, ada 
untuk home theater, dia bilang harga speaker Thiel-nya untuk mendengarkan musik 
saja harganya 400 juta, saya disuruh dengerin waktu beliau putar musik jazz, 
memang enak sekali, suara dentingan gelas & petikan bass bisa terdengar jelas, 
tapi kok setengah jam di situ, saya bosan juga toh.. Sama aja nikmatnya 
mendengarkan musik di komputer sendiri, yang speakernya cuman Simbadda 100 rb...



Pernahkah Anda menyadari? Anda sebenarnya tidak membeli suatu barang dengan 
uang uang hanyalah alat tukar, Anda sebenarnya membeli rumah dari waktu Anda.



Ya, Anda mungkin harus kerja siang malam untuk bayar KPR selama 15 tahun atau 
beli mobil/motorkan kredit selama 3 tahun. Itu semua sebenarnya Anda dapatkan 
dari membarter waktu Anda, Anda menjual waktu Anda dari pagi hingga malam 
kepada penawar tertinggi untuk mendapatkan uang supaya bisa beli makanan, pulsa 
telepon dll...



Aset terbesar Anda bukanlah rumah/mobil Anda tapi diri Anda sendiri, Itu 
sebabnya mengapa org pintar bisa digaji puluhan kali lipat dari orang bodoh... 
Semakin berharga diri Anda, semakin mahal orang mau membeli waktu Anda...



Itu sebabnya kenapa harga 2 jam-nya Kiyosaki bicara ngalor ngidul di seminar 
bisa dibayar 200 juta ato harga 2 jam seminar Pak Tung bisa mencapai 100 juta!!!

Itu sebabnya kenapa Nike berani membayar Tiger Woods & Michael Jordan sebesar 
200 juta dollar hanya untuk memakai produk Nike.

Suatu produk bermerk menjadi mahal/berharga bukan karena merk-nya, tapi karena 
produk tersebut dipakai oleh siapa...

Itu sebabnya bola basket bekas dipakai Michael Jordan bisa terjual 80 juta 
dollar, sedangkan bola basket bekas dengan merk sama bila kita jual harganya 
justru malah turun...



Hidup ini kok lucu, kita seperti mengejar fatamorgana, bila dilihat dari jauh, 
mungkin kita melihat air/emas di kejauhan, namun ketika kita kejar dengan 
segenap tenaga kita & akhirnya kita sampai, yang kita lihat yah cuman pantulan 
sinar matahari/corn flakes saja ternyata...



Lucu bila setelah Anda membaca tulisan di atas Anda masih mengejar fatamorgana 
tsb ketimbang menghabiskan waktu Anda yang sangat berharga untuk sungkem sama 
orangtua yang begitu mencintai Anda, memeluk hangat istri/kekasih Anda, 
mengatakan "I love you" kepada orang-orang yang anda cintai: orang tua, istri, 
anak, sahabat2 Anda. 

Lakukanlah ini selagi Anda masih punya waktu, selagi Anda masih sempat, Anda 
tidak pernah tahu kapan Anda akan meninggal, mungkin besok pagi, mungkin nanti 
malam, LIFE is so SHORT.

Luangkan lebih banyak waktu untuk melakukan hobi Anda, entah itu bermain bola, 
memancing, menonton bioskop, minum kopi, makan makanan favorit Anda, berkebun, 
bermain catur, atau berkaraoke.. .



Enjoy your life, life is so short.








CONFIDENTIALITY CAUTION: This message is intended only for the use of the 
individual or entity to whom it is addressed and contains information that is 
privileged and confidential. If you, the reader of this message, are not the 
intended recipient, you should not disseminate, distribute or copy this 
communication. If you have received this communication in error, please notify 
us immediately by return email and delete the original message.




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke