Pagi itu di sebuah ruangan ibadah berisi lebih kurang 30 muda mudi yang
sudah bersiap bernyanyi diiringi beberapa pemuda yang memainkan alat
band. Namun suasana hujan di luar ditambah alat pendingin membuat
ruangan terasa beku seolah mereka tak bersuara tenggelam oleh hentakan
suara band yang keras.

Kemudian majulah seorang gadis muda menggantikan rekannya berdiri di
podium, dengan suara yang keras dan wajah bersinar penuh keceriaan gadis
muda yang bernama Kezia itu mengajak semua muda mudi berdiri, menyanyi
lebih keras, bertepuk-tangan, bergerak aktif dan bervariasi, suasana
kaku sontak berubah hangat, penuh semangat dan ceria.

Pada pertengahan abad ke-enam di China, saat itu dua kelompok pasukan
dari dua kerajaan besar sedang bertempur. Sebulan sudah mereka berperang
hingga kelelahan dan memasuki masa gencatan senjata setelah peperangan
yang memakan korban ribuan orang mati dan ratusan terluka. Pada suatu
malam seorang jenderal bernama Shiaw Kwan dari kerajaan Chou sedang
membahas strategi perang di sebuah tenda bersama beberapa panglima
lainnya serta seorang penasehat tua. Salah satu laporan buruk yang
diterima Shiaw Kwan yang membuatnya kecewa adalah terdapat sejumlah
prajurit yang patah semangat dan ingin pulang ke kampung halaman.

Menjelang pagi, si penasehat tua mengajak Shiaw Kwan keluar sejenak dari
tenda untuk menghirup udara segar. Sembari duduk di antara
rerumputan basah karena hujan dan dinginnya malam, Shiaw Kwan mengambil
beberapa kayu mencoba menyalakan api namun kayu-kayu yang basah karena
hujan itu tak kunjung terbakar. Si penasehat tua menyuruh seorang
pengawal mengambil beberapa kayu bakar kering yang ada di salah satu
tenda dan menyalakan api. Dalam waktu singkat kayu-kayu kering itu
terbakar menghangatkan tubuh mereka. "Sekarang masukkan kayu-kayu basah
itu kedalam api unggun ini" kata si penasehat tua itu, dan ketika Shiaw
Kwan memasukkan potongan kayu
basah itu kedalam api unggun, maka kayu-kayu basah itu pun dengan mudah
ikut terbakar dan membara.

"Kumpulkan pasukan yang memiliki semangat dan daya juang tinggi, pimpin
mereka, kobarkan semangatnya kemudian masukkan para prajurit yang loyo
kedalamnya, maka mereka semuanya akan membara seperti api unggun ini.
===========================================





CONFIDENTIALITY CAUTION: This message is intended only for the use of the
individual or entity to whom it is addressed and contains information that is
privileged and confidential. If you, the reader of this message, are not the
intended recipient, you should not disseminate, distribute or copy this
communication. If you have received this communication in error, please notify
us immediately by return email and delete the original message.



Kirim email ke