Selamat menikmati akhir pekan yang indah.....
Salam,
boedi dayono
=====================================

"BIBIT MANGGA" 

Suatu hari, ada seorang pemuda sedang berlibur ke rumah neneknya di
desa.  Saat tiba di sana, setelah melepas rindu dan beristirahat
sejenak, neneknya menghidangkan sepiring irisan buah mangga yang
menggiurkan warna dan aromanya.

"Wah, mangganya harum dan manis sekali nek, sedang musim ya. Saya sudah
lama sekali tidak menjenguk nenek, sehingga tidak tahu kalau nenek
menanam pohon mangga yang berbuah lebat dan seenak ini rasanya" ujar si
pemuda sambil terus melahap mangga itu. 
Dengan tersenyum nenek menjawab, "makanya, sering-sering lah menjenguk
nenek, nenek rindu cucu nenek yang nakal dulu. Pohon mangga itu
sebenarnya bukan nenek yang menanam. Kamu mungkin lupa, waktu kecil
dulu, setelah menyantap buah mangga, kamulah yang bermain
melempar-lempar biji mangga yang telah kamu makan. Nah, ini hasil
kenakalanmu itu, telah bertumbuh menjadi pohon mangga dan sekarang
sedang kau nikmati buahnya"
"Sungguh nek? Buah mangga ini hasil kenakalan waktu kecilku dulu yang
tidak disengaja? Wah, hebat sekali. Aku tidak merasa pernah menanam,
tetapi hasilnya tetap bisa aku nikmati setelah sekian tahun kemudian,
benar-benar sulit dipercaya" si pemuda tertawa gembira sambil menyantap
dengan nikmat mangga dihadapannya. 

Nenek melanjutkan berkata, "Cucuku, walaupun engkau tidak sengaja
melempar biji mangga di halaman itu, tetapi bila tanah lahannya subur
dan terpelihara, dia tetap akan bertumbuh. Dan sesuai hukum alam, saat
musim buah tiba, dia pasti akan berbuah. Sedangkan rasa buahnya manis
atau tidak adalah sesuai dengan bibit yang kita tanam".

Malam hari, si pemuda merenungkan percakapan dengan neneknya. Karena
merasa penasaran, diambilnya biji buah mangga sisa di meja dan
dibelahnya menjadi 2, dia ingin tahu sebenarnya apa yang ada di dalam
biji buah mangga itu sehingga bisa menghasilkan rasa manis yang
membedakan dengan biji buah mangga yang lain. Ternyata dia tidak
menemukan perbedaan apapun. 

Melihat tingkah si cucu sang nenek menyela "Cucuku, semua biji buah,
tampaknya dari luar sama semua. Tetapi sesungguhnya, unsur yang ada di
setiap biji buah itu berbeda, perbedaan itulah yang akan menghasilkan
rasa, aroma dan warna setiap pohon mangga berbeda pula. Semuanya
tergantung inti buahnya. Cucuku, Demikian pula dengan manusia, tampak
luar, setiap manusia adalah sama tetapi yang menentukan dia bisa
berhasil atau tidak adalah kualitas unsur-unsur yang ada di dalamnya. 

Nah, ternyata alam mengajarkan banyak kepada kita. Bila ingin hasil yang
baik, harus memiliki unsur kualitas yang baik pula, apakah kamu
mengerti?". "Terima kasih nek, saya sungguh bersyukur memutuskan datang
kesini, semua ucapan nenek akan saya jadikan bekal untuk lebih giat
belajar dan membenahi diri agar hidup saya lebih berkualitas". Ucapnya
sambil memeluk tubuh rapuh sang nenek.

Pembaca yang luar biasa…
Hukum alam pada kisah nenek dan cucunya tadi mengajarkan pada kita 2
hal.

1. Apa yang telah kita tabur, entah disengaja atau tidak, diingat atau
dilupakan, entah kapanpun juga. Hukum alam mengajarkan, apa yang kita
tanam kita pasti akan menuai hasilnya.

2. Bahwa manusia mempunyai kemiripan dengan inti biji buah mangga,
tampak luar sama, tetapi kualitas unsur yang ada di dalam inti buahnya
yang membedakan rasa, aroma dan warna si buah mangga. Demikian juga
dengan manusia, Kualitas mental yang didalamlah yang membedakan dan
menentukan keberhasilan manusia di masa depan.

Mari kita perbaiki sikap, perhalus budi pekerti, jaga kebersihan hati
dan selalu menggali potensi diri agar kesuksesan sejati bisa kita
nikmati suatu hari nanti.

(Sumber : Bibit Mangga oleh Andrie Wongso)



CONFIDENTIALITY CAUTION: This message is intended only for the use of the
individual or entity to whom it is addressed and contains information that is
privileged and confidential. If you, the reader of this message, are not the
intended recipient, you should not disseminate, distribute or copy this
communication. If you have received this communication in error, please notify
us immediately by return email and delete the original message.



Kirim email ke