Innalillahi wainailaihi roji'un
TPT
  ----- Original Message ----- 
  From: Tjeppy Kustiwa 
  To: [email protected] 
  Sent: Monday, July 26, 2010 12:36 AM
  Subject: Re: [exbe2de] In Memoriam Mulyoharto


        Innalillahi wainailaihi roji'un, selamat jalan Mas Harto.........

        Wasslm
        TK

        --- On Sat, 24/7/10, kangucup <[email protected]> wrote:


          From: kangucup <[email protected]>
          Subject: [exbe2de] In Memoriam Mulyoharto
          To: [email protected]
          Date: Saturday, 24 July, 2010, 5:58 AM





           



          Ketika saya mendengar kabar seorang teman meninggal dunia tak kuasa 
menahan air mata.  Air mata kehilangan seorang teman yang gigih dalam 
perjuangan hidup, telah terbukti rasa cinta kasihnya dan senantiasa tak 
mengenal lelah untuk selalu mengajak dalam kebaikan. Saya masih teringat 
kata-katanya yang sering diulang-ulang, 'Sebaik-baiknya orang adalah yang 
membawa kebaikan untuk orang lain.'


          Menangis kehilangan teman dan sahabat yang baik, saya tidak 
sendirian. langit dan bumi-pun menangis karena kehilangan dirinya. Saya 
teringat satu kisah Ibnu Abbas ditanya oleh seseorang, 'Wahai Ibnu Abbas, 
apakah engkau mengetahui firman Allah (QS. an-Nahl (16) : 29), langit dan bumi 
bisa menangisi seseorang?'


          Ibnu Abbas menjawab, 'Benar, sesungguhnya setiap orang memiliki pintu 
dilangit dimana rizki diturunkan dan amal kebaikannya dinaikkan. Jika seorang 
Mukmin meninggal dunia, tertutuplah pintu itu dan langit menangis karena 
kehilangan dirinya. Demikian halnya bumi, bumi juga merasakan kehilangan karena 
selama ini menjadi tempat beribadah. Diatasnya, seorang Mukmin senantiasa 
sholat dan berdzikir kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala maka menangislah bumi 
karena kehilangan. (Tafsir Ibnu Katsir, IV/128).


          Bahkan Nabi Muhammad bersabda, 'Ketahuilah tidak ada istilah 
keterasingan bagi seorang Mukmin , tidak ada seorang Mukmin yang meninggal 
dunia dipengasingan, dimana dia terasing dari orang-orang yang dicintainya 
melainkan ia akan ditangisi oleh langit dan bumi. (HR. Ibn Jarir).


          Seorang Mukmin bukanlah manusia biasa. Langit dan bumi menjadi saksi 
seluruh tindak tanduknya. Ketika seorang Mukmin meninggal dunia. Langit dan 
bumi-pun menangis karena kehilangan orang yang selalu memakmurkan bumi dengan 
amal kebaikan. 


          Wassalam



          Not Sent from my BlackBerry®
          powered by Sinyal Kuat MANDIRI

          Stay Hungry.... Stay Foolish  

<<mulyoharto.jpg>>

Kirim email ke