Coba simak email terlampir..

-----Original Message-----
From: Hafis, Iwan [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Thursday, 28 April 2005 9:31 AM
To: [email protected]
Subject: [exbhp] Re: Fwd: [Oil&Gas] (OOT) 1 ONS BUKAN 100 GRAM


Sekolah dimana seh ini.
Kayaknya sekolah ku dulu malah nggak diajarin.
Masih mending daripada diajarin tapi salah.
He....he...he.....

-----Original Message-----
From: shobirin mohammad [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Wednesday, April 27, 2005 11:39 PM
To: [email protected]
Subject: [exbhp] Fwd: [Oil&Gas] (OOT) 1 ONS BUKAN 100 GRAM


All,
Ini ada diskusi menarik dr milis tetangga...
jangan sampe kita salah itung trus kena PHK.. true story!!

---------- Forwarded message ----------
From: Ferry Triyana <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Apr 25, 2005 9:09 AM
Subject: [Oil&Gas] (OOT) 1 ONS BUKAN 100 GRAM
To: [EMAIL PROTECTED]

1 ONS BUKAN 100 GRAM.

PENDIDIKAN YANG MENJADI BOOMERANG.

Seorang teman saya yang bekerja pada sebuah perusahaan asing, di PHK
akhir
tahun lalu. Penyebabnya adalah kesalahan menerapkan dosis pengolahan
limbah, yang telah berlangsung bertahun-tahun. Kesalahan ini terkuak
ketika seorang pakar limbah dari suatu negara Eropa mengawasi secara
langsung proses pengolahan limbah yang selama itu dianggap selalu gagal.
Pasalnya adalah, takaran timbang yang dipakai dalam buku petunjuknya
menggunakan satuan pound dan ounce. Kesalahan fatal muncul karena yang
bersangkutan mengartikan 1 pound = 0,5 kg. dan 1 ounce (ons) = 100 gram,
sesuai pelajaran yang ia terima dari sekolah. Sebelum PHK dijatuhkan,
teman saya diberi tenggang waktu 7 hari untuk membela diri dgn. cara
menunjukkan acuan ilmiah yang menyatakan 1 ounce (ons) = 100 g.  Usaha
maksimum yang dilakukan hanya bisa menunjukkan Kamus Besar Bahasa
Indonesia yang mengartikan ons (bukan ditulis ounce) adalah satuan berat
senilai 1/10 kilogram. Acuan lain termasuk tabel-tabel konversi yang
berlaku sah atau dikenal secara internasional tidak bisa ditemukan.

SALAH KAPRAH YANG TURUN-TEMURUN.

Prihatin dan penasaran atas kasus diatas, saya mencoba menanyakan hal
ini
kepada lembaga yang paling berwenang atas sistem takar-timbang dan ukur
di
Indonesia, yaitu Direktorat Metrologi . Ternyata, pihak Dir.
Metrologi-pun
telah lama melarang pemakaian satuan ons untuk ekivalen 100 gram. Mereka
justru mengharuskan pemakaian satuan yang termasuk dalam Sistem
Internasional (metrik) yang diberlakukan resmi di Indonesia. Untuk
ukuran
berat, satuannya adalah gram dan kelipatannya. Satuan Ons bukanlah
bagian
dari sistem metrik ini dan untuk menghilangkan kebiasaan memakai satuan
ons ini, Direktorat Metrologi sejak lama telah memusnahkan semua anak
timbangan (bandul atau timbal) yang bertulisan "ons" dan "pound".

Lepas dari adanya kebiasaan kita mengatakan 1 ons = 100 gram dan 1 pound
=
500 gram, ternyata tidak pernah ada acuan sistem takar-timbang legal
atau
pengakuan internasional atas satuan ons yang nilainya setara dengan 100
gram. Dan dalam sistem timbangan legal yang diakui dunia internasional,
tidak pernah dikenal adanya satuan ONS khusus Indonesia. Jadi, hal ini
adalah suatu kesalahan yang diwariskan turun-temurun. Sampai kapan mau
dipertahankan ?

BAGAIMANA KESALAHAN DIAJARKAN SECARA RESMI ?

Saya sendiri pernah menerima pengajaran salah ini ketika masih di bangku
sekolah dasar. Namun, ketika saya memasuki dunia kerja nyata, kebiasaan
salah yang nyata-nyata diajarkan itu harus dibuang jauh karena akan
menyesatkan.

Beberapa sekolah telah saya datangi untuk melihat sejauh mana penyadaran
akan penggunaan sistem takar-timbang yang benar dan sah dikemas dalam
materi pelajaran secara benar, dan bagaimana para murid (anak-anak kita)
menerapkan dalam hidup sehari-hari. Sungguh memprihatinkan. Semua
sekolah
mengajarkan bahwa 1 ons = 100 gram dan 1 pound = 500 gram, dan anak-anak
kita pun menggunakannya dalam kegiatan sehari-hari. "Racun" ini sudah
tertanam didalam otak anak kita sejak usia dini.

Dari para guru, saya mendapatkan penjelasan bahwa semua buku pegangan
yang
diwajibkan atau disarankan oleh Departemen Pendidikan Indonesia
mengajarkan seperti itu. Karena itu, tidaklah mungkin bagi para guru
untuk
melakukan koreksi selama Dep. Pendidikan belum merubah atau memberi-kan
petunjuk resmi.

TANGGUNG JAWAB SIAPA ?

Maka, bila terjadi kasus-kasus serupa diatas, Departemen Pendidikan kita
jangan lepas tangan. Tunjukkanlah kepada masyarakat kita terutama kepada
para guru yang mengajarkan kesalahan ini, salah satu alasannya agar
tidak
menjadi beban psikologis bagi mereka ;

"acuan sistem timbang legal yang mana yang pernah diakui / diberlakukan
secara internasional , yang menyatakan bahwa :

1 ons adalah 100 gram, 1 pound adalah 500 gram."?

Kalau Dep. Pendidikan tidak bisa menunjukkan acuannya, mengapa hal ini
diajarkan secara resmi di sekolah sampai sekarang ?

Pernahkan Dep. Pendidikan menelusuri, dinegara mana saja selain
Indonesia
berlaku konversi 1 ons = 100 gram dan 1 pound = 500 gram ?

Patut dipertanyakan pula, bagaimana tanggung jawab para penerbit buku
pegangan sekolah yang melestarikan kesalahan ini ?

Kalau Dep. Pendidikan mau mempertahankan satuan ons yang keliru ini,
sementara pemerintah sendiri melalui Direktorat Metrologi melarang
pemakaian satuan "ons" dalam transaksi legal, maka konsekwensinya ialah
harus dibuat sistem baru timbangan Indonesia (versi Depdiknas). Sistem
baru inipun harus diakui lebih dulu oleh dunia internasional sebelum
diajarkan kepada anak-anak.  Perlukah adanya sistem timbangan Indonesia
yang konversinya adalah 1 ons (Depdiknas) = 100 gram dan 1 pound
(Depdiknas) = 500 gram. ? Bagaimana "Ons dan Pound (Depdiknas)" ini
dimasukkan dalam sistem metrik yang sudah baku diseluruh dunia ? Siapa
yang mau pakai ?.

HENTIKAN SEGERA KESALAHAN INI.

Contoh kasus diatas hanyalah satu diantara sekian banyak problema yang
merupakan akibat atau korban kesalahan pendidikan. Saya yakin masih
banyak
kasus-kasus senada yang terjadi, tetapi tidak kita dengar. Salah satu
contoh kecil ialah, banyak sekali ibu-ibu yang mempraktekkan resep kue
dari buku luar negeri tidak berhasil tanpa diketahui dimana
kesalahannya.

Karena ini kesalahan pendidikan, masalah ini sebenarnya merupakan
masalah
nasional pendidikan kita yang mau tidak mau harus segera dihentikan.

Departemen Pendidikan tidak perlu malu dan basa-basi diplomatis mengenai
hal ini. Mari kita pikirkan dampaknya bagi masa depan anak-anak
Indonesia.
Berikan teladan kepada bangsa ini untuk tidak malu memperbaiki
kesalahan.

Sekalipun hanya untuk pelajaran di sekolah, dalam hal
Takar-Timbang-Ukur,
Dep. Pendidikan tidak memiliki supremasi sedikitpun terhadap Direktorat
Metrologi sebagai lembaga yang paling berwenang di Indonesia. Mari kita
ikuti satu acuan saja, yaitu Direktorat Metrologi.

Era Globalisasi tidak mungkin kita hindari, dan karena itu anak-anak
kita
harus dipersiapkan dengan benar. Benar dalam arti landasannya,
prosesnya,
materinya maupun arah pendidikannya. Mengejar ketertinggalan dalam hal
kualitas SDM negara tetangga saja sudah merupakan upaya yang sangat
berat.
Janganlah malah diperberat dengan pelajaran sampah yang justru bakal
menyesatkan. Didiklah anak-anak kita untuk mengenal dan mengikuti aturan
dan standar yang berlaku SAH dan DIAKUI secara internasional, bukan
hanya
yang rekayasa lokal saja. Jangan ada lagi korban akibat pendidikan yang
salah. Kita lihat yang nyata saja, berapa banyak TKI diluar negeri yang
berarti harus mengikuti acuan yang berlaku secara internasional.

Anak-anak kita memiliki HAK untuk mendapatkan pendidikan yang benar
sebagai upaya mempersiapkan diri menyongsong masa depannya yang akan
penuh
dengan tantangan berat.

ACUAN MANA YANG BENAR ?

Banyak sekali literatur, khususnya yang dipakai dalam dunia tehnik, dan
juga ensiklopedi ternama seperti Britannica, Oxford, dll. (maaf, ini
bukan
promosi) menyajikan tabel-tabel konversi yang tidak perlu diragukan
lagi.

Selain pada buku literatur, tabel-tabel konversi semacam itu dapat
dijumpai dengan mudah di-dalam buku harian / diary/agenda yang biasanya
diberikan oleh toko atau produsen suatu produk sebagai sarana promosi.

Salah satu konversi untuk satuan berat yang umum dipakai SAH secara
internasional adalah sistem avoirdupois / avdp. (baca : averdupoiz).

     1 ounce/ons/onza
    =
    28,35  gram   (bukan 100 g.)

     1 pound
    =
    453    gram    (bukan 500 g.)

     1 pound
    =
    16    ounce     (bukan 5 ons)

Bayangkan saja, bagaimana jadinya kalau seorang apoteker meracik resep
obat yang seharusnya hanya diberi 28 gram, namun diberi 100 gram. Apakah
kesalahan semacam ini bisa di kategorikan sebagai malapraktek ?
Pelajarannya memang begitu, kalau murid tidak mengerti, dihukum !!!
Jadi,
kalau malapraktik, logikanya adalah tanggung jawab yang mengajarkan.
(ini
hanya gambaran / ilustrasi salah satu akibat yang bisa ditimbulkan,
bukan
kejadian sebenarnya, tetapi dalam bidang lain banyak sekali terjadi)

==============

------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
What would our lives be like without music, dance, and theater?
Donate or volunteer in the arts today at Network for Good!
http://us.click.yahoo.com/TzSHvD/SOnJAA/79vVAA/NHYolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->

Portal Industri : http://www.migas-indonesia.com
No E-mail (Web) : [EMAIL PROTECTED]
Daily Digest    : [EMAIL PROTECTED]
Individual Mail : [EMAIL PROTECTED]
Administrator   : [EMAIL PROTECTED]
(Note: dibutuhkan 2-3 hari sebelum efektif berlaku)

!!! HAPUS BAGIAN EMAIL YANG TIDAK PERLU SEWAKTU REPLY !!!
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
  http://groups.yahoo.com/group/Migas_Indonesia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
  [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
  http://docs.yahoo.com/info/terms/





===============================================
The content of this message may contain the private
views and opinions of the sender and does not
constitute a formal view and/or opinion of the
company unless specifically stated.

The contents of this email and any attachments
may contain confidential and/or proprietary
information, and is intended only for the
person/entity to whom it was originally addressed.
Any dissemination, distribution or copying of this
communication is strictly prohibited.

If you have received this email in error please
notify the sender immediately by return e-mail
and delete this message and any attachments from
your system.

Please refer to http://www.newmont.com/en/disclaimer
for other language versions of this disclaimer.
=AB=============================================
--- Begin Message ---
 
Maaf saya cross posting dari milist SEHAT, kebetulan ada yg bahas mengenai hal 
ini :
 
 
[EMAIL PROTECTED] wrote:

Dari milis sebelah, 1 Ounce beda dengan 1 Ons (Dutch). 1 Ounce = 28.3495231
gram sedangkan 1 Ons = 100gr. Bisa di cek di
http://www.onlineconversion.com/weight_all.htm . Sepertinya di indonesia
pakai satuan ons kan bukan ounce?

"YMID-JKT-MKT Cicik" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

FYI :

1 Ons itu benar 100 gram dan tidak sama dengan 1 ounce (28.35 gr)
1 Pon itu benar 500 gram dan tidak sama dengan 1 pound (453.6 gr)

Ini saya copy kan artikel yang mungkin bisa sedikit menjelaskan. Seperti
biasa, colongan dari milis sebelah....
------------------------------------------------------------------------
--

http://www.unc.edu/~rowlett/units/dictO.html
*ons*
a Dutch unit of weight or mass, now used as a metric unit equal to
the hectogram (100 grams, or about 3.5274 ounces).


*ounce (oz or oz av) [1]*
a traditional unit of weight. The *avoirdupois ounce*, the unit
commonly used in the United States, is 1/16 pound or about 28.3495
grams. The avoirdupois ounce also equals 175/192 = about 0.911 457
troy ounce or 437.5 grains
<http://www.unc.edu/%7Erowlett/units/dictG.html#grain 
<http://www.unc.edu/~rowlett/units/dictG.html#grain> >. The word
ounce is from the Latin /uncia/, meaning a 1/12 part, because the
Roman pound was divided into 12 ounces. The word "inch," meaning
1/12 foot, has the same root. The symbol oz is from the old Italian
word /onza/ (now spelled /oncia/) for an ounce. See avoirdupois
weights <http://www.unc.edu/%7Erowlett/units/dictA.html#avoirdupois 
<http://www.unc.edu/~rowlett/units/dictA.html#avoirdupois> >
for additional information.


http://www.unc.edu/~rowlett/units/dictP.html

*pond [1]*
the Dutch pound, historically about 494 grams (1.089 English
pounds). This unit was also used in the former Dutch Indies (now
Indonesia) and throughout Southeast Asia. In the Netherlands, the
pond has been reinterpreted now as a metric unit equal to exactly
500 grams (1.1023 pounds), like the German pfund.
*pound (lb, lbm, or #) [1]*
a traditional unit of mass or weight. The Romans used a pound (the
/libra //pondo/, "pound of weight") divided into 12 ounces. All the
countries of western Europe used similar units, divided into 12 or
16 ounces, until the advent of the metric system. 12-ounce pounds
were common in Italy and southern France, but in Spain and northern
Europe 16-ounce pounds became the norm. The word libra
<http://www.unc.edu/%7Erowlett/units/dictL.html#libra 
<http://www.unc.edu/~rowlett/units/dictL.html#libra> > is used for
this unit in Italy, Spain, and Portugal; in France it is called the
livre <http://www.unc.edu/%7Erowlett/units/dictL.html#livre 
<http://www.unc.edu/~rowlett/units/dictL.html#livre> >.
Further north, the Latin word /pondo/ ("weight") is the origin of
the names of the English pound, Dutch pond, Danish pund, German
pfund, and Russian funt. In England, two different "pound" units
became standard. The unit now in general use in the United States is
the *avoirdupois pound*, so-called from a French phrase /avoir du
poids/, literally "goods of weight," indicating simply that the
goods were being sold by weight rather than by volume or by the
piece. The avoirdupois pound is divided into 16 ounces
<http://www.unc.edu/%7Erowlett/units/dictO.html#ounce 
<http://www.unc.edu/~rowlett/units/dictO.html#ounce> >. By
international agreement, one avoirdupois pound is equal to exactly
453.592 37 grams; this is exactly 175/144 = 1.215 28 troy pounds.
See avoirdupois weights
<http://www.unc.edu/%7Erowlett/units/dictA.html#avoirdupois 
<http://www.unc.edu/~rowlett/units/dictA.html#avoirdupois> > for
additional information. The traditional symbol *lb* stands for
/libra/, the Latin word for the unit. The avoirdupois pound is
sometimes abbreviated *lb av* or *lb ap* to distinguish it from the
less common troy pound.The symbol *lbm* is used in science to
distinguish the pound of mass from the pound of force (lbf): see
*pound force*, below.


------------------------------------------------------------------------
---------

Kesimpulan saya, CMIIW:
Tak salah kalau orang Indonesia mengatakan 1 ons = 100 gr, seperti kalau
kita belanja dipasar. Karena hal ini memang sudah umum, dan memang benar
ini kita warisi dari Belanda. Cuman masalahnya apa terjemahan
Inggris-Indonesia dari ounce? Biar tidak ambigu, mungkin ounce tak usah
diterjemahkan ke ons, tapi cukup 1 ounce = 28,35 gr. Toh saya rasa hanya
kalangan tertentu (engineering, scientist) yang menggunakan istilah
ounce.

Itu juga sama dengan pound, kita juga tak pernah menggunakan pound, or
do we? Dan pon yang dikenal oleh umumnya kita memang, 1 pon = 500 gr,
sama persis, kita mewarisinya dari Belanda, dan sudah dimodifikasi dari
asalnya pond = 494 gr.

So biarlah orang umum di Indonesia menggunakan:

1 ons = 100 gr
1 pon = 500 gr
jadi 1 pon= 5 ons. Dengan ini, Ibu-ibu yang suka belanja nggak perlu
bakal bingung.:)

tetapi untuk keperluan tertentu yang menggunakan ounce atau pond,

1 ounce = 28.35 gr
1 pound = 453,6 gr

Barangkali kendala untuk 2 yang terakhir ini adalah terjemahan ke bahasa
Indonesia, mungkin ini yang perlu dicari bersama.




--- End Message ---

Kirim email ke