Ayo rek....Siapa ikut insaf. -----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Thursday, May 19, 2005 11:54 AM To: [EMAIL PROTECTED] Cc: [email protected] Subject: [exbhp] Menolong orang kecil
Menolong orang kecil Banyak cara yang dapat kita gunakan untuk menolong sesama, diantaranya: 1.�Kalau beli majalah, jangan beli di supermarket atau toko buku. Tetapi usahakan untuk membelinya dari kios pinggir jalan, sehingga uang keuntungan� akan masuk ke orang kecil. 2.�Kalau beli sayur-sayuran, mungkin bisa beli� di tukang sayur yang lewat di� rumah daripada beli di supermarket. Kebanyakan dari kita tidak ada di rumah pada saat tukang sayur lewat, tetapi� bisa juga kita titipkan dengan pembantu/tetangga. Agak lebih repot� sedikit, memang, tetapi uangnya akan masuk� ke orang kecil. 3.�Ada baiknya� secara berkala, misalnya satu bulan sekali, kita panggil tukang nasi goreng/tukang sate yang lewat di depan rumah. Walaupun kita tidak terlalu� ingin makan nasi goreng atau sate tersebut, tetapi boleh lah sekali-sekali� membeli� dagangan mereka. 4.�Sering kita berjalan-jalan dan mendapati� beberapa orang berjualan kue, misalnya kue pancong, kue ape, dsb. Beli. Untuk kita uangnya mungkin tidak seberapa, tetapi untuk mereka akan sangat berguna. 5.�Untuk yang cowok --� daripada pusing-pusing mengikuti model rambut,ada baiknya mulai potong� rambut di barbershop� ketimbang di salon. Lumayan bisa menolong menaikkan pamor tukang potong rambut yang murah meriah. 6.�Kalo mau service mobil/motor ke bengkel, pilihlah bengkel umum/biasa, tentunya yang kita anggap cukup baik reputasinya. 7.�Sebulan sekali gaji yang kita peroleh bisa� kita sisihkan ke yatim piatu atau janda-janda tua atau orang yang berhak /yang membutuhkan. 8.�Bagi yang punya mobil ada baiknya kita sewaktu-waktu� naik angkutan umum, seperti bis, mikrolet, bajay dan becak, buat� menambah penghasilan mereka. Kalau di dalam mailing list ini ada 30 orang,� rasanya uang yang turun ke bawah cukup lumayan. Jika kita beli nasi� goreng seharga 4000 rupiah satu kali sebulan, maka uang yang kita "berikan"� ke orang kecil sudah mencapai 120 ribu sebulan itu hanya dari urusan� nasi goreng. Kalau kita membiasakan diri untuk melakukan ini, maka mudah-mudahan secara perlahan kita bisa menyeimbangkan distribusi uang ke bawah. Apalagi jika Anda mau meneruskan usul ini. Atau� jika itu terlalu muluk,paling tidak kita sudah memainkan peran kita untuk� menolong orang kecil. -- Best regards, agusjaka mailto:[EMAIL PROTECTED]
