Kabar baek kang Agus,
Kapan ke Senakin lagi?...
Kan kita semua udah jadi bapak2 tuh , jadi artikelnya ya...artikel bapak2
lah hehe :)
 

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of
Agus susilo
Sent: Wednesday, 1 June 2005 6:16 AM
To: [email protected]
Subject: [exbhp] Re: FW: FW: Ketika Iwan Fals Teringat Galang


Mas Tomy,
Apa kabar ? lama sekali ga jumpa nih... 
Bagus sekali arikelnya mas, terutama untuk kita yg udah jadi bpk, dan calon2
bpk/ortu

Salam,
Agus

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of
tommy chandra
Sent: Tuesday, 31 May 2005 12:00 PM
To: [email protected]
Subject: [exbhp] FW: FW: Ketika Iwan Fals Teringat Galang


 

Semoga bermanfaat.  

-----Original Message-----
From: ezra zain
Sent: Tuesday, 31 May 2005 11:08 AM
Subject:FW: Ketika Iwan Fals Teringat Galang


  Ketika Iwan Fals Teringat Galang
    
  Galang Rambu Anarki adalah nama yang terkenal bukan  cuma
  karena ia anak Iwan Fals. Tapi juga karena inilah  anak
  yang namanya dijadikan judul lagu oleh bapaknya.
 Anak yang
  meninggal muda, yang kelahirannya diceritakan oleh  si
  bapak lahir awal Januari, menjelang pemilu dan  harga BBM
  sedang membumbung tinggi pula. Dan anak yang ketika
 
  meninggal menimbulkan duka yang hebat bagi  bapaknya. Salah
  satu duka yang sangat dikenang sang bapak ialah  ketika
  Galang itu sering dimintanya pergi, dilarang  mendekat dan
  mengganggu, ketika bapaknya tengah membuat lagu.
  Sebuah keputusan yang sangat menganggu batin Iwan  Fals
  kemudian dan keputusan yang amat ia sesali. Sebuah  luka
  yang membuat ia berjanji, akan lebih punya waktu  bagi
  anak-anaknya di hari ini. Saya berterima kasih atas
 
  keterusterangan Iwan Fals ini. Dan maaf, jika  tulisan ini
  cuma akan membongkar kesedihannya kembali. Tapi  jika Iwan
  rela duka cita itu saya ingatkan kembali,  setidaknya akan
  bertambah lagi daftar orang tua yang tidak akan  begitu
  saja menghardik anak-anak dari dekatnya.
  Betapa anak-anak selalu ingin bercengkerama dengan  orang
  tuanya. Ketika ia menggambar, ia ingin kita  menilainya,
  mengaguminya. Ketika ia tengah bertengkar, lelah  dan
  terlukai oleh teman-teman di sekolah, kita butuh  berempati
  atas deritanya. Menghibur hatinya. Ketika ia butuh
  bermain, ia ingin kita menjadi teman sebayanya.
 Mereka
  ingin kita menjadi kuda tunggangan, menjadi monster  jahat
  yang dia kalahkan, dan menjadi apa saja sebagai  teman masa
  kecilnya.
  Ketika ia bicara ia butuh kita untuk mendengarnya.
 Ketika
  ia melucu kita diperlukan untuk tertawa. Ketika ia  mengadu
  kita diminta membelanya, ketika ia kolokan kita  harus
  memanjakannya, ketika ia pamer kehebatan, kita  harus
  memujanya. Anak-anak adalah raja di rumah kita. Ia  tidak
  bisa menjadi nomor dua. Dan ketika kita, orang tua  ini
  gagal jadi rakyatnya, gagal jadi hamba sahaya, ia  akan
  menjadi anak yang terluka. Luka yang ia bawa hingga  ke
  sekujur hidupnya dan akan menentukan mutu hidup dan
 
  matinya.
  Tapi betapa berat untuk menjadi hamba sahaya bagi
  anak-anak kita karena kita sendiri juga adalah  anak-anak
  dalam bentuk yang berbeda. Kita dan pekerjaan,  adalah
  anak-anak dan kegelapan. Ketakutan kita akan  kegagalan di
  masa depan, sama bentuknya dengan rasa takut  anak-anak
  kepada kegelapan. Kita takut jika kesempatan ini  hilang
  hanya karena terlalu banyak waktu yang terbuang.
 Ini fokus
  harus kencang di depan, seluruh harga harus dibayar  di
  muka, seluruh gangguan produktivitas harus  disingkirkan. 
  Hidup adalah hari ini. Sekali harus berarti,  meskipun esok
  harus mati.
  Maka ketika istri butuh mendekat sekedar ingin
  bercengkerama, ketika anak-anak butuh memeluk hanya
 
  sekadar untuk bermanja-manja, kalau perlu kita  harus
  menghardiknya. Bukan kita tak sayang keluarga, tapi  karena
  mereka mendekat pada saat yang tidak tepat. Ketika  kita
  sedang begini gentingnya berkonsentrasi pada  pekerjaan. 
  Sedang berdarah-darah menata hari depan, dan ini  pun demi
  kepentingan mereka pula. Jadi demi hidup yang di  depan,
  kita harus berani mengorbankan kebahagian hari ini,  begitu
  tekat kita.
  Dan benarlah. Banyak anak-anak terpaksa kehilangan
  kegembiraannya di hari ini, karena orang tua sibuk  menata
  hari depan yang di sana. Banyak suami-istri lupa
  bermesraan karena mereka sibuk merancang kemesraan  di hari
  depan. Sementara ketika masa depan itu benar-benar  datang,
  anak-anak telah kepalang kehilangan masa  kekanakannya. Ia
  telah menjadi pribadi yang kepalang luka dan tak  bisa
  menarik waktu kanak-kanaknya kembali. Ada jenis  masa depan
  yang kemudian menjadi berhala, karena ia meminta  terlalu
  banyak tumbal kebahagiaan yang jelas-jelas sudah  nyata ada
  di sini, di hari ini: anak-anak kita dan masa  kanak-kanak
  mereka.
  
  Oleh: Prie GS
  
__________________________________
Do you Yahoo!? 
Yahoo! Small Business - Try our new Resources site
http://smallbusiness.yahoo.com/resources/


******************
IMPORTANT - This email and any attachments may be confidential and
privileged. If received in error, please contact Thiess and delete all
copies. You may not rely on advice and documents received by email unless
confirmed by a signed Thiess letter. Before opening or using attachments,
check them for viruses and defects. Thiess' liability is limited to
resupplying any affected attachments.
******************

______________________________________________________________________
This email has been scanned by the MessageLabs Email Security System.
For more information please visit http://www.messagelabs.com/email
______________________________________________________________________

______________________________________________________________________
This email has been scanned by the MessageLabs Email Security System.
For more information please visit http://www.messagelabs.com/email
______________________________________________________________________

******************
IMPORTANT - This email and any attachments may be confidential and
privileged. If received in error, please contact Thiess and delete all
copies. You may not rely on advice and documents received by email unless
confirmed by a signed Thiess letter. Before opening or using attachments,
check them for viruses and defects. Thiess' liability is limited to
resupplying any affected attachments.
******************

______________________________________________________________________
This email has been scanned by the MessageLabs Email Security System.
For more information please visit http://www.messagelabs.com/email
______________________________________________________________________

______________________________________________________________________
This email has been scanned by the MessageLabs Email Security System.
For more information please visit http://www.messagelabs.com/email
______________________________________________________________________

******************
IMPORTANT - This email and any attachments may be confidential and privileged. 
If received in error, please contact Thiess and delete all copies. You may not 
rely on advice and documents received by email unless confirmed by a signed 
Thiess letter. Before opening or using attachments, check them for viruses and 
defects. Thiess' liability is limited to resupplying any affected attachments.
******************

______________________________________________________________________
This email has been scanned by the MessageLabs Email Security System.
For more information please visit http://www.messagelabs.com/email 
______________________________________________________________________

Kirim email ke