Hallo ..cak andreas..piye kabare sampeyan...lagi dimana nih...banyak yang
cari lho..orang jorong ama trans 200 ...he..he...he..
Gimana kawan-kawan ada berita maruwaikah..?  ...kalo ada tolong ...kita
dikabarin ya.....ditunggu...

Salam Sukses Cak,
Eko.w



                                                                                
                                                               
                    Andreas                                                     
                                                               
                    Harsosantosa          To:     [email protected]        
                                                               
                    <pesut_mahakam@       cc:                                   
                                                               
                    yahoo.com>            Subject:     [exbhp] Re: FW: (info) 
Kilasan Berita Mineral Batubara: 6 Juli 2005                     
                    Sent by:                                                    
                                                               
                    [EMAIL PROTECTED]                                           
                                                                 
                    ups.com                                                     
                                                               
                                                                                
                                                               
                                                                                
                                                               
                    07/28/2005                                                  
                                                               
                    06:29 PM                                                    
                                                               
                    Please respond                                              
                                                               
                    to exbhp                                                    
                                                               
                                                                                
                                                               
                                                                                
                                                               




Setuju dengan pendapat Sdr.Agung yang lebih menarik untuk dibicarakan...
Yach ini juga sekedar usulannya Sdr.Agung Rusliyono, bagaimana dengan
pendapat Sdr.Indra Diananjaya yang kebetulan mungkin mempunyai info yang
akurat? hehehehe...

Wassalam,
Andre

agung rusliyono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
                                                                            
 Pak Dayat,                                                                 
                                                                            
                                                                            
 Ada berita yang lebih spektakuler dari ini nggak, contohnya ya...seperti   
 "dibukanya kesempatan kerja di Maruwai Coal" ini hanya contoh saja...      
                                                                            
                                                                            
 Salam,                                                                     
 Agung                                                                      
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            





      Akhmad Hidayat <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
      Just FYI ?

      Salam,
      Hidayat

      -----Original Message-----
      From: Administrator
      Sent: Thursday, July 07, 2005 11:13 PM
      Subject: (info) Kilasan Berita Mineral Batubara: 6 Juli 2005

      Sumber : [EMAIL PROTECTED]

                  Kilasan Berita Mineral Batubara : 6 Juli 2005


                              Arutmin Tunggak DHPB


      Kompas, 30 Juni 2005.Jakarta, Kompas - PT Arutmin Indonesia belum
      membayar dana hasil produksi batu bara (DHPB) sebesar 50 juta dollar
      AS sejak tahun 2003. Alasan perusahaan menahan dana tersebut karena
      kegiatan operasional mereka diganggu aktivitas penambangan tanpa izin
      (PETI). Direktur Mineral dan Batu Bara Direktorat Jenderal Geologi
      dan Sumber Daya Mineral Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
      Mahyudin Lubis mengungkapkan hal itu di Jakarta, Rabu (29/6).
                        Pemerintah tolak bagi hasil cukai


      Bisnis, 30 Juni 2005.JAKARTA (Bisnis): Pemerintah memastikan usulan
      bagi hasil cukai yang diajukan beberapa daerah produsen rokok belum
      akan diakomodasi dalam amendemen UU No. 11/1995 tentang Cukai. Eddy
      Abdurrachman, Dirjen Bea dan Cukai Departemen Keuangan, mengatakan
      cukai tidak termasuk dalam penerimaan negara yang dibagihasilkan
      sesuai dengan UU No. 33/2004 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan
      Daerah.
                 Kita tunggu lahirnya UU bidang penanaman modal


      Bisnis, 30 Juni 2005.Masalah privatisasi terhadap perusahaan BUMN
      kini mulai dipersoalkan lagi. Terdapat perbedaan persepsi antara
      pemerintah (kementerian BUMN) dengan DPR tentang pemenuhan target
      privatisasi BUMN. Terlepas dari polemik privatisasi itu, apabila
      pemerintah tak mampu menghindari defisit anggaran akibat pendapatan
      negara lebih rendah dari belanja negara, konsekuensinya pemerintah
      harus mendapatkan sumber dana lain di luar penerimaaan pajak dan
      penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Cara lain untuk mendapatkan
      sumber dana adalah melalui kebijakan mengundang masuknya investor,
      khususnya investor asing.


                       Disiapkan Kebijakan Energi Nasional


      Republika, 30 Juni 2005. JAKARTA - Yang utama melepas ketergantungan
      pada bahan bakar minyak (BBM). Departemen Energi dan Sumber Daya
      Mineral (DESDM) tengah menyiapkan dua rancangan kebijakan utama
      terkait dengan pengelolaan energi nasional di masa mendatang. Dua
      kebijakan ini tertera dalam Rencana Induk Konservasi Energi Nasional
      (RIKEN) 2005-2025.


                 DPRD Tuding Tak Transparan, KPC Tantang Diaudit
                       Soal Kemana Larinya Dana Comdev KPC


      Kaltimpost, 30 Juni 2005. SANGATTA- Harapan DPRD Kutai Timur (Kutim)
      untuk mendapatkan rincian data penggunaan dana Community Development
      (Comdev) 2004 lalu dari manajemen PT Kaltim Prima Coal (KPC), belum
      juga tercapai. Dalam pertemuan lanjutan antara manajemen KPC dan
      DPRD, KPC kembali lalai memberikan data terperinci mengenai
      penggunaan dana yang menjadi kewajiban perusahaan tersebut.


      GM External Affairs & Sustainable Development KPC Harry "Sony"
      Miarsono hanya menyedorkan data secara global. Padahal pada pertemuan
      pertama 17 Juni lalu sudah disepakati untuk membahas data secara
      transparan.


                          Kutim Bakal Alami Kemunduran
                Sudah Saatnya KPC Pikirkan Pasca Tambang Berakhir


      Kaltimpost, 30 Juni 2005. SANGATTA- Ada kekhawatiran dari sebagian
      masyarakat jika nanti paska tambang berakhir, daerah ini akan
      mengalami kemunduran terutama setelah tambang PT Kaltim Prima Coal
      (KPC) berakhir 2021. Keresahan ini diungkapkan Salehuddin yang
      dibesarkan di Sangatta dan lama bekerja di PT KPC. Ia menilai
      kekhawatiran itu beralasan karena adanya pengalaman di daerah lain
      yang memiliki tambang yang sama seperti di Kutim ini. Salehuddin yang
      kini menjadi anggota DPRD Kutai Kartenegara (Kukar) itu mengatakan,
      untuk menjawab keraguan masyarakat tersebut, KPC sudah sejak sekarang
      seharusnya secara jujur menjelaskan kepada publik apa saja program
      yang akan dilaksanakan untuk menghindari terjadinya kemunduran
      perekonomian masyarakat Kutim pasca tambang KPC.


                       Kecaman Berindikasi Rebutan Proyek


      Kompas, 1 Juli 2005. Manado, Kompas - Koordinator Komite Kemanusiaan
      Teluk Buyat (KKTB) Abid Takalamingan mengatakan, kecaman yang
      diterima pihaknya berkaitan relokasi 68 keluarga Buyat Pante di Desa
      Duminanga, Molibagu, Kabupaten Bolaang Mongondow, berindikasi rebutan
      proyek. Menurut Takalamingan di Manado, Rabu (29/6), indikasi rebutan
      proyek dapat dilihat dari sikap proaktif Pemerintah Kabupaten Bolaang
      Mongondow dan Kabupaten Minahasa Selatan. Mereka berjuang secara
      sepihak agar warga Buyat ditempatkan di wilayah yang ditentukan
      pemerintah masing-masing kabupaten, katanya. Di samping indikasi itu,
      konflik tapal batas antardua kabupaten juga belum tuntas.


                   PT Al Hasanie Ekspor Batu Bara ke Filipina
                     Pengapalan Perdana, Jumlahnya 7.500 Ton


      Kaltimpost, 1 Juli 2005. SANGASANGA - Setelah bekerja keras selama
      satu tahun, PT Al Hasanie secara resmi memulai ekspor perdana batu
      bara yang mereka tambang di Kecamatan Sangasanga, Kutai Kartanegara
      Rabu (29/6) lalu. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 7.500 ton batu bara
      tersebut langsung diekspor ke Filipina, sebagai langkah awal sebelum
      kembali melakukan hal yang sama ke negara lain. Selain ekspor
      perdana, PT Al Hasanie juga melakukan pengapalan perdana pada waktu
      yang bersamaan.
                       Energy ministry OKs KPC divestment


      Jakartapost, 1 Juli 2005. The Ministry of Energy and Mineral
      Resources has approved the plan of the country's largest coal
      producer PT Bumi Resources to divest its stake in subsidiary PT
      Kaltim Prima Coal (KPC), a government official says. The
      recommendation letter was issued last Friday, Director General of
      Geology and Mineral Resources Simon Sembiring said on Wednesday.


                            Tin Slag Dilarang Ekspor
      Bangkapost, 1 Juli 2005 PANGKALPINANG?? Kepala Dinas Perindustrian
      Perdagangan Dan Investasi Kota Pangkalpinang Drs A Ramlan Nuri MM
      menegaskan tin slag merupakan hasil produksi turunan kedua atau
      limbah leburan bijih timah termasuk dalam kategori barang yang
      dilarang untuk diekspor. Hal ini diungkapkan Ramlan Nuri yang ditemui
      Bangka Pos Group di ruang kerjanya, Kamis (30/6).



                  Kalsel, 'Pilot Project' Pemberantasan 'Peti'
                          Media Indonesia, 4 Juli 2005

      BANJARMASIN (Media): Kalimantan Selatan kini menjadi pilot project
      penanganan dan pemberantasan praktik pertambangan tanpa izin (peti).
      Pilot project ini akan menjadi bahan referensi atau kajian dalam
      penyusunan instruksi presiden (inpres) tentang peti (illegal mining)
      yang akan terbit. Di Kalsel diperkirakan terdapat ratusan
      pertambangan tanpa izin, tersebar di sejumlah kabupaten seperti Tanah
      Laut, Tanah Bumbu, Kotabaru, Tapin, dan Hulu Sungai Selatan. Kepala
      Polda Kalsel, Brigjen Sudibyo, kemarin mengatakan hasil pembahasan
      masalah illegal mining antara Pemprov, Muspida Kalsel bersama tim
      pusat, yaitu dari Kementerian Koordinator Politik Hukum dan HAM, akan
      menjadi bahan kajian bagi penerbitan inpres tentang illegal mining.
      "Kalsel menjadi! pilot project penanganan dan pemberantasan praktik
      pertambangan tanpa izin di Tanah Air," katanya.

                 Panas Bumi Lampung Bisa Hasilkan 330 MW Listrik

      Media Indonesia, 4 Juli 2005. BANDAR LAMPUNG (Media): Pemerintah
      Kabupaten (Pemkab) Lampung Barat menyambut baik rencana pemerintah
      pusat untuk menenderkan potensi panas bumi (geotermal) di Kecamatan
      Suoh. Energi listrik yang bisa dihasilkan dari daerah itu mencapai
      hingga 330 megawatt (mw). "Ini bisa menjadi salah satu alternatif
      pemecahan krisis listrik di sana. Rencana pengoptimalan potensi panas
      bumi tersebut sejalan dengan rencana pemkab untuk menarik para
      investor," kata Kepala Bappeda Kabupaten Lampung Barat Syaifullah di
      Bandar Lampung kemarin.

                       Batu Bara, Belajar dari Krisis BBM

      Kompas, 5 Juli 2005. Oleh Singgih Widagdo. Pelajaran dari krisis BBM,
      jangan sampai terjadi di sektor energi lainnya, seperti energi batu
      bara. Sejalan dengan tingkat kebutuhan batu bara di dalam negeri dan
      rencana pemerintah untuk meningkatkan pemakaian batu bara, tanggung
      jawab memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri (domestic market
      obligation/DMO) batu bara sebaiknya secepatnya diberlakukan.
      Kebijakan DMO batu bara harus menjadi prioritas pemerintah saat ini,
      khususnya melihat PLN sebagai pemakai batu bara terbesar.

           Arutmin harus cicil tunggakan royalti US$25 juta bulan ini

      Bisnis, 5 Juli 2005. JAKARTA (Bisnis): Pemerintah mendesak PT Arutmin
      Indonesia untuk mencicil tunggakan royaltinya sebesar US$25 juta pada
      bulan ini, sementara sisanya diminta segera dilunasi pada 2005.
      Simon Felix Sembiring, Dirjen Geologi dan Sumber Daya Mineral (GSDM)
      pada Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, mengatakan anak
      perusahaan tambang nasional, PT Bumi Resources Tbk, itu telah
      menyampaikan niatnya untuk melunasi tunggakan tersebut.

                          Lanna investasi 800 juta baht
      Bisnis, 5 Juli 2005. JAKARTA (Bisnis): Lanna Resources Plc,
      perusahaan tambang asal Thailand berencana membuka tambang batu bara
      ketiga di Indonesia dengan investasi 400 juta hingga 800 juta baht.
      Srihasak Arirachakaran, Direktur Pengembangan Bisnis Lanna,
      mengatakan proyek yang ditujukan untuk menambah kapasitas produksi
      batu bara perusahaan itu akan rampung pada tahun depan. Saat ini
      Lanna memiliki dua anak perusahaannya dalam menggarap tambang batu
      bara di Indonesia yakni PT Lanna Harita Indonesia dan PT Citra Harita
      Mineral.

                          Tembaga di London naik US$29
      Bisnis, 5 Juli 2005. LONDON(Bloomberg): Tembaga berjangka bangkit
      dari keterpurukannya selama sebulan setelah penurunan sebesar 4,8%
      minggu lalu dinilai terlalu ekstrim mengingat terjadinya kekurangan
      logam pada pasar internasional. Harga tembaga untuk pengiriman tiga
      bulan di London Metal Exchange (LME), turun menjadi US$3.206 per
      metrik ton pada akhir minggu lalu. Ini dianggap harga penutupan
      tembaga yang terendah sejak 2 Juni.

                  Sumsel Lumbung Energi Dilanda Kelangkaan BBM
      Republika, 5 Juli 2005. Palembang-RoL -- Ironis. Provinsi Sumatera
      Selatan (Sumsel) yang mencanangkan sebagai daerah lumbung energi
      sejak November 2004 lalu, kini mulai dilanda krisis energi khususnya
      bahan bakar minyak (BBM) jenis premium (bensin). Senin (4/7), antrian
      panjang kendaraan roda empat di beberapa SPBU (stasiun pengisian
      bahan bakar umum) dalam kota Palembang mencapai puncaknya. Bahkan
      beberapa SPBU sejak pukul 10.00 WIB mulai memasang tulisan di depan
      depot SPBU, "Bensin Habis.'' Seperti SPBU milik Pemerintah Provinsi
      Sumsel di Jl. Demang Lebardaun, di depan jalan masuknya memasang
      pengumuman di atas kertas karton putih, `'Bensin Habis.''

                           Kadistamben Didesak Mundur


      Kaltimpost, 5 Juli 2005.TENGGARONG - DPRD Kukar melalui Komisi II
      yang membidangi pembangunan dan perekonomian, mulai "gerah" terhadap
      sikap dan kinerja Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) setempat.
      Sebagai mitra kerja legislatif, penilaian kurang kooperatif dan tak
      bisa menertiban aktivitas tambang batu bara liar yang masih
      beroperasi seperti di Sangasanga, makin mendapat perhatian serius.


                      Warga Ancam Tutup Tambang Bijih Besi
      Banjarmasinpost Indonesia, 6 Juli 2005. Pelaihari, BPost
      Semakin parahnya kerusakan badan jalan menuju perladangan di Desa
      Sumber Mulya Kecamatan Pelaihari akibat aktivitas penambangan bijih
      besi PT Kuang Ye International Mining Development mulai memicu amarah
      warga setempat. Mereka mengancam akan menutup aktivitas pertambangan
      tersebut. "Jika PT KY tidak segera memperbaiki badan jalan itu,
      termasuk memperbaiki saluran limbah bijih besi, maka kami terpaksa
      akan menutup tambang itu karena nyata-nyata telah merugikan para
      petani di sini," tukas Kepala Dusun 1 Desa Sumber Mulya Sukari,
      kemarin.


                    Pemerintah Bentuk Badan Geologi Nasional
      Kompas, 6 Juli 2005. Bandar Lampung, Kompas - Untuk meningkatkan
      koordinasi di bidang penanganan bencana geologi, pemerintah segera
      membentuk Badan Geologi Nasional. Kewenangan badan ini nantinya bukan
      hanya menyangkut kebencanaan, melainkan juga tata ruang, perencanaan,
      dan pengembangan suatu wilayah. "Embrio badan ini ada di Departemen
      Energi dan Sumber Daya Mineral sejak sepuluh tahun lalu. Kami harap,
      di tingkat nasional tahun ini sudah terbentuk," kata Direktur
      Jenderal Geologi dan Sumber Daya Mineral Departemen Energi dan Sumber
      Daya Mineral Simon F Sembiring, Selasa (5/7) di Bandar Lampung.





 Start your day with Yahoo! - make it your home page


Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - You care about security. So do we.







Kirim email ke