Om Hidayat, Saya bangga bhw ternyata temen2 exbhp yg kalau sudah ngocol dan becanda di milis seolah2 berhati sekeras batu bara maruwai.. eh ternyata punya hati seputih suster SOS/AEA si senakin.... Saya dukung ide mulia ini... Go exbhp.. go..
salam On 8/19/05, sjenar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Siip, dah ... minimal ada yang sudah setuju? Gimana dengan simbah2 > dan Mas2/Mbak2 yang lain? > Yang kurang setuju adalah kalau mesti saya yang buka rekening. > Sepertinya perlu ditawarkan dulu yah, siapa yang mau jadi volunteer > untuk ini? Untuk jadi koordinator, atau penanggung jawab? Tugas > mulia, lho ... > > Tentang indahnya kebersamaan, lha bukannya itu moto udah milik umum? :) > Milis TKCC memang pake moto itu ... > > Ayo-ayo ... wujud rasa syukur, biar nikmat semakin bertambah ... > > Salam, > Hidayat > > [EMAIL PROTECTED] wrote: > > SETUJU!!!!, > > > > -----Original Message----- > > From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf > > Of sjenar > > Sent: Friday, August 19, 2005 2:09 PM > > To: exbhp > > Subject: [exbhp] Dompet sosial > > > > > > Salam, > > > > Bapak2, Ibu2, > > > > Alhamdulillah, Insya Allah keadaan yang terbaik semoga selalu untuk kita > > dan keluarga. Mulai dari keadaan rumah tangga, pekerjaan, kesehatan, > > pendidikan anak-anakn, hingga 'kebebasan' kita untuk menentukan pilihan. > > Yang juga tidak kalah berharganya adalah silaturahim yang tetap terjaga, > > sehingga kita bisa saling tahu keadaan rekan atau saudara yang lain, > > meski jauh di mata. > > > > Sejak milis ini berdiri 9 Maret 2005 lalu, saya lihat ada sekitar 180-an > > email terdaftar (30 diantaranya bouncing), sehingga anggota yang masih > > bisa menerima email ada sekitar 140-150 orang. Hmmm ... jumlah yang > > tidak sedikit, mengingat jarak yang cukup jauh memisahkan kita. > > > > Terbersit dalam hati saya untuk menjadikan milis ini lebih dari sekadar > > ajang temu kangen atau bertukar informasi. Kalau boleh saya usul, > > bagaimana jika kita bisa berbuat sesuatu yang lebih memberikan manfaat > > nyata untuk saudara2 kita yang membutuhkan? Seperti misalnya terkena > > bencana, sakit, atau membutuhkan sesuatu yang sangat mendesak, sementara > > tidak ada kemampuan untuk itu. > > > > Wujud sederhananya bisa dengan membuka rekening khusus untuk kegiatan > > sosial ini, dengan penanggung jawab dan penggunaan yang jelas. Serta > > sumbangan oleh anggota yang sifatnya sukarela namun transparan. > > Sepertinya bila ada niat dan keikhlasan, Insya Allah ini bisa terjadi. > > > > Atau ada pendapat lain? Monggo silakan Pak, Bu, namanya juga > > grenang-greneng ... Dan mudah2an Gusti Allah memudahkan niat baik kita > > menuju pada tindakan nyata. > > > > Salam indahnya kebersamaan, > > Hidayat > > > >
