Pernahkah anda melihat methamorphosis kupu-kupu?
Teringat aku akan taman kupu-kupu Batimurung di Sulawesi Selatan,
penjaja kupu-kupu yang telah diawetkan memaksaku membeli kupu-kupu untuk oleh-oleh, sayangnya aku tidak tertarik kupu-kupu, tetapi tertarik metamorphosisnya,
bagaimana ulat berubah menjadi kepompong, kepompong berubah jadi kupu-kupu,
setelah kupu-kupu menjadi dewasa, bertelor lagi, dan mati.
-o0o-
Inti dari cerita diatas adalah perobahan dari waktu ke waktu. Kita hidup di alam yang senantiasa berobah, termasuk tanah yang anda injak, semuanya bergerak, sayangnya kita tidak merasakannya, apabila pergerakannya maksimum terjadi patahan, terjadi tsunami, baru kita tersadar kita telah menyaksikannya.
Akibat perobahan, tuntutan hidup di bumi makin sulit, situasi ekonomi menjadi labil, masalah yang terus mendera, lalu apa yang harus kita mesti lakukan?
Apakah hanya berdiam diri?
Apakah harus merenung?
Atau kita harus bersenang-senang?
Atau kita melakukan tindakan semau kita?
Marilah kita bersikap positip, pantang menyerah dan tetap semangat.
Lalu apa pilihan anda? Merobah diri atau dirobah keadaan?
Pilihan ada di tangan anda..!
-o0o-
Dalam perobahan itu ada dua hal yang menjadi hambatan, yaitu hambatan secara mentalitas dan penghalang secara fisikal.
Kalau kita melakukan sesuatu dengan baik, dari hari ke hari melakukan dengan baik, maka setiap bulannya kita bisa menuai hasil dengan baik. Apabila kita melakukan sesuatu dengan istimewa maka hasil akhirnya juga istimewa. Lalu bagaimana merubah yang baik menjadi istimewa? Tentunya kita mau berobah, melepaskan diri dari zona kenyamanan. Keluar dari zona kenyamanan memang tidak nyaman, tapi demikianlah dunia, kalau mau maju siap-siaplah kita untuk tidak nyaman, dan kalau mau nyaman siap-siaplah untuk tidak maju.
Hanya saja ada satu yang tetap mesti diingat, keberhasilan tidak melulu diukur dengan materialistis, bisa juga diukur dengan spiritualitas. Di dunia ini antara spiritualitas dengan materialistis sesuatu yang beda kutubnya, ibarat kata seperti "Kutub Utara" dan "Kutub Selatan" walaupun hakikatnya kutub tersebut satu poros.
Jangan sampai keberhasilan yang anda raih justru akan membawa ke arah kehancuran. Semua yang kita miliki adalah "pinjaman" Tuhan, jadi mentalitas kita harus bersiap pula apabila Tuhan hendak mengambilnya. Semakin besar titipan Tuhan di berikan ke tangan anda, maka tanggung jawab anda semakin besar juga. Ibarat pohon semakin tinggi pohon tersebut maka apabila anda menaikinya, maka di pucuk pohon tersebut goyangan akibat dihembus angin semakin kencang, dan semakin tinggi anda naik, maka apabila terjatuh, jatuhnya akan sangat menyakitkan.
Pohon yang terbaik, adalah pohon yang menaungi alam, dimana mahluk lainnya merasa nyaman di bawahnya.
Salam,
http://ferrydjajaprana.multiply.com
******************************************************
Milis Filsafat
Posting : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "filsafat" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
