Orang2 desa Wonogiri juga beriman kepada kiai Rojomolo
Ngasi menyan
Sama juga yang beriman kepada buku tanpa mau berfikir
Buku buatan manusia kok dijunjung tinggi
Menafikan fikiran manusia yang justru karunia Allah

qalam26 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                               Bismillah 
 
 ANTARA NAFSU DAN RASIO
 
  Jika selama ini kita meletakkan wahyu sebagai paradigma dalam 
 menjelaskan hakikat eksistensi manusia. Maka kali ini kita akan 
 mengikut sertakan eksistensi manusia dari kacamata filsafat itu 
 sendiri. Dan kita akan membandingkan pendapat-pendapat tersebut dari 
 sisi dienul islam. 
 
  Mula-mula dari pandangan Descartes (1596-1650) sebagai bapak 
 filsafat Modern yang menempatkan manusia dengan segala kemampuan 
 rasionalnya sebagai subject yang sentral dalam pemecaham masalah 
 dunia. Rasionalitas menjadi ukuran tunggal kebenaran, tolak ukur dari 
 segala sesuatu. Jadi pandangan descartes terhadap manusia adalah 
 Humanisme atau antroposenterisme. Ia memandang positif kepada diri 
 dan rasio manusia dalam membangun dunia kearah yang lebih baik. 
 Descartes mewakili semangat zamannya yakni Modernisme yang memandang 
 cerah masa depan umat manusia seiring dengan bergulirnya renaissance. 
 Manusia adalah mahluk yang berakal dan bertanggung jawab dengan 
 akalnya. Pandangan descartes terhadap manusia adalah positif ia 
 memandang jiwa manusia pada dasarnya baik karena didominasi oleh 
 fungsi akal atau intelek
 
  Sedangkan Arthur Scopenheour (1788-1868) mengemukakan pendapat 
 yang berlawanan, ia adalah seorang filosof pesimistis. Berlawanan 
 dengan  filosof-filosof sebelumnya seperti Descartes yang menyatakan 
 bahwa  hakikat jiwa manusia adalah intelek atau rasio. Scopenheour 
 mengkritik pandangan tersebut yang dianggapnya terlalu menyembunyikan 
 sisi gelap dari diri manusia. Ia beranggapan bahwa rasio dan 
 kesadaran pada hakikatnya hanyalah permukaan dari jiwa kita. Dibawah 
 intelek/rasio terdapat kehendak(nafsu) yang tidak sadar. Suatu Daya 
 atau kekuatan hidup yang abadi, suatu kehendak dari keinginan yang 
 kuat. Rasio kadang-kadang memang mengendalikan kehendak namun hanya 
 sebagai pembantu yang mendorong tuannya.  "kehendak adalah orang kuat 
 yang buta yang menggendong orang lumpuh yang melek (rasio). Intinya 
 kehendak (nafsu) merupakan pusat dari organ fikiran. Artinya hati dan 
 bukan kepala yang berkuasa. Ia memandang bahwa terjadinya perang 
 dalam setiap episode sejarah dan banyaknya pembunuhan dan kejahatan 
 merupakan bukti bahwa rasio manusia merupakan alat dari kehendak buta 
 (nafsu). Sehingga ia berpandangan pesimis terhadap masa depan umat 
 manusia yang akan cerah dan baik. Ia lebih cenderung melihat masa 
 depan umat manusia suram dan gelap dengan banyak pertumpahan darah 
 dan kekerasan. Filsafat Scopenheour merupakan filsafat yang kelam dan 
 pesimis yang menafikan dan meniadakan unsur dan potensi kebaikan yang 
 besar dalam diri manusia. Pandangannya terlalu berat sebelah kepada 
 sisi negatif manusia.
 
  Melangkah lebih jauh lagi Friedrich Nietzsche (1844-1900) yang 
 disebut-sebut telah menutup proyek modernisme, dan sekaligus membuka 
 wawasan baru yang disebut postmodernisme. Ia bergerak lebih jauh dari 
 Scopenheour dengan mendekonstruksi oposisi biner ( yakni kategorisasi 
 benar/salah, rasional/irasional, baik/buruk) dan membiarkannya 
 tercerai berai dalam kondisi nihil. Proses Nihilisme mempresentasikan 
 suatu kondisi, kematian tuhan sebagai sumber absolut nilai-nilai atau 
 makna. Dan proses Devaluasi nilai tertinggi tesebut (tuhan) telah 
 membiarkan manusia hidup dalam dunia tanpa nilai dan makna yang 
 disebabkan hilangnya oposisi biner. Sehingga nietzche memandang bahwa 
 subjek (manusia) bukanlah sesuatu yang dapat menentukan landasan 
 diskursusnya sendiri, akan tetapi selamanya subjek berada dalam bayang
 -bayang ada. Hal ini menandakan kehadiran kembali mitos, sebagai 
 bahasa simbolik pusat dunia. 
 Melanjutkan proyek nietzshce. Heideiger (1889- 1976) memandang dengan 
 perkembangan teknologi informasi (TV, Internet, Game) yang semakin 
 maju di zaman sekarang memungkinkan manusia untuk hidup didalam satu 
 ruang., dimana mitos atau ada telah melebur didalam dunia citraan.  
 Dalam ruang postmodern representasi media massa, dalam televisi 
 merupakan sebuah ajang bagi subjek untuk mencari dan menyatakan 
 eksistensinya didunia…"hehe jadi wajar orang sekarang berebut masuk 
 TV hingga rela mengerjakan segala perbuatan konyol sampai menjual 
 dirinya sekalipun".  Dengan didevaluasinya nilai tertinggi yakni 
 tuhan maka satu-satunya nilai yang mendominasi dalah NILAI TUKAR,..
 Alias UANG …. Jadi eksistensi manusia hanya sekedar citraan dengan 
 nilai yang dikejar adalah nilai tukarnya yakni rupiah atau dollar….
 haha edan semakin gelap aja tuh akhirnya perkembangan eksistensi 
 manusia dalam filsafat.
 Ga salah jika saya bilang bahwa filsafat adalah jalan rumit dan gelap 
 bahkan mengerikan….ia tidak mampu memberikan solusi bagi manusia 
 sebaliknya hanya membawa manusia pada pemaparan akan hakikat 
 eksistensi dirinya yang kian lama kian menyeramkan. 
 Tentu saja jika kita mengikuti pandangan-pandangan tersebut maka kita 
 akan benar-benar menjadi monster dan bukan manusia (seperti 
 kebanyakan koruptor saat ini), Kendati mereka berdalih bahwa itu 
 semua lahir dari perenungan yang bijak…Filsafat  Nietzche dan 
 Heideiger benar-benar filsafat Atheis yang  menutup mata dari 
 realitas akan kekuasaan tuhan yang absolut. Ia tidak mampu menyadari 
 bahwa bergeraknya sejarah dan bergulirnya masa adalah atas takdir 
 dari Alloh SWT. Alloh MahaKuasa dalam membolak-balik hati manusia, 
 Alloh memalingkan hati orang-orang yang lalai atas peringatannya dan 
 hari Akhir. Filsafat Nietzche dan Heideiger terlalu mengecilkan arti 
 eksistensi manusia, ia mereduksi arti manusia hingga sebatas citraan 
 dan kehidupan sebagai sesuatu yang nihil dan berada pada nilai nol. 
 Tentu ini adalah sebuah penggambaran keliru dan terlalu 
 menyederhanakan persoalan. Karena tidak berarti arus kehidupan 
 dominan saat ini (materialis) akan menghapus segala bentuk nilai dan 
 keyakinan kepada tuhan...buktinya hingga saat ini keyakinan agama 
 tetap ada dan bahkan ditakuti, hingga seorang propagandis dan murid 
 dari orientalis kawakan yakni Samuel P hutington menganggap Islam 
 sebagai musuh peradaban barat. Karena mereka sadar bahwa sistem 
 kapitalis yang mereka dirikan diatas riba yang mencekek leher setiap 
 bangsa-bangsa, jelas-jelas di kutuk dan diharamkan dalam Al-qur'an. 
 Tidaklah setiap sistem batil dari peradaban barat yang terdiri dari 
 unsur-unsur (yahudi, kristen dan greek) kecuali islam menyelisihinya. 
 Jadi kendati bangsa-bangsa muslim telah dilemahkan oleh sekularisme 
 namun ia tetap di pandang sebagai bahaya laten dan peradaban 
 tandingan bagi kaum kafirin materialis barat. Filsafat barat adalah 
 elemen kunci dalam peradaban barat jadi apakah kita akan taqlid buta 
 dengan barat....
 
  Sekarang kita lihat dienul islam memandang hakikat kehidupan dan 
 eksistensi manusia….
 Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka 
 mengabdi (beribadah) kepada-Ku. (adz-Dzariyat : 56)
 - Tauhid atau pengesaan alloh dalam Ibadah adalah alasan 
 diciptakannya manusia dan jin. 
 - Hakikat Kehidupan manusia adalah untuk menyembah Alloh dan tidak 
 menyekutukan dirinya sedikitpun.
 - Ayat ini secara tekstual berbicara bahwa taklif atau pembebanan 
 dalam (pengtauhidan kepada Alloh) beribadah   adalah kepada Jin dan 
 Manusia
 - Ibadah Atau taklif ini adalah dalam bentuk menjalankan perintah 
 dan menjauhi larangan. Menjalankan Syariat. Karena perintah dan 
 larangan tertuang didalam syariat
 - Penegakan Risalah dan syariat Alloh merupakan kata lain dari 
 tauhid
 - Syariat ini tidak diperoleh kecuali dengan perantaraan wahyu 
 yang diturunkan dari Alloh kepada Para Nabi. 
 - Secara tersirat ayat ini berbicara akan kedatangan para nabi dan 
 eksistensi dakwah dari para nabi sebagai sebuah implikasi tujuan 
 penciptaan jin dan manusia. 
 
 36. dan sungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat 
 (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut. (An
 -Nahl:36)
  
 - Ayat ini menyatakan bahwa alloh mengutus para nabi yang diberi 
 petunjuk (wahyu) untuk menegakkan tauhid. 
 - Manusia tidak dibiarkan hidup tanpa petunjuk pasti alloh 
 mengutus para nabi untuk menyeru manusia kepada keselamatan. Jadi 
 manusia tidak dibiarkan mencari-cari kebenaran hanya lewat fikirannya 
 belaka (filsafat), namun ia di beri petunjuk yakni Wahyu dan Dienul 
 ISLAM…
 - Dan disuruh manusia menjauhi toghut yakni apa-apa yang disembah 
 selain alloh. 
 - Dan syirik yakni penyembahan kepada selain alloh merupakan dosa 
 terbesar…
 
 janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu 
 dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat darin jalan 
 Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari 
 perhitungan.
 (Shaad : 26)
  
  Alloh melarang kita mengikuti hawa nafsu dan nafsu bukanlah 
 hakikat hidup kita.
 Dan alloh Mahasuci dari perkataan manusia. Tidaklah manusia dapat 
 menihilkan tuhan tapi manusia itu sendiri yang nihil dengan melupakan 
 tuhan. Dan tidaklah manusia dapat merugikan Alloh sedikitpun karena 
 ia yang mahaPerkasa Lagi MahaKuasa. Justru ia akan di Azab kelak 
 karena melupakan hari perhitungan.
  
 ..Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa 
 nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun. Sesung-
  guhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. 
 (al-qoshash:50)
 
 Hanya orang-orang yang yakin saja yang dapat mengambil manfaat dari 
 keterangan dan ayat-ayat alloh. Dan Alloh itu maha benar dengan 
 segala perkataannya.
 
 Waulohu a'lam 
 
 
     
                               

       
---------------------------------
Shape Yahoo! in your own image.  Join our Network Research Panel today!

Kirim email ke