kang Guntur....pa kabar? gimana kalo di Kairo juga diadakan kajian progresif 
seperti di Utan Kayu...mohon bantuannya al-Azhar udah kering banget....
terima kasih


----- Pesan Asli ----
Dari: Mohamad Guntur Romli <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [EMAIL PROTECTED]
Terkirim: Rabu, 3 Oktober, 2007 9:27:18
Topik: [filsafat] Tadarus Ramadan tentang Al-Ghazali

http://www.utankayu .org/in/index. cfm?action= detail&cat=news&id=18


Tadarus Ramadan tentang Al-Ghazali
Senin 1 Oktober 2007, rangkaian Tadarus Ramadan Jaringan Islam Liberal (JIL) di 
Komunitas Utan Kayu telah usai. Tadarus pada tahun ini mengulas pemikiran 
Al-Ghazali—seorang pemikir Islam termasyhur pada abad ke-11 Masehi yang 
dijuluki sebagai hujjatul Islam (Argumentasi Islam). Diskusi kemaren ditutup 
presentasi dari Prof. Dr. KH Said Aqiel Siraj, ketua PBNU, Prof. Dr. Kautsar 
Azhari Noer dari guru besar UIN Syarif Hidayatullah dan Dr. Abd Moqsith Ghazali 
dari Jaringan Islam Liberal. Mereka bertiga membahas kitab Al-Ghazali yang 
paling terkenal Ihya ‘Ulûmiddin. Bagi Aqiel Siraj, kitab Ihya’ adalah proyek 
harmonisasi antara ilmu fikih, teologi dan tasauf. 

Di sinilah letak kepiawaian Al-Ghazali, apabila sebelum era Al-Ghazali, tiga 
kelompok tersebut saling menyerang bahkan tak jarang mengafirkan, namun di 
tangan Al-Ghazali tiga aliran tersebut dipadukan sebagai pendorong manusia 
untuk bergegas menjawab panggilan Tuhan. Dan Al-Ghazali adalah sosok yang 
sangat rindu pada pertemuan dengan Tuhannya. 
 
Dalam diskusi tersebut, Goenawan Mohamad juga menyumbangkan salah satu esainya 
tentang Al-Ghazali yang berjudul “Al-Ghazali dan Kepastian”. Esai tersebut 
melacak bagaimana Al-Ghazali mencari kepastian dalam pengetahuan. Goenawan 
Mohamad mencatat pergulatan hidup Al-Ghazali. Di akhir abad ke-11 itu, 
Al-Ghazali meninggalkan Baghdad dan menjauhi tiga hal: kedekatangan dengan 
kekuasaan politik, pengangung-agungan hukum agama, dan kontroversi tentang 
kebenaran. 
 
Bagi Goenawan Mohamad, Al-Ghazali, sebagai seorang sufi, dapat mengklaim bahwa 
dalam ‘yakin’ itulah terdapat kepastian yang dicarinya. Ia menunjukkan bahwa 
filsafat tak dapat membawanya ke sana. Seperti dikatakannya dalam prakata 
pertama Tahafut, tak ada yang tetap dan ajeg dalam posisi para filosof yang 
ditelaahnya. ‘Seandainya teori metafisik mereka  secara nalar dapat membawa 
kita yakin sebagaimana pengetahuan aritmatik mereka’, kata al-Ghazali tentang 
lawan-lawannya itu, ‘mereka tak akan berbeda di antara mereka sendiri dalam 
persoalan-persoalan metafisik’. Tak perlu dikatakan lagi rasanya, bahwa 
al-Ghazali bukan pemikir dari zaman ini – dan dengan kesadaran itulah ia kita 
ikuti. Jika dibaca sekarang, statemen di atas -- yang kita tahu  tak semestinya 
ditujukan buat filsafat, karena filsafat tak lagi terkait dengan klaim 
kesahihan ilmu-ilmu pasti -- lebih merupakan kesalah-fahaman akhir abad ke-11   
  
 
Imam Ghazali adalah pemikir Muslim yang disegani. Ia dikenal bukan hanya 
sebagai sufi, melainkan juga teolog, ushûli (ahli ushul fiqh), faqîh (ahli 
fiqh), pakar logika (manthiq) bahkan filosof. Ia menulis ratusan buku, di 
antaranya Ihya` Ulum al-Din, Minhaj al-`Abidin, al-Iqtishad fi al-Itiqad, 
tahafut al-Falasifah, Mihak al-Nazhar fi al-Manthiq, al-Mustashfa min `Ilm 
al-Ushul. Atas karya-karyanya ini, di samping mendapatkan pujian, al-Ghazali 
menuai kritik. 
Dalam Tadarus Ramadan Jaringan Islam Liberal (JIL) tahun ini, tiga buah karya 
Al-Ghazali telah dibedah, Tahafut al-Falasifah (Keruwetan Para Filosuf) Selasa, 
18 September dengan narasumber: Zainun Kamal, Luthfi Assyaukanie, dan 
Mulyadikertanegara, Faysal al-Tafriqah Baynal Islam wal Zandaqah, Selasa 25 
September dengan narasumber: KH Husein Muhammad, Nanang Tahqiq, dan Novriantoni 
dan terakhir Ihyâ Ulûmiddin. 


Bagi anda yang ingin membaca tulisan Goenawan Mohamad tentang “Al-Ghazali dan 
Kepastian” silakan kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] org




Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out. 



      ________________________________________________________ 
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi 
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/

Kirim email ke