Quote: dan terjadinya perselisihan dalam religi
adalah karena penyimpangan dari sebagian
orang dari makna asli yang dibawa oleh kitab
suci....
jadi cari contoh lain dalam memprovokasi
jangan nabi dan kitab suci... End of quote

Tuhantu: anda terprovokasi yah?... Hahaha... Rupanya Anda menjelajah
juga kemana-mana di blog-blog saya...hahaha... Saya ini tidak tunduk
terhadap hirarki dan hegemoni intelektual, siapa Anda itu melarang saya
menggunakan contoh yang saya pilih?

Saya mau melihat sepak terjang Anda secara real di Jakarta mensikapi
ulah FPI... Baru saya juga mengemukakan apa yg saya lakukan pada
komunitas lokal saya, jadi siapa bilang saya sama dengan pamongpraja?
Itu persepsi anda, hahahaha... Katanya jangan terjebak format fisik
kata-kata... WORST: TIDAK BISA menciptakan satu kata saja? Hahahahaha...

Saya tahu, Anda penasaran dengan pertanyaan yg saya gantung dibeberapa
milis, salah satunya: Metodolgi apa yang bisa dilakukan oleh pendekatan
agama dalam membangun kecerdasan? Anda bisa jawab?... Ayo saya tantang
juga Anda di sini...Maju gondrong! Hahahaha...

Be Fun

Tuhantu

http://hole-spirit.blogspot.com <http://hole-spirit.blogspot.com>




--- In [email protected], qalam26 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> maaf mas hantu izinkan
> saya memberi sedikit repon dan kritik
> bagi tulisan-tulisan kreatif
> anda bung han yang kadang
> kebangetan kreatif
>
> quote: (hantu)
> Andaikan semua Nabi, Filsuf dan semua nama-nama besar tenar yang dulu
> pernah menyusun segala pengetahuan tentang tatacara kehidupan, dan
> mereka-mereka itu hidup kembali lalu berkunjung ke Negriku, pasti
> mereka akan tau diri, dan berteriak serentak &#733;Kami ternyata
hanyalah
> KutuKataKata!&#733;
> End quote: (hantu)
>
> saya faham anda ingin membuat hutan kata-kata
> lucu...walau agak provokatif
> diawal tulisan tapi biar di ktitisi sedikit
>
> setelah membaca tulisan anda tersebut ada dua
> dugaan saya
> 1. Anda mengkritik kecenderungan berbahasa disaat
> ini yang kosong akan makna dan tidak sinkron...
> 2. Anda memukul rata setiap bahasa dan kata
> adalah sebatas hutan kata-kata yang
> tidak memiliki beda secara prinsip
>
> kalau yang pertama mungkin saya setuju
> tapi jika yang kedua maka ini adalah
> logika pamong praja yang mau menertibkan
> pedagang kaki lima dipinggir jalan..pokoknya
> pukul rata...gusur semua....
>
> Mas han bahasa terdiri dari dua struktur
> fundamental...yakni
> 1. Signifier (penanda) bahasa
> 2. signified (petanda)makna
>
> dan jika anda hanya berhenti di yang pertama
> signifier(bahasa) tentu yang anda lihat di dunia
> ini adalah hutan belantara kata-kata....
> tentu dAri sejak kecilpun kita tahu hal tersebut
>
> Tapi berapa banyak dari hutan belantara kata-kata
> itu dan saat ini yang memiliki makna
> apakah makna god dan dog dapat dipersatukan...
> tentu sebuah perbandingan yang keliru besar....
>
> bahasa tentu dapat berbeda-beda dan beragam
> namun ia dapat menyuarakan satu makna...
> dan makna dapat terjaga selama berabad-abad
> walau berpindah dalam berbagai bahasa...
>
> dan permainan bahsa postmo tidak serta merta
> dapat mengubah susunan dan struktur yang kuat
> dan melekat dari tanda(bahasa) dan makna
> karena sifat bahasa yang dilindungi oleh konvensi
> secara formal dan hubungan antara makna dan bahasa
> yang kontiniu
>
> tentu makna yang terkandung dalam kitab suci
> dan kata-kata para nabi menyelisihi
> makna dari kata-kata para penyembah berhala
> selamanya makna bahwa hanya ada 1 alloh yang
> berhak disembah tidak sama dengan makna
> banyak illah yang berhak disembah....
>
> jadi para nabi dan kitab suci tidak lah
> berhenti pada sebatas tumpukan kata-kata
> tapi kata-kata hanyalah medium dari
> penyampaian makna yang agung dan dalam
> karena tidak semua manusia mampu
> menyampaikan makna yang agung tersebut
> walau ia memuntahkan berbagai kata-kata indah
>
> entah jika anda hanya berhenti sampai
> pada pengumpulan kata-kata bukan makna
> oleh karenanya dahulu saya pernah mengatakan
> bukan bahasa tapi esensinya yang tekandung
> dalam makna sebuah kata.......
> setelah esensi tersebut kita dapatkan
> tentu kita dapat mengubahnya dalam
> berbagai medium bahasa
>
> makanya mas jangan terjebak dalam fisiknya (kata-kata)
> tapi masuklah kedalam makna dan esensi dari kata-kata
> inti dari ilmu adalah faham mas...
>
> saya pikir kecenderungan anda bermain kata-kata
> karena anda tidak suka merenungi makna yang
> terkandung dalam sebuah kata-kata...bagaimana
> kata-kata dapat mengubah seorang pemabuk menjadi
> orang yang taat beribadah...tentu makna dan penghayatannya
>
> oleh karennya saya mengatakan anda permainan kata
> anda hanyalah menggambarkan permainan
> permukaan belaka (immanency) ketimbang kedalaman
> (trancendecy). permainan kulit (surface)
> ketimbang isi (content).oleh karenanya bukan kebaharuan
> dan orisinalitas yang anda bangun namun hanya
> perbedaan (diffrence) kata. dan hanyalah permainan bahasa
> (language game) yang memproduksi terus menerus rimba raya
> tanda-tanda... dalam rangka menghasilkan keterpesonaan,
> kesenangan belaka..menghasilkan abnormalitas dan penyimpangan
> dari sturuktur baku bahasa....
>
> dan terjadinya perselisihan dalam religi
> adalah karena penyimpangan dari sebagian
> orang dari makna asli yang dibawa oleh kitab
> suci....
> jadi cari contoh lain dalam memprovokasi
> jangan nabi dan kitab suci...
>


Kirim email ke