Bismilahirrahmanirrahim,

Iblis....

Serupa mahluk, seperti apakah dia?

Mungkin ia buruk rupa, atau bengis tak kenal ampun, tapi kalau aku 
boleh jujur terhadapnya, aku akan katakan bahwa aku sangat kasihan 
padanya.

Bagaimana tidak ? Tiada mahluk semalang Iblis. Ia lahir dengan cinta 
dan menyembah atas dasar cinta. Baginya Tuhan adalah satu dan hanya 
padanya ia menundukan kepalanya. Iblis mencitai Tuhan....Cintanya 
luar biasa sekali.

Gegabahkah aku dengan berkesimpulan seperti itu?

Mungkin memang gegabah, tapi aku mengatakannya dengan alasanku 
sendiri. Seseorang yang tak peduli tak akan menghabiskan hidupnya 
hanya untuk satu tujuan, sementara Iblis hanya punya satu 
tujuan ...menyesatkan manusia. Memang betul dalam hal ini, dia 
adalah musuh mausia, tapi dalam hal kecintaan pada Allah, yang ia 
coba jauhkan dari manusia, Maka tak ada manusia yang bisa 
menandinginya.

Hanya Iblis yang menolak tunduk pada selain Allah disaat semua 
malaikat tunduk pada adam. Memang betul itu bukti kesombongan, tapi 
tak dapat disangkal bahwa itupun bukti kecintaan dan loyalitas 
seorang hamba pada Tuannya. Hanya saja, betapa bodohnya Ia yang tak 
menyadari cerminan Tuhan dalam wujud mahluknya, Iblis, termasuk yang 
terjebak dalam kebodohan itu.

Betapa akan lebih mudah bagi Iblis untuk menyetujui saja keputusan 
Allah ketika berkata "pergilah kau ke neraka...sesungguhnya kau 
telah dikutuk", tapi ia malah meminta tangguh hanya untuk mengajak 
manusia besertanya. Kebencian Iblis begitu mendarahdaging pada 
manusia, sehingga ia rela tersiksa seumur dunia hanya untuk melihat 
manusia, mahluk yang telah merebut hati kekasihnya, tersiksa bersama 
dirinya di neraka.

Dalam hal kebencian sangat pantas bila Iblis menjadi musuh manusia, 
tapi dalam hal kecintaan sungguh manusia tiada apa-apanya. Manusia 
mencintai dan mengabdi karena iming-iming surga sementara Iblis 
tetap pada kecintaannya walau neraka dihadapkan padanya. Cinta mana 
yang sanggup melakukan hal seperti itu ?

Pada detik-detik kematiannya Al-Hallaj sempat mengatakan bahwa cinta 
itu membakar atau dibakar. Orang yang sanggup memaparkan cinta 
sebetulnya belum sampai pada Cinta. Cinta adalah api yang melumatkan 
serangga yang mendekatinya. Serangga itu bukan tidak menyadari 
panasnya api , tapi terangnya begitu memabukkan. 

Orang yang tiba di gelombang Cinta

Gagap hendak menjelaskannya

Kalau merasa sebagai hamba

Wujud menjadi dua

Kalau merasa sebagai Tuhan

Ia tersekutukan

(Suluk Syeh madekur 27)

 





******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke