Bersyukur Itu Menenteramkan Hati 

By: M. Agus Syafii

Ketika seseorang ditimpa musibah yang tidak pernah disangka, membuatnya  
terhenyak, jatuh tersungkur, terasa luka perih dihati dan tanpa tersadar 
terucap, 'Kenapa ini terjadi?' Kehidupan dibayangkannya sebagai sebuah mimpi, 
Kita mengira kehidupan adalah kisah bahagia sampai akhir hayat. Bila 
direnungkan secara lebih mendalam apa yang anda hadapi sekarang ini adalah 
kehidupan nyata bukanlah mimpi! Semua yang terjadi dalam kehidupan ini tidak 
ada yang kebetulan, semua sudah menjadi ketetapan Allah. 'Lantas kenapa semua 
ini terjadi pada diriku? Apakah anda mengira bahwa andalah yang menentukan 
hidup ini? Apakah anda mengira diri anda adalah milik diri anda sendiri? Anda 
bisa menentukan apa yang terjadi pada diri anda? Sehingga anda mengalami 
seperti yang anda harapkan?

Kita selalu menyangka bahwa kesuksesan hidup kita adalah berkat usaha dan kerja 
keras yang kita lakukan sendiri sehingga kita bisa begitu yakin apapun bisa 
terjadi bila diri kita menghendaki, begitu ditimpa musibah yang tidak pernah 
disangka-sangkanya kita baru tersadarkan betapa kecilnya diri kita dihadapan 
Sang Khaliq. Terbayangkah oleh kita bagaimana rasanya hati yang bahagia 
tiba-tiba dihempas oleh derita? Betapa sakit dan perih, jatuh tersungkur 
membuat kita menjadi lemah tidak berdaya, hati menangis 'kenapa harus sekarang 
terjadi Ya Allah? Kenapa Engkau beri aku perih sakit ini ketika aku sedang 
bahagia? Kenapa tidak nanti saja disaat aku sudah siap? 'Dan jika Kami rasakan 
kepada manusia suatu rahmat (nikmat) dari Kami kemudian rahmat itu Kami cabut 
daripadanya, pastilah dia menjadi berputus asa lagi tidak berterima kasih.' 
(QS. Huud : 9).

Seringkali jika kita sedang dalam keadaan hati senang, kita menjadi lupa diri, 
lupa bersyukur, kita lupa berterima kasih kepada Allah yang telah melimpahkan 
begitu banyak anugerah dalam hidup kita. 'Semua hasil yang aku dapatkan 
sekarang ini kan dari kerja kerasku, semua ini aku peroleh berkat usahaku bukan 
dari orang lain.' Begitulah gambaran bila kita sedang lupa diri, padahal semua 
yang ada dilangit dan bumi adalah milik Allah. Kesuksesan dan kegagalan kita 
hanyalah wujud pemberian rahmatNya. Apabila kita mendapatkan kesuksesan yang 
membuat  kita bahagia itu adalah kasih sayang Allah dan apabila kita 
mendapatkan kegagalan membuat kita menderita itu juga wujud kasih sayang Allah 
kepada kita. Jadi, apapun pemberian Allah patutlah kita berterima kasih kepada 
Allah karena hanya dengan cara itulah kita mendapatkan keberkahan yang sempurna 
dan rahmat Allah. Jadi, bersyukur itu menenteramkan hati kita.

'Dan sungguh akan Kami beri cobaan kepadaMu dengan sedikit ketakutan, 
kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita 
gembira kepada orang-orang yang sabar. Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa 
musibah mereka mengucapkan 'Inna lillaahi wa innaa ilaihi raajiuun' . 
(Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepadaNya kami kembali). Mereka 
itulah yang mendapatkan keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka 
dan mereka itulah orang-orang yang mendapatkan petunjuk.' (QS. al-Baqarah : 
155-157).

Wassalam,
M. Agus Syafii
--
Yuk, hadir di kegiatan 'Amalia Sejukkan Hati (ASAH)' jam 8 s.d 11 siang, Ahad, 
24 April 2011. Bila  berkenan berpartisipasi buku2, Majalah, buku Pelajaran, 
peralatan sekolah, baju layak pakai. Kirimkan ke Rumah Amalia.  Jl. Subagyo IV 
blok ii, no. 24 Komplek Peruri, Ciledug. Tangerang 15151. Dukungan & 
partisipasi anda sangat berarti bagi kami. Info: agussya...@yahoo.com atau SMS 
087 8777 12 431, http://agussyafii.blogspot.com/

Kirim email ke