Terima Kasih Pak Aziz
Infonya sangat membantu
Pak Aziz mungkin saya bisa minta soft copy tentang maslah ini ?



Thanks
Best Regards
Fikri A


________________________________
From: Muhammad Aziz Majidi <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, 12 January 2011 10:09:34
Subject: Re: [FISIKA] Tanya

  
Sifat ISOTROPIK dan ANISOTROPIK berkait dengan karakteristik dari besaran fisis 
suatu sistem zat padat (misal: konduktivitas listrik, konduktivitas termal, 
mudulus elastisitas, susseptibilitas magnetik, susseptibilitas listrik, dll.) 
dalam merespon gangguan eksternal yang berupa vektor. 


Jika responnya TIDAK BERGANTUNG PADA ARAH gangguan eksternal yang diberikan, 
sistem tsb dikatakan ISOTROPIK. Sebaliknya, jika responnya BERGANTUNG PADA ARAH 
 
gangguan eksternal yang diberikan, sistem tsb dikatakan ISOTROPIK. 


Contoh:
Dalam fisika dasar listrik-magnet, kita sering melihat Hukum Ohm mikroskopik 
yang ditulis dalam bentuk vektor sebagai:    j = s E, 

di manaj : rapat arus (vektor), 
              s : konduktivitas listrik (skalar), 
dan       E : vektor. 
Format penulisan di atas secara implisit menunjukkan bahwa besaran 
konduktivitas 
listrik pada siste yang dimaksud bersifat ISOTROPIK, karena dapat dilihat di 
sini bahwa ke manapun arah E, arah j mengikuti arah E, dan besar dari vektor j 
(yang dinotasikan dengan |j|) tidak bergantung pada arah E. 


Jika sistemnya ANISOTROPIK, maka format penulisan hubungan Hukum Ohm di atas 
harus dimodifikasi menjadi 1 set sistem persamaaan linier yang berbentuk:
j_x = s_xx E_x + s_xy E_y + s_xz E_z
j_y = s_yx E_x + s_yy E_y + s_yz E_z
j_z = s_zx E_x + s_zy E_y + s_zz E_z

Atau dapat disingkat menjadi:    j_i = sum_j s_ij E_j ,
di mana   j_i : komponen vektor j pada arah i
               s_ij : komponen tensor rank-2 dari tensor konduktivitas listrik,
dan         E_j : komponen vektor E pada arah j,
dengan i,j indeks-indeks dari sumbu-sumbu kartesian x, y, z.

Dari persamaan untuk sistem yang ANISOTROPIK di atas, terlihat bahwa arah j 
bisa 
berbeda dari arah E, dan besar dari vektor j (yang dinotasikan dengan |j|) bisa 
berubah jika arah E berubah. 


Catatan:
Sifat-sifat yang bergantung pada arah ini muncul dari struktur kristal atau 
tekstur material yang khas. Karena itu, sifat-sifat yang ANISOTROPIK biasanya 
hanya muncul pada zat padat yang dalam bentuk monokristal (bukan polikristal), 
atau polikristal tapi memiliki tekstur tertentu yang unik. Material padat 
polikristal tanpa tekstur yang unik umumnya bersifat ISOTROPIK.


Semoga membantu.

MAM



2011/1/11 fikri achdan <[email protected]>

  
>Dear Teman2 Fisika,
>Saya minta tlong dijelaskan tentang Zat Padat yang ISOTROPIK?
>Apa maksud dari Zat Padat yang Isotropik? Dan contohnya?
>
>Terima Kasih Sblumnya
>
>Thanks
>Best Regards
>
>Fikri
>
>

 

Kirim email ke