Date: Thu, 28 Jul 2005 17:21:51 +0700
From: heryadi <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [SPAM] PENTING BAGI PARA WANITA !!! - 'Handphone' Infra
MerahTembus Pandang Beredar {01}
SUATU maha karya yang hebat.......... Bikini, suatu benda kecil yang
puluhan tahun diakui sebagai hasil re-engineering yang maha hebat
----karena selalu "mempermainkan" fikiran orang, antara "ada" atau "tidak
ada" ketika dipakai seseorang ----menjadi tersaingi.
MAHA karya yang sangat bermanfaat bagi para exibisionis. Mereka (wanita dan
pria) tidak perlu membuka sebagian besar badannya untuk dilihat orang
lain. Tidak perlu menelanjangi diri, cukup mengenakan bahan yang bisa
ditembus oleh kamera x-ray, "kebutuhan" untuk dipandang orang lain sudah
terpenuhi. Mereka merasa "aman" dari cibiran "norma-sosial", dan
kebutuhan mempertontonkan tubuhnya terpuaskan.
SUATU maha karya yang MAHA DURJANA bagi mereka (wanita dan pria) yang
menjaga auratnya. Namun, kemajuan teknologi tidak boleh dan tidak pernah
terbendung...... oleh apapun...............
Jadi........, mereka harus "menyiasati" diri agar privasi-nya tetap
terjaga........... kenakan pakaian yang tidak dapat ditembus oleh x-ray
(misalnya)
IMAN tidak pernah menolak TEKNOLOGI ---- TEKNOLOGI dipakai untuk memperkuat
IMAN.
At 01:04 AM 7/28/05 -0700, you wrote:
SEORANG wanita cantik telanjang keluar dari kolam berenang. Ia melenggang
santai, tanpa terlihat risih berjalan mengitari kolam menuju kursi yang
berjejer di tepian. Tidak lama berselang, gadis remaja berwajah lugu
dengan postur bugil sedikit berlari melintas menuju kamar ganti usai
berenang.
Wanita-wanita yang tampak 'bugil' tersebut bukan orang gila. Mereka juga
bukan kaum ekshibisionis yang gemar memperlihatkan tubuh telanjang.
Sesungguhnya mereka mengenakan pakaian renang. Namun, tubuh mereka jadi
tampak telanjang hanya korban dari kecanggihan teknologi kamera tembus
pandang yang terpasang di handphone (HP). Baju renang yang mereka pakai
justru menjadi bahan sempurna yang dapat ditembus sinar infra merah.
Handphone dengan kamera xray built-in itu memungkinkan para perempuan
terlihat sia-sia menutupi tubuhnya dengan pakaian renang atau senam yang
umumnya terbuat dari bahan sintetis. Kamera tembus pandang itu bekerja
pada tinta, bahan-bahan sintetis seperti baju renang, baju senam, original
silk (sutera asli). Tapi tidak berfungsi pada bahan lain seperti nilon,
katun dan jins. Tidak ada sistem on/off untuk Xray, jadi HP tembus pandang
akan selalu keadaan on, tetapi hanya berefek pada bahan sintetis. Target
banyak terdapat di kolam renang, gym/fitness, pesta, dancer.
Tidak sulit mendapatkan perangkat 'nakal' tersebut. Bahkan dalam satu
iklan yang terpampang jelas di sebuah situs internet. Dilengkapi dengan
tarif modifikasi yang dibutuhkan untuk setiap HP. Biayanya, minimal satu
juta rupiah untuk jenis Nokia 3660 dan Sonny Ericson K500. Untuk
spesifikasi HP yang lebih canggih seperti Nokia 9500 atau XDA O2,
diperlukan biaya sebesar dua juta rupiah. HP akan dirombak total,
karenanya lupakan garansi jika kelak HP bermasalah.
Peminatnya tidak sedikit. Menurut Edu, penjual peranti tersebut, peminat
HP tembus pandang berasal dari berbagai kalangan. "Harganya kan tidak
terlalu mahal, tetapi yang beli memang punya niat jahil betul. Tiap hari
ada saja yang beli," tambahnya sambil tertawa.Menurutnya, kebanyakan
peminat HP jenis itu memang laki-laki. Target mereka jelas, meneropong
para perempuan yang di kolam renang umum dan tempat senam atau fitness.
Karena di tempat itu, para kaum hawa memang menggunakan bahan pakaian yang
memungkinkan untuk ditembus hingga ke permukaan kulit.
"Teknologi sih memang gila kalau dikuasai orang-orang yang tidak
berakhlak," komentar pengamat teknologi informasi, Ono W Purbo
blak-blakan, Jumat (10/06). Padahal, tadinya teknologi inframerah yang
digunakan untuk menembus lapisan penghalang kulit hanya digunakan dalam
teknologi militer. "Teknologi itu biasanya dipakai dalam pengintaian malam
hari. Secara sederhana, sinar infra red akan menangkap panas dari tubuh.
Jadi, tubuh akan terlihat jelas meski dalam keadaan gelap," paparnya.
Namun yang berkembang, teknologi semacam ini digunakan untuk hal-hal yang
menjadikan kaum perempuan sebagai korban.
Adalah Kaya Spesial Optic, Inc, sebuah perusahaan asal Jepang yang
mengenalkan produk yang disebut "Infrared See Through Filter PF".
Perusahaan yang mengkhususkan diri pada alat optik selama 30 tahun itu
memproduksi sebuah alat yang dapat menembus pandangan dibalik permukaan
objek.
Pada dasarnya, apa yang dilihat manusia adalah pantulan cahaya yang
merepresentasikan bagian terbatas dari spektrum elektromagnetik. Ada
syarat yang harus dipenuhi sebuah objek agar dapat terlihat mata manusia
normal, yaitu panjang gelombang. Radiasi sinar inframerah tidak terlihat
mata manusia normal karena panjang gelombangnya tidak memenuhi syarat.
Plastik merupakan bahan yang dapat membelokkan radiasi inframerah masuk ke
dalam klasifikasi gelombang terlihat.
Sementara baju renang dan senam terbuat dari bahan sintesis pabrik yang
pada dasarnya adalah plastik. Akibatnya, jika sinar inframerah dikenakan
pada permukaan sintetis, maka ia akan membelokkan gelombang sesuai dengan
prasyarat mata normal. Selanjutnya, pantulan permukaan kulit dibalik baju
berbahan sintetis akan terlihat jelas.
Kebebasan untuk berenang di tempat umum atau berlatih kebugaran di pusat
fitness menjadi terampas. HP yang dilengkapi dengan perangkat tersebut
dapat digunakan kapan saja di tempat umum tanpa terlalu mencurigakan.
Kegiatan merekam dan kemudian disimpan dalam memory card tidaklah hal yang
rumit. Penyebarannya lebih mudah lagi. Transfer data yang didukung oleh
kemudahan teknologi, dinikmati oleh sebagian besar pemilik HP. Penikmatnya
juga tidak sedikit.
"Gue sih seneng-seneng aja kalau punya file seperti itu. Apalagi
gratisan," ujar Agus, seorang pekerja swasta. Kepemilikan peranti tersebut
tentu legal. Tapi yang menjadi masalah adalah ketika teknologi tersebut
berubah menjadi teror yang mengganggu aktivitas normal. Sementara
mekanisme hukum terlalu jauh di belakang kemajuan teknologi yang membuka
ruang bagi intimidasi.
Kalau modus kamera tersembunyi di toilet umum atau kamar ganti bisa
sedikit diakali. Sikap hati-hati dan waspada akan semua titik-titik
mencurigakan sebelum menggunakan ruang publik tersebut. Namun, keberadaan
HP tembus pandang tidak seperti kamera tersembunyi. HP ini tidak terlihat
mencolok karena modifikasinya tidak akan menghasilkan perbedaan yang
kentara secara fisik. Artinya, kolam renang umum bukan lagi tempat yang
menyenangkan untuk berolahraga atau berekreasi melepas kepenatan.
Teknologi memang ibarat pisau bermata dua. Kegunaannya dapat menguntungkan
sekaligus mengganggu orang lain. Tapi, saat pemanfaatannya merugikan
sebagian orang, akan ada reaksi yang muncul.
"Bagaimanapun, yang menjadi mekanisme kontrol adalah masyarakat," ujar
Onno. Dengan luasnya informasi yang sampai ke masyarakat, bukannya tidak
mungkin akan timbul reaksi. Perusahaan raksasa asal Jepang, Sonny,
akhirnya menghentikan produksi handycam x-ray dan menarik kembali produk
yang sudah dilepas di pasaran. Kebutuhan akan nama baik sebuah perusahaan
besar membuat Sonny mengambil langkah yang merugi jika dilihat dari sisi
ekonomi sebuah produksi.(CA\M-1)
_______________________________________________
formiskat mailing list
[email protected]
http://groups.plnkalbar.co.id/mailman/listinfo/formiskat