|
1. Mana Pengakuan Yesus dalam Alkitab
bahwa dia beragama Kristen?
Semua pengikut Yesus pasti mengakui bahwa mereka beragama Kristen. Tetapi apakah ada di antara mereka bisa memberikan bukti atau menunjukkan ayat-ayat yang tertulis di dalam alkitab bahwa Yesus beragama Kristen? Pertanyaan tersebut tampak sepele atau main-main, padahal kami benar-benar serius dan akan menepati janji bila ada di antara umat kristiani atau dari agama manapun yang bisa memberikan bukti berupa ayat-ayatnya yang tertulis dalam Alkitab tentang pengakuan Yesus bahwa dia beragama Kristen. Jika Yesus ternyata bukan beragama Kristen, lalu apa nama agama Yesus yang sebenarnya? Siapa saja yang bisa menunjukkan bukti atau menunjukkan ayat-ayat yang benar-benar tertulis di dalam Alkitab (Bible), pengakuan Yesus bahwa dia beragama Kristen, maka kami sediakan hadiah sebesar Rp. 10.000.000.- (sepuluh juta). Banyak umat Kristiani tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Yesus bukan beragama Kristen dan yang menamakan agama itu Kristen bukan Yesus, tapi Barnabas dan Paulus (Saulus) di Antiokhia. Perhatikan ayat-ayat di bawah ini: Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah, bersukacitalah ia. Ia menasihati mereka, supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan, karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan. Lalu pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Saulus; dan setelah bertemu dengan dia, ia membawanya ke Antiokhia. Mereka tinggal bersama-sama dengan jamaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen. (Kis 11:23-26) Ayat di atas membuktikan bahwa yang menamakan agama itu Kristen bukan Yesus, tetapi Barnabas dan Paulus. Seumur hidupnya Yesus tidak pernah tahu kalau agama yang dibawanya dinamai Kristen, sebab nama Kristen itu baru muncul jauh setelah Yesus mati. Timbul pertanyaan; kalau begitu kapan Yesus mati dan kapan agama yang dibawanya dinamakan Kristen? Menurut data yang kami baca dalam beberapa buku yang ditulis oleh kalangan Kristen sendiri, di antaranya dalam buku Religions on File Yesus lahir sekitar tahun 4 SM (Sebelum Masehi) dan wafat sekitar tahun 29 M (Masehi). Sementara Paulus dan Barnabas memberi nama Kristen terhadap agama yang mereka bentuk, yaitu sekitar tahun 42 M. ini berarti sekitar 13 tahun (42-29=13) setelah Yesus mati, baru muncul agama Kristen bentukan Barnabas dan Paulus. Di dalam kitab suci agama Islam yaitu Al Quran, tidak dijumpai satu pun kata Kristen, tetapi yang ada Nashara karena Yesus berasal dari kota Nazareth. Dan pengikut ajaran Yesus disebut Nashrani bukan Kristen. Bahkan di dalam Alkitab itu sendiri, kata Kristen hanya disebutkan paling banyak 6 (enam) kali, yaitu pada Kis 11:26, Kis 26:28, Rm 16:7, 1 Kor 9:5, 2 Kor 12:2 dan Ptr 4:16. 2. Mana Ajaran Yesus Ketika Berumur 13 sampai 29 tahun? Tidak semua umat Kristiani mengetahui bahwa cerita atau kisah tentang diri Yesus di dalam Alkitab ada banyak yang hilang. Bahkan yang hilang itu, tidak tanggung-tanggung, yaitu lebih separoh dari umur Yesus sendiri. Hampir dapat dipastikan, sebagian besar umat Kristiani yakin dan percaya bahwa Yesus mati pada usia sekitar 33 (tiga puluh tiga) tahun. Sementara di dalam Alkitab sejak dia dilahirkan sampai berumur 12 (dua belas) tahun, lalu menghilang ketika berumur 13 (tiga belas) tahun sampai dengan 29 (dua puluh sembilan) tahun, kemudian muncul lagi pada usia 30 (tiga puluh) tahun, dan mati pada usia 33 (tiga puluh tiga) tahun. Hilangnya kisah Yesus ketika beliau berumur 13 s/d 29 tahun, berarti selama 17 tahun kisah Yesus tidak ada atau hilang dan tidak tercatat di dalam Alkitab. Jika Yesus mati pada usia 33 tahun. Sementara kisahnya ada yang hilang selama 17 tahun, berarti yang masuk ke dalam Alkitab hanyalah kisah Yesus selama 16 tahun saja. Yesus dipercayai oleh umat Kristiani sebagai Firman Yang Hidup. Kalau begitu berarti ada sebagian besar atau lebih separuh dari umurnya ada Firman Yang Hilang. Bayangkan saja, 17 tahun adalah lebih separuh umurnya Yesus, hilang atau tidak tercatat dalam kitab Injil. Padahal pada usia 13 s/d 29 tahun merupakan usia Yesus ketika remaja menuju dewasa, di mana sudah barang tentu banyak sekali hal-hal atau peristiwa yang lebih berguna dan lebih besar yang mungkin saja beliau lakukan, tetapi tidak tercata di dalam Alkitab. Jadi sangatlah beralasan sekali bahwa Injil itu dikatakan tidak komplit atau sempurna, karena banyak bagian-bagian atau sisi lain yang pernah Yesus lakukan atau perbuat, tetapi tidak dicatat oleh para penulis Injil, karena kehilangan jejak atau kisahnya benar-benar hilang. Seandainya jika murid-murid Yesus yang 12 orang itu selalu mengikuti ke mana saja Yesus berdakwah, tentu apa yang beliau lakukan atau sabdakan selama 17 tahun, mereka tulis dalam Injilnya bukan?? Timbul pertanyaan: Apakah yang dilakukan Yesus selama berumur 13 sampai dengan 29 tahun? 1. Menerima dan menulis wahyu Allah (mana dan apa saja bunyi wahyu tersebut?) 2. Mengajar dan berdakwah kemana-mana (apa saja yang diajarkannya) 3. Menulis Injil yang difirmankan kepadanya (Injil yang mana? Kan tidak ada Injil Yesus bukan?) 4. Membantu ibunya Maryam (memasak dan mencuci? Rasanya tidak mungkin) 5. Tidak berbuat apa pun, hanya menunggu firman (Tuhan koq ngnggur, pasif?) 6. Menikah / berumahtangga (mungkin saja, tapi tidak tercatat karena kisahnya selama 17 tahun hilang) 7. Membantu ayahnya Yusuf sebagai tukang kayu (Tuhan jadi tukang kayu?) 8. Nganggur saja, makan, tidur, tidak melakukan kegiatan apapun (Tuhan koq nganggur, tidak berkarya?) 9. Pergi mengembara (kemana saja perginya dan apa saja yang dilakukannya?) 10. Kembali kepada Bapanya selama 17 tahun lalu turun lagi ke bumi (mana buktinya?) Bukti-bukti Yesus berdakwah ketika berusia 12 dan 30 tahun: Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun pergilah merekake Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu. (Lukas 2:42) Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, ia adalah anak Yusuf, anak Eli (Lukas 3:23) Lukas 2:42 di atas itu menceritakan kisah Yesus ketika dia memulai berdakwah dan mengikuti kajian yang disampaikan para alim ulama di dalam Bait Allah (Luk 2:46-49). Kemudian kisah beliau hilang sama sekali ketika dia berumur 13 s/d 29 tahun, dan baru muncul kembali ketika beliau berumur 30 tahun, seperti yang tertulis dalam Injil Lukas 3:23 di atas tadi. Lukas 3:23 memberikan bukti kemunculan Yesus pada usia 30 tahun, kemudian beliau wafat dalam usia sekitar 33 tahun. Oleh sebab itu, seandainya ada umat Kristiani atau siapapun yang bisa memberikan bukti-bukti tertulis dalam Alkitab (Bible) tentang kisah Yesus ketika beliau berumur sekitar 13 s/d 29 tahun, yaitu ketika beliau memasuki usia remaja sampai dewasa, kami sediakan hadiah cukup besar, sejumlah uang cash / tunai sebesar Rp 10.000.000.- (sepuluh juta). Mungkin banyak sekali saudara-saudara kita yang beragama Nashrani tidak menyangka dengan pertanyaan yang kelihatannya sepele, tetapi sebenarnya sangat berarti bagi keimanan dan kehidupan beragama, karena hal tersebut menyangkut keselamatan di dunia dan akhirat. Jika kami sebagai umat beragama Islam sangat mengkritisi kandungan Alkitab (Bible), hal itu wajar-wajar saja, sebab AlQuran banyak memberikan informasi tentang keberadaan Yesus (nabi Isa), Taurat, Zabur dan Injil, yang semua itu merupakan bagian dari keimanan kami, bahkan termasuk salah satu rukun iman bagi setiap muslim di seluruh dunia ini. Nah seharusnya umat Kristiani yang lebih pantas mengkritisi kandungan kitab sucinya bukan?? |
_______________________________________________ formiskat mailing list [email protected] http://groups.plnkalbar.co.id/mailman/listinfo/formiskat
