Salam, Sesuai artikel saya IUGUN IANFU DAN ROMUSHA, kalaupun PM ABE mengatakan TIDAK ada paksaan berarti paksaan dengan KEKERASAN namun kenyataannya di INDONESIA,ada paksaan HALUS yaitu KETERPAKSAAN karena keadaan ekonomi yang sangat parah sehingga banyak wanita yang TERPAKSA ( termasuk 20 wanita Belanda dan Indo yang sekarang sedang hearing di New York)) melacur atau paling sedikit BEKERJA sebagai PENGHIBUR tentara Jepang sebagai penyanyi, pemain sandiwara dsb dan adalah hanya satu langkah kecil saja mereka menjadi iugun ianfu.Yang intektual di-iming2i, sekolah di Tokyo.Dan diangkut dengan kapal tetapi kapal dibelokkan ke Singapore atau tempat lain yang diduduki tentara Jepang. Jika ROMUSHA memang ada PAKSAAN karena para penganggur dan orang yang tidak disukai oleh penguasa( lihat kasus Djasman bin Sarimin dari desa Bandarrejo Ungaran), di jemput di rumah atau jalanan oleh tentara Jepang.Jadi "PERKELITAN atau SILAT LIDAH " PM ABE bisa benar bisa tidak. Apakah kenyataan ini bisa disampaikan kepada Pemerintah Jepang? Wasalam, Wal Suparmo
-- In [email protected], "estoe" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > http://www.kompas.com/kompas-cetak/0703/05/ln/3361544.htm > PM Abe Pertahankan Permintaan Maaf Jepang > > >
