Saya jadi teringat dengan para saudara kita yang berada di depok jawabarat, 
mereka lebih dikenal sebagai belanda-depok. Sampai saat ini kisah-kisah tentang 
mereka yang saya dengar baik-baik saja tidak ribut soal kewargaan negara. Yang 
terjadi sekarang sebenarnya karena faktor infomedia saja yang berisikan para 
pesohor yang hobi banget kawin silang he....he....he.....demi entah apa itu 
namanya (bibit-bebet-bobot?) atau perbaikan keturunan atau perbaikan gen atau 
perbaikan apa ya???????.
Yang terbaik menurut saya terima konsekwensi atas apa yang kita lakukan 
terhadap peraturan yang ada, bukannya apa yang kita lakukan harus diikuti 
dengan konsekwensi aturan harus menyesuaikan kepada kondisi dan keinginan kita.
   
  Salam,
  csd
   
  
Imron <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Bu Ratih Yth,

Justru itulah yang saya maksudkan. Kenapa sih anda dan juga pasangan kawin 
campur lainnya begitu cengeng?? Permintaan anda tsb justru melukai pasangan 
Indonesia lainnya yang tidak mengalami keistimewaan dan keberuntungan seperti 
anda itu. karena itu, ketika negara cq pemerintah memberikan sebuah status 
hanya untuk mereka yang kawin campur, maka pasangan2 Indonesia lainnya juga 
mengkritik, kenapa harus ada diskriminasi spt itu. Mereka2 yang kawin campur 
itulah tentunya sudah harus menrima resikonya. Jangan cuma enaknya aja, ingin 
punya dua kewarganegaraan hanya untuk kepentingan pribadi.

Jadi tolong dijawab pertanyaan saya, kenapa tidak langsung anak anda diakui 
kewarganegaraan Indonesia saja. Untuk itu, lakukan diskusi dengan suami atau 
pasangan anda. Kalau memang disepakati, bahwa si anak mengikuti kewarganegaraan 
Bapaknya, dengan alasan mngkin menjadi warganegara Jerman lebh menguntungkan 
dibanding dengan menjadi warga Indonesia, nah itu adalah sebuah keputusan. 
jangan lah kemudian memaki2 negara/pemerintah.

Maaf Bu Ratih, saya bukan membela imigrasi atau pemerintah. Tapi yang saya 
kecam adalah keputusan yang justru diskriminatif.

Jadi, kalau sekarang pmerintah Indonesia memberikan kemudahan kepada anda, maka 
saya pikir tidak pada tempatnya kekecewaan anda itu anda simpan terus. 
Sepatutnya anda tersenyum dan kalaupun anak2 anda sayangnya tdk mendapatkannya, 
itu namanya sudah nasib. Bukankah hidup ini penh ditandai oleh fakta kebetulan? 
Kebetulan anda menikah dengan orang asing dan sayangnya kebetulan belum ada 
peraturan yang memihak kepada anda.

PS: Beruntunglah mereka yang bertampang Indo. Wajah seperti ini sangat disukai 
oleh produse sinetron. Wajah relatif ganteng, dapat kemudahan dan punya 
pendidikan yang baik. Dibanding wajah Kamirun yang relatif ndeso. rejekinya 
susah. 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke