Sedikit info dari Ki Joko Bodo, sesuai wangsit yang diterimanya semalam jam 12
tepat:
Stuart Hall memperkenalkan sebuah metode analisis yang bisa secara
komprehensif dipakai untuk menganalisis berbagai artefak budaya, termasuk media
sebagai bagain dari budaya populer. Namanya adalah "circle of culture," yang
berbentuk lingkaran dengan lima momen (dan tiap momen saling dihubungkan dengan
yang lain oleh garis-garis lurus). Kelima momen itu adalah: representasi,
produksi, konsumsi, regulasi, dan identitas.
Pada setiap momen, beberapa alat yang berbeda dapat dipakai. Selain semiotika
Roland Barthes, Anda juga bisa pakai konsep material culture-nya Louis
Althusser, atau metode etnografis berorientasi audiens yang diperkenalkan Ien
Ang, juga bisa pakai teori gap/silence yang ditawarkan Pierre Macherey, atau
encoding-decoding dari Stuart Hall, dan masih banyak lagi yang lain, tergantung
titik beratnya apa. Semiotika paling sesuai dilakukan untuk analisis pada momen
produksi. Althusser cocok buat regulasi dan identitas, Ang cocok buat konsumsi
dan representasi, Macherey pas buat konsumsi dan produksi, demikian pula
encoding-decoding. Discourse analysis bisa, tapi jangan pakai Van Dijk. Pake
konsepnya Michel Foucault (yang dikombinasi dengan hegemoni-dominasi dari
Antonio Gramsci).
Coba iseng-iseng cari lima seri terbitan Open University, UK yang disunting
Stuart Hall dkk: Lima seri ini berkait dengan circle of culture di atas: 1)
Representation, 2) Media and Regulation, 3) Culture of Production/Production of
Culture, 4) Identity and Globalization, dan 5) The Case of Sony Walkman. Di
Amazon kayanya ada.
Semoga tak sampai jadi edan seperti Ki Gendeng Pamungkas!
manneke
Erwin Sitorus <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Bapak/Ibu yang terhormat,
Saya ingin sekali mendapatkan pencerahan soal media analysis.
Elemen-elemen apa saja yang ada di dalamnya? Metodologi apa yang paling lazim
digunakan? (saya baru tahu -- tapi tidak mendalam-- bahwa ada beberapa
metodologi semisal semiotik, framing, dan discourse)
Mungkin , lewat forum ini, ada yang mau berbaik hati membagikan ilmu-nya?
Seperti Sinto Gendeng yang mau berbaik hati mendidik Wiro Sableng iku lho. :)
Matur nuwun sewu,
Erwin Sitorus
---------------------------------
What kind of emailer are you? Find out today - get a free analysis of your
email personality. Take the quiz at the Yahoo! Mail Championship.
[Non-text portions of this message have been removed]