Ass.Wr.Wb.

Sebenarnya sih, yang salah adalah Mentri Hukum & HAM hamid awaluddin, dia
perlu diperiksa kejiwaannya, apa sanggup menjadi mentri dan bukan saja
sebagai kurir antar duit orang yang tidak jelas. Belum apa-apa sudah
komentar bahwa itu uang halal, mana klarifikasi dari Kabinet maupun Team
pemeriksa dari Kejaksaan ataupun Pengadilan. Apakah Mentri Hukum sudah
setingkat dengan Hakim atau Jaksa atau Polisi. Mohon klarifikasi uang halal
itu bagaimana ya, dimata Mentri Hukum kita ini, apakah sama dengan mengambil
permen dari anak kecil.
Saya pasti tahu bahwa muka dan kuping dia sudah ketebelan untuk mendegar
kritikan ataupun bisikan mengenai dirinya sendiri dan itu sudah terlihat
semasa dia pernah berada di Washington.


On 06 Mar 2007 08:04:57 -0800, Bambang Soetedjo <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
>   Kenapa sih keluarga Cendana ini masih saja mau mengeruk kekayaan negara
> dengan menyalah gunakan rekening pemerintah. Apakah SBY sebagai presiden
> tidak mampu bertindak dengan tegas karena ini menyangkut nama negara. Kalau 
> langsung ke rekening Tommy, barangkali BNP nggak mau transfer, tapi kalau ke  
> rekening negara dengan commitment antara pemerintah RI dan BNP, BNP bersedia  
> uang di transfer. Ini namanya gerakan tipu bagaikan permainan sepak bola.
>
 Tolooooong BPK waspada dengan trik2 Tommy yang dari kecil sudah punya akal  
licik dan dari keluarga Cendana dialah yang paling banyak membawa uang masuk  
jadi keluarga pasti mau bayar berapa saja untuk menarik uang dari BNP.
> Please...please.. be alert, ini adalah trik Tommy dengan pemerintah dan  
> dilakukan oleh kedua menteri bersangkutan dan saya pasti atas rekomendasi  
> dari kedua menteri ini uang akhirnya bisa di transfer asal ke rekening  
> pemerintah. Ini namanya blunder terbesar dalam negara yang sah. 

Pak SBY  silahkan memberi perintah  untuk menindak para pelaku korupsi gaya 
baru ini. Maaf kalau saya salah.
>
> Salam
> BS
>

Kirim email ke