Rekan rekan FPK
Sebenarnya issue WAJIB MILITER ini saya lah yang pertama kali melontarkan kasus
ini dalam milis ini. Sebelumnya saya menyadari bahwa kasus ini pasti akan
menuai PRO dan KONTRA.
Saya tidak tahu apakah yang PRO itu berapa umurnya saat ini dan apakah pernah
mengalami WAMIL sebelumnya?
Perlu saya jelaskan sekali lagi bahwa saat ini saya sudah pernah mengalami
menjalani WAMIL ditahun 1966.
Atau istilah kerenya adalah saya adalah salah seorang PELAKU SEJARAH!!!
Saat itu umur saya masih 18 th dan saya menjalani dan rasa bersemangat sesuai
dengan indoktrinasi pemerintah Orba waktu itu untuk Bela Negara. Saya enjoy
sekali menjalani WAMIL itu. Saya senang sekali menjalani WAMIL saat itu dan
merasakan bagaimana menjadi salah satu dari apa yang kami namakan sendiri bahwa
kami adalah "cowboy kampus".
Kami harus menghormat rekan rekan kami sendiri jika kami sudah memakai seragam
kami bagaikan seorang tamtama menghormat perwira.
Bagi yang ortu atau temannya punya senjata maka banyak yang membawanya kekampus
sekedar pamer bahwa "hati hati dan jangan main main dengan mereka loo".
Bahkan saat itu ada juga yang membawa AR-16 suatu senjata cikal bakal apa yang
sekarang dinamakan M-16 dan sejenisnya.
Kami saat itu berlatih menggunakan senjata Gerund yang beratnya minta ampun dan
berbagai senjata seperti pistol 4,5.
Lumayan bisa merasakan menembak dengan senjata beneran dan merupakan peristiwa
menyenangkan sepanjang hidup kami sampai saat ini.
Kita yang dari universitas negeri lebih bangga dari universitas swasta karena
lambang diseragam kita menggunakan badge HANKAM yang berarti lebih tinggi dari
universitas swasta yang badgenya dari KODAM.
Tapi seperti saya sudah tulis bahwa saat itupun saya dan banyak rekan saya
lainnya yang menanyakan "apa perlunya sih WAMIL ini?".
Saya yakin juga bahwa banyak rekan saya lainnya yang menjalani WAMIL saat itu
juga menyatakan perlunya menjalani WAMIL dengan versinya masing masing.
Jadi saat itu juga ada yang PRO dan KONTRA. Tapi saya yakin saat itu yang PRO
maka saat ini pasti banyak juga berbalik menjadi KONTRA dengan idee WAMIL.
Memang yang KONTRA pun sah sah saja dalam alam demokrasi ini yang bisa kita
plesetkan jadi "democracy" ini.
Tapi pagi ini saya terkejut menyaksikan berita di RCTI bahwa ada kasus
pemukulan di STTD Bekasi yang akan dibawa kepengadilan karena ada seorang
siswanya yang mati karena kasus pemukulan seniornya. Sama seperti kasus
pemukulan siswa SPDN (Sekolah Pemerintahan Dalam Negeri) bbrp tahun lalau.
Saya baru tahu kalau ada Sekolah Tinggi Transporatasi Darat yang seragamnya dan
disiplinnya seperti militer. Memang membanggakan melihat mereka berlatih ala
militer. Membanggakan melihat mereka berjalan keluar kampus dengan tegap dan
saling menhormat ala militer. Tapi dari video yang ditayangkan terlihat
seniornya melatih uji phisik juniornya seperti militer dengan memukul ke ulu
hati diperut secara berkali kali seolah olah menyatakan bahwa siswa STTD adalah
punya "tenaga dalam" yang tahan terhadap pukulan seperti itu. Saya yakin bahwa
pasti ada korban juga sebelumnya dan cuma belum terekspose seperti saat ini.
Memang yang PRO akan mengatakan bahwa ini khan ekses negatif saja dan tidak
bisa dikatakan bahwa tidak semua siswa STTD seperti itu.
Tapi saya yakin masih banyak sekolah sekolah lainnya yang menanamkan disiplin
ala militer dan kelakuannya "ya gitu gitu juga".
Dari namanya saja yang mengenai TRANSPORTASI DARAT maka saya heran apa perlunya
disiplin ala militer. Apa sih job descriptionnya lulusan STTD?
Sekali lagi saya berpendapat bahwa memang disiplin itu perlu. Bela Negara itu
perlu. Tapi pertanyaannya apakah dengan kondisi keuangan negara yang seperti
saat ini, sudah perlu mengadakan WAMIL.
Apakah negara kita punya banyak uang untuk WAMIL? Apakah segala bencana alam
tidak memerlukan banyak duit? Apakah kita hanya mengharapkan sumbangan negara
asing saja jika terjadi bencana alam dan kejadian kejadian lainnya?
Kita tidak bisa ikut ikut negara lain yang mewajibkan WAMIL. Korea Selatan
mungkin mewajibkan WAMIL karena ada kepentingan dimana salah satunya untuk
perang dengan Korea Utara. Amerika mewajibkan WAMIL (pertanyaan untuk rekan
rekan di US, apakah WAMIL saat ini masih ada di USA?) karena ambisinya untuk
menjadi Polisi Dunia, Singapore mewajibkan WAMIL mungkin karena ada kekuatiran
dengan negara negara tetangganya diutara, barat, timur dan selatannya. Kalau
Indonesia, apa perlunya WAMIL? Negara mana yang mau kita serang atau yang mau
menyerang kita? Kalau untuk kasus Ambalat dengan Malaysia atau kasus lainnya
dengan Singapore, saya yakin 200% bahwa TNI meskipun dengan senjata minim masih
sanggup menghadapinya. "Enteng" kata orang Jakarte.
Kalaupun perlu nanti pasti rakyat akan berbondong bondong mendaftarkan diri
jika Pemerintah menyatakan perlu nya tenaga rakyat sipil untuk menyerbu
Malaysia.
Kalau untuk mendisiplinkan rakyat Indonesia sebenarnya kita ini sudah
"disiplin" tapi lingkungan yang menjadikan kita "tidak disiplin". "Memang itu
habitat kita" kata orang kite. Buktinya begitu kita tiba di Singapore maka
detik itu juga langsung "disiplin" dan begitu kita kembali ke Indonesia maka
detik itu juga kita kembali ke "habitat" kita masing masing. Yang hobi merokok
langsung merokok begitu keluar pesawat. Hayo, siapa yang menyatakan "tidak
setuju" dengan ilustrasi saya ini????????
Kembali jika WAMIL jadi diterapkan juga di Indonesia maka saya hanya bisa
berkomentar bahwa saya bangga bahwa negara kita masih punya banyak dana untuk
WAMIL.
Bersiap siaplah untuk menjadi WAMIL dari sekarang.
Hardjo
Mantan TAMTAMA CADANGAN SEUMUR HIDUP.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
---- Original Message -----
From: stephanus_mulyadi
To: [email protected]
Sent: Tuesday, March 06, 2007 4:22 PM
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: WAJIB MILITER UNTUK 18 TH
KEATAS-ddinasty&Chairil
Rekans,
Ide saudara ddinasty ini sangat menarik. Oleh karena itu memang perlu
diberi perhatian khusus, termasuk oleh para pejabat yang nanti akan
melaksanakan PENANAMAN SIKAP DISIPLIN lewat wajib militer.
Beberapa tanggapan/pertanyaan saya:
1. Saya belum dapat memahami dengan baik pernyataan berikut:
(ddinasty)"Sekarang (Pramuka) bandingkan dgn wajib militer , orang2 yg
diwajibkan disini adalah mereka2 yg telah dewasa, sehat jasmani dan
rohani, mereka ini dipilih atau dikader untuk disiapkan sebagai
pemimpin bangsa...."
.
[Non-text portions of this message have been removed]