** Mang Iyus dan rekans FPK, saya hanya ingin menyampaikan rasionalisasi 
pemikiran para Komandan KRI, Cpt Pilot Pesawat Patroli. Kalau mereka bertindak 
seperti apa yang diutarakan oleh Mang Iyus, kan mereka akan berfikir donk : 
Haruskah saya bom atau tembak to, sedangkan kapal-2 tersebut sudah menyerahkan 
diri atau mengikuti komando dari apa yang diperintahkan oleh aparat. Lha, apa 
mereka memilih mengambil risiko untuk berhadapan dengan Hukum yang berlaku. 
Pastilah orang-2 yang nekad ataupun sinting untuk mengambil langkah yang 
menyalahi Hukum.
** Kalau mang Iyus, memang benar-2 melihat ataupun ada bukti yang konkret 
tentang apa yang seperti dia nyatakan, saya akan menemani dia untuk ngadep 
Instansi yang terkait, atau kalau perlu pimpinan TNI untuk membuka borok-2 
tersebut. Yach  untuk partisipasi kita dalam membangun Good Covernance to.
** Tapi, comment saya....kok nggak dulu ya mang Iyus waktu bergaul sama 
temen2-nya yang penyelundup itu, terus tembak saja temen2-nya yang memilih jadi 
penyelundup, biar hal2 yang bobrok itu makin berkembang kayak saat ini (ini 
saya sampaikan, kan mungkin juga para Komandan Kapal mikir kayak mang Iyus saat 
itu, wah mungkin orang-2
ini masih bisa diajarin untuk Patuh Hukum....wong buktinya mereka masih mau 
menyerahkan diri).
Dan seperti mang Iyus akui sendiri bahwa pikiran-nya terlalu RADIKAL, nach apa 
itu jalan yang terbaik.
** Semoga jalan kebajikan masih dapat kita utamakan, dan jangan punya pikiran 
bahwa para Prajurit kita tidak memiliki lagi semangat membela Negeri Tercinta 
ini, saya yang sudah tua renta ini (Purnawirawan lah), akan tetap bersedia 
untuk membela tanah air kita ini sampai titik darah penghabisan. Jangan 
tanyakan itu Kesetiaan kita terhadap bumi Pertiwi mang Iyus. Pasti banyak 
orang-2 yang tidak seperti mang Iyus gambarkan.
WE DO OUR BEST for TANAH AIR INDONESIA.
>From the Old Navy......OLD SOLDIER NEVER DIE......Merdeka.

> ----- Original Message -----
> From: "Mang Iyus" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: "Forum Pembaca Kompas" <[email protected]>, "Hankam - 
> Milis" <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Nomad TNI "Dibayangi" Jet Singapura
> Date: 05 Mar 2007 23:45:00 -0800
> 
> 
> Old Navy Pakde Darsono Supardi,
> 
> Ho ho ho Pakde Darsono, please jangan meremehkan pemahaman saya dong
> soal protap tentang gak sebarang boleh nembak kapal orang lho. Rumput
> yang bergoyang juga paham soal sipirili semacam itu. Tetapi pemahaman
> ‘qua pemahaman’ apa ada ya manfaatnya untuk menimbulkan ‘efek jera’
> ajrih kepada para penyelundup itu? Sama seperti vonis hukum mati
> terhadap gembong narkotika tidak ngaruh sama sekali terhadap berlangsung
> terusnya bisnis haram jadah tsb.
> 
> Tujuan omongan saya ialah supaya – mbok ya o - ada yang ‘bak tertusuk
> jarum pada bokongnya sehingga terlompat dari kursinya, melotot dan
> berteriak... “wah, sudah gila apa!?” Namun, itupun jauh di dalam lubuk
> hati, saya sadar sesadar-sadarnya... toh bakalan tidak ada manfaatnya
> sama sekali tulisan saya yang sesadis itupun.
> 
> Kalau kapal cuma sekedar “digiring dan dikarantina” selalu saja ada
> peluang untuk dagang sapi – koe handel – atau TST antara penegak hukum
> dan calon terpidana. Bukankah keuangan mereka kuat sekali untuk hal itu?
> Ini sudah kejadian mungkin buat kesekian puluh atau ratus kalinya.
> Ujung-ujungnya tak pernah jelas. Sama sekali tidak ada inovasi soal
> penanganan operasional kasus-kasus seperti ini. Sejak tahun 50-an
> kawan-kawan sepermainan saya yang 'non-sekolahan' kebanyakan memilih
> menjadi penyelundup timah ke Singapura. “Untuk apa sekolah”, kilah
> mereka; “gak bikin kaya!” Sampai kini segala macam penyelundupan seperti
> itu tetap masih jalan terus. - as usual - .. lalu apa yang sebenarnya
> secara NYATA telah kita sebagai bangsa telah lakukan untuk MEMBERANTAS
> penyelundupan segala macam seperti itu?
> 
> Kalau kapalnya ditenggelamkan maka “CAUSA FINITA !” Rugi besar bo ! Baik
> cukong maupun aparat pendeckingnya. Jadi jelas ada EFEK JERA-nya. Itupun
> kalau pihak penegak hukum tetap benar-benar KONSISTEN dan CINTA BANGSA.
> Lha nyatanya slogan “semua bisa diatur” masih terus berlaku di negeri
> sakit nan tercinta ini kok. Pahlawan-pahlawan pejuang HAM sendiri juga
> termasuk mereka yang “secara tidak langsung” ikut melestarikan “jalan
> nan tak ada ujungnya” itu dalam pemberantasan korupsi, illegal logging,
> bisnis narkotika, human trafficking dsb. Saya sendiri penganut paham
> ‘pro life’ lho, tetapi tidak fanatikus absolut karena bila begitu
> jangan-jangan nanti prajurit TNI gak ada lagi yang mau menembak musuh
> karena jelas-jelas melanggar filosofi dasar ‘pro life’ yang menjunjung
> tinggi HAM.
> 
> Menembak kapal penyelundung – Pakde Darsono - kan tidak harus ‘de facto’
> mematikan semua awak kapal dan penumpangnya. Buritannya saja ditorpedo
> kapal pasti bakal tenggelam dan manusianya masih sempat terjun ke laut –
> kecuali kargo pasirnya yang bakal menyatu dengan pasir dasar lautan.
> Maskapainya mau rugi atau bagaimana, salah sendiri bukan dan apa peduli
> kita? Maskapai atau negara mana bakal berani protes atau demo bila hal
> itu benar-benar terjadi? Apa mereka gak malu besar bakal ketahuan
> belangnya sebagai biang dan backing penyelundupan?
> 
> Rasanya pikiran saya memang agak ‘sedikit radikal’ tetapi masih termasuk
> rasionil juga. Saya berani taruhan bila Indonesia tetap mempertahankan
> sikap legal-normatif seperti yang Pakde katakan, maka semakin banyak
> bakal terjadi pelanggaran perairan/udara di negeri kita. Negara mana
> bakal peduli, lha angkatan bersenjata kita sendiri kurang peduli dan
> sangat telaten menghormati seluruh protap dan sangat risau melanggar HAM
> dalam bertindak, termasuk untuk menghancurkan musuh bangsa dan tanah
> air. Sepuluh kali melanggar diprotes, seribu kali melanggar apa masih
> mau tersedot sibuk protes – sedangkan negara pelanggar itu sendiri
> tangki avturnya masih tetap full tank karena kantongnya kenceng bener
> hasil menadah berbagai barang selundupan...
> 
> Mang Iyus


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
See what's inside the new Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/0It09A/bOaOAA/yQLSAA/vbOolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

=====================================================
Pojok Milis FPK:

1.Milis FPK dibuat dan diurus oleh pembaca setia KOMPAS
2.Topik bahasan disarankan bersumber dari KOMPAS dan KOMPAS On-Line (KCM)
3.Moderator berhak mengedit/menolak E-mail sebelum diteruskan ke anggota
4.Kontak moderator E-mail: [EMAIL PROTECTED]
5.Untuk bergabung: [EMAIL PROTECTED]

KOMPAS LINTAS GENERASI
=====================================================
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke